Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERBEDAAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PIJAT OKSITOSIN: PERBEDAAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PIJAT OKSITOSIN Mulyani, Irma
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan (April 2021)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v8i1.95

Abstract

Background : Breast milk is the best food that meets all baby's growth and development needs until the age of 6 months. There are times when a mother experiences problems in breastfeeding which is because her milk production is little or not smooth. Oxytocin massage is one solution to overcome the not smooth production of breast milk. Research Purpose : To determine the difference in breast milk expenditure postpartum mothers 6 hours before and after oxytocin massage in Puskesmas Batujajar District West Bandung In 2019. Research Method : This research uses the method Quasi-experiment by design one group pre and post test design. The sampling technique uses accidental sampling, the sample in this study was 6 hours postpartum mothers amounted to 30 people. Data collection uses observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate to see the frequency distribution and differences in breast milk expenditure before and after oxytocin massage. Results : Average breast milk expenditure before oxytocin massage was 1.50 cc and after the oxytocin massage increased to 2.93 cc. Conclusion : there is a difference between the expenditure of breast milk in postpartum mothers 6 hours before and after oxytocin massage. Keywords : Oxytocin massage, expenditures breast milk
The Strategy for Developing Siguntang Hill as A Pilgrimage Tourist Attraction in Palembang City Mulyani, Irma; Nurbaeti; Ingkadijaya, Rahmat; Permatasari, Mustika; Aldora, Mega
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i2.1775

Abstract

Siguntang Hill is a small hill or the highest point in Palembang City with an altitude of 26 meters above sea level. It has historical significance from the royal period found in Palembang City and has various potential as a pilgrimage tour because there are 7 tombs located there. However, the condition of the tombs has deteriorated, and many buildings are not suitable for visiting. The purpose of this research is to review and analyze the management and development strategies of tourist attractions in Siguntang Hill as pilgrimage tourism. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach, with data collection techniques in the form of documentation studies, observations, and interviews. The results of the study explain that the strengths of Bukit Siguntang include its central location in the city, accessibility via various transportation fleets, beautiful and cool panorama, and the presence of a King's Tomb which is an icon on Siguntang Hill. The weaknesses include the poor condition of the tombs, lack of human resources in the field of tourism, and limited physical resources for the development and management of facilities at Siguntang Hill. The opportunities include the support of the central government to make Siguntang Hill more attractive, hosting the Siguntang festival activities held regularly every year, and renovations to change the image of Siguntang Hill into a pleasant place to visit. The threats include the lack of dominance of pilgrimage tourism activities at Siguntang Hill, the emergence of competitors as tourist destinations in Palembang City, and the condition of the tombs eroded by time. Bukit Siguntang has significant potential as seen from the SWOT (IFAS and EFAS) analysis, with an IFAS matrix value of 1.7 and an EFAS matrix value of 1.3.
Pijat Oketani dan Tuina terhadap Sindrom ASI Kurang pada Ibu Pospartum Mulyani, Irma; Lestari, Yuliana Ayu
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1025

Abstract

Penyebab utama kegagalan menyusui adalah kecemasan akan kurangnya produksi ASI. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah pijat Oketani dan Tuina sebagai bentuk sentuhan yang merangsang sekresi oksitosin. Pijat Oketani dapat menstimulus kekuatan otot pectoralis untuk meningkatkan produksi ASI, payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga memudahkan bayi untuk mengisap ASI sedangkan Tuina dapat menyeimbangkan hormone oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui Perbedaan Efektivitas Pijat Oketani dan Tuina Terhadap Sindrom ASI Kurang pada ibu postpartum. Penelitian dilakukan menggunakan desain quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Sampel penelitian ibu postpartum 10 hari yang telah melahirkan normal di PMB Yuliana Ayu L, S.S.T tahun 2023. Jumlah sampel yang akan di teliti adalah 50 ibu postpartum pada kelompok intervensi yaitu 25 orang dan pada kelompok kontrol 25 orang sesuai jumlah ibu Post partum yang ada di tempat yang akan diteliti. Analisis data menggunakan uji Independent Samples Test . Hasil penelitian diketahui bahwa rerata produksi ASI pada kelompok intervensi setelah diberikan pijat Oketani sebesar 112,00 cc sedangkan produksi ASI kelompok kontrol sebesar 59,20 cc. Diketahui ada perbedaan peningkatan produksi ASI pada ibu postpasrtum 10 Hari antara kelompok intervensi dan kontrol (p- Value 0,000). Namun pijat oketani menunjukan peningkatan peoduksi ASI yang lebih signifikan di bandingkan pijat tuina.
Edukasi Bijak Kontrasepsi untuk Membangun Perencanaan Keluarga yang Efektif di Kampung Ciburial Cibogo Lembang Mulyani, Irma; Karlina, Intan; Rahmawati, Silvi; Azizah, Sri Rahayu Nur; Azzahrah, Ahlam; Nurhaliza, Salma; Julianti, Cucu; Anggraini, Meylinda Dewi; Hamzah, Nazma Raine; Nurhasanah, Nurhasanah; Rezitania, Tiara; Susanti, Ai Nely; Sobari, Akmi Siti Aden
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1203

