Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Edukasi Ibu dengan Hipertensi Terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Kampung Cibodas RW 01 Karlina, Intan; Mutiara, Indah; Ghina, Rania Azzahra Khoirotul; Nurcahyani, Nita; Cahyani, Regita Meisa; Hidayah, Anisa Nurul; Putri, Dea Aulaena Eka; Putri, Laras Kusuma; Setiawati, Fuziana; Munajat, Nazwari Sabrina
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.432

Abstract

Hipertensi, yang didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥130 mmHg atau diastolik ≥80 mmHg, merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Di Kampung Cibodas RW 01, ibu-ibu dengan hipertensi sering kali mendapatkan edukasi yang kurang efektif mengenai penggunaan kontrasepsi dari kader dan bidan di posyandu. Hal ini dapat berdampak pada pemilihan kontrasepsi yang kurang sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu dengan hipertensi mengenai penggunaan kontrasepsi yang aman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi interaktif, yang melibatkan 20 peserta dengan riwayat hipertensi. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, 55% peserta memiliki pemahaman yang kurang mengenai kontrasepsi yang aman bagi penderita hipertensi. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman secara signifikan, dengan 70% peserta masuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu mengenai risiko dan manfaat penggunaan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman ibu-ibu dengan hipertensi mengenai kontrasepsi yang aman. Oleh karena itu, disarankan agar program edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu di Kampung Cibodas tentang kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi medis mereka.
Cegah Stunting Ciptakan Generasi Emas di Posyandu RW 06 Desa Cinta Mulya, Kabupaten Sumedang Loisza, Anne; Syuhada, Dhea Rizky; Destriya, Destriya; Nurzanah, Dian Siti; Putri, Dea Aulaena Eka; Dyanti, Susi Eka Kusman; Yulianti, Nisa; Oktapiani, Resvi; Mulyani, Irma
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1305

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok balita. Stunting dapat berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita serta memberikan edukasi terkait stunting di Posyandu RW 06 Desa Cintamulya pada tanggal 10 Desember 2025. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri balita berupa tinggi badan menurut umur serta pemberian edukasi kesehatan kepada ibu balita mengenai gizi seimbang, pola asuh, dan pentingnya periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hasil kegiatan menunjukkan masih ditemukannya balita dengan indikator tinggi badan menurut umur di bawah standar, yang mengindikasikan adanya risiko atau kejadian stunting. Selain itu, ditemukan bahwa pengetahuan sebagian ibu balita mengenai stunting dan pencegahannya masih terbatas. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu dan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran posyandu sebagai sarana deteksi dini dan pencegahan stunting berbasis masyarakat. Diperlukan pemantauan pertumbuhan yang berkelanjutan, peningkatan edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penurunan angka stunting di tingkat komunitas.