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, mencapai 281,6 juta jiwa pada tahun 2024. Kondisi ini menuntut penguatan program Keluarga Berencana (KB) untuk mengendalikan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, rendahnya pemahaman wanita usia subur (WUS) mengenai metode kontrasepsi masih menjadi tantangan, termasuk adanya mitos serta informasi keliru yang beredar di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS di Kampung Ciburial Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengenai jenis, manfaat, dan efek samping kontrasepsi agar mampu memilih metode yang tepat sesuai kebutuhan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan media powerpoint dan leaflet. Kegiatan dilaksanakan pada 18 November 2025 dengan jumlah peserta 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta serta peningkatan pemahaman mengenai penggunaan kontrasepsi, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan terkait manfaat, kontraindikasi, dan efek samping kontrasepsi. Peserta mampu memahami pentingnya pemilihan kontrasepsi yang sesuai kondisi kesehatan untuk meminimalkan risiko efek samping. Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar penguatan edukasi berkelanjutan guna mendukung peningkatan partisipasi WUS dalam program KB serta mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan terencana.
Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang terhadap Perubahan Tingkat Pengetahuan Ibu Balita di Desa Kopo RT 02 RW 07 Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung Mulyani, Irma; Karlina, Intan; M, Devi; Tiara M, Tina; R, Resa; MN, Nabila; HSP, Allyah; S, Sri; NH, Zahida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dan berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas anak di masa depan. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang berbasis pedoman Isi Piringku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang berbasis Isi Piringku. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kopo RT 02 RW 07, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung dengan melibatkan 20 ibu balita. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan menggunakan media leaflet, dengan pengukuran tingkat pengetahuan melalui kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan ibu dari 70,00 sebelum edukasi menjadi 82,60 setelah edukasi, dengan nilai p-value 0,000 (≤0,05), yang menunjukkan pengaruh signifikan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi seimbang berbasis Isi Piringku efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam pencegahan stunting serta penting untuk mendukung peningkatan literasi gizi keluarga secara berkelanjutan di masyarakat.
Peningkatan Kepatuhan Imunisasi Bayi dan Balita Melalui Edukasi Kebidanan Komunitas di Desa Galih Pakuwon Kabupaten Garut Mulyani, Irma; Hidayah, Anisa Nurul; Yosan, Katarina Oktaviany; Suyanti, Natasya Sri; Al Ma’wa, Zellyatu; Rostiana, Lusi; Nursakinah, Ririn; Putri, Laras Kusuma
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1299

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif yang efektif dalam mencegah penyakit menular pada bayi dan balita. Namun, cakupan imunisasi dasar di beberapa wilayah pedesaan masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap imunisasi dasar lengkap melalui pendekatan kebidanan komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Desa Galih Pakuwon RW 07, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, melalui Kuliah Lapangan Kebidanan (KLK). Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) dengan tahapan Survei Mawas Diri, penyuluhan kesehatan, pendampingan keluarga, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa cakupan imunisasi bayi dan balita masih berada di bawah target nasional, dengan tingkat imunisasi DPT dan Polio sebesar 62,5%. Faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi meliputi kurangnya pengetahuan orang tua, kekhawatiran terhadap efek samping imunisasi, serta rendahnya kunjungan ke posyandu. Kegiatan edukasi dan pendampingan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi dan mendorong partisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran bidan dan mahasiswa kebidanan dalam edukasi komunitas sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Cegah Stunting Ciptakan Generasi Emas di Posyandu RW 06 Desa Cinta Mulya, Kabupaten Sumedang Loisza, Anne; Syuhada, Dhea Rizky; Destriya, Destriya; Nurzanah, Dian Siti; Putri, Dea Aulaena Eka; Dyanti, Susi Eka Kusman; Yulianti, Nisa; Oktapiani, Resvi; Mulyani, Irma
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1305

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok balita. Stunting dapat berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita serta memberikan edukasi terkait stunting di Posyandu RW 06 Desa Cintamulya pada tanggal 10 Desember 2025. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri balita berupa tinggi badan menurut umur serta pemberian edukasi kesehatan kepada ibu balita mengenai gizi seimbang, pola asuh, dan pentingnya periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hasil kegiatan menunjukkan masih ditemukannya balita dengan indikator tinggi badan menurut umur di bawah standar, yang mengindikasikan adanya risiko atau kejadian stunting. Selain itu, ditemukan bahwa pengetahuan sebagian ibu balita mengenai stunting dan pencegahannya masih terbatas. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu dan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran posyandu sebagai sarana deteksi dini dan pencegahan stunting berbasis masyarakat. Diperlukan pemantauan pertumbuhan yang berkelanjutan, peningkatan edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penurunan angka stunting di tingkat komunitas.
Edukasi Pengaruh Hipertensi terhadap Kesehatan Reproduksi dan Pemilihan Metode Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di Desa Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat Liawati, Liawati; Mulyani, Irma; Zaelanti, Puteri Alfiah; Rahmawati, Novita; Utami, Anggun Retno; Saputri, Citra Aura; Permatasari, Ladya Putri
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1316

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat terjadi pada Wanita Usia Subur (WUS) dan berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk dalam pemilihan metode kontrasepsi. Rendahnya pengetahuan WUS mengenai hipertensi dan hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan tekanan darah dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai hipertensi, dampaknya terhadap kesehatan reproduksi, serta pemilihan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ciwaruga RW 09 Kabupaten Bandung Barat dengan sasaran 31 WUS. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan diskusi, dengan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana sebelum penyuluhan sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan kurang, sedangkan setelah penyuluhan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik. Selain itu, terjadi perubahan pola pemilihan kontrasepsi dari metode hormonal jangka pendek ke metode kontrasepsi jangka panjang yang lebih aman bagi WUS dengan risiko hipertensi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS.