Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Teknologi Dalam Mengatasi Cyberbullying di Kalangan Siswa Smp Muhammadiyah 29 Sawangan, Depok Jawa Barat Nurlaili, Lili; Mudzalifah, Mudzalifah; Lausiry, Muhamad Syarifudin; Yulianti, Nisa; Risa, Nova; Mulyawan, Rizki Adi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen
Publisher : Unpam Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kmm.v4i3.44753

Abstract

Cyber bullying atau disebut juga perundungan siber banyak terjadi di kalangan remaja, terutama dikalangan siswa/siswi di lembaga pendidikan. Penggunaan gawai yang tanpa batas ruang dan waktu membebaskan siapapun untuk berinteraksi di dunia maya.. Internet adalah penghubung menuju media sosial yang mencakup pergaulan yang sangat luas dan tak terjangkau. Kurangnya literasi digital terhadap cara penggunaannya, mengakibatkan penggunaan gawai untuk media sosial menjadi kurang baik dan bijak. Masih banyak penyalahgunaannya di kalangan pelajar, dikarenakan ketidaktahuan dalam menggunakan sosial media, dampak yang ditimbulkannya jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cyber bullying. Bisa jadi mereka menjadi korban atau pelaku cyber bullying. Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai dampak, bahaya cyber bullying dan cara mengatasi cyber bullying. Dengan metode sosialisasi kepada siswa/siswi Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 29 Sawangan,Depok Sawangan. Hasil dari sosialisasi cyber bullying melalui Pengabdian kepada Masyarakat membawa banyak manfaat kepada pihak sekolah dan mahasiswa itu sendiri. siswa/siswa menjadi lebih memahami apa itu cyber bullying, fenomena yang terjadi di jaman yang serba modern teknologi digital semakin canggih, faktor penyebab cyber bullying, bentuk-bentuk cyber bullying, dampak dan bahaya cyber bullying, serta upaya mengatasi jika terkena cyber bullying . Pihak sekolah menjadi lebih terbuka terhadap perubahan yang terjadi, lebih peka, dan lebih perhatian menghadapi setiap permasalahan yang dialami oleh siswa/siswinya. Peran teknologi mengatasi cyber bullying menjadi tanggungjawab pemerintah dengan kebijakan- kebijakan dan Hukum positif yang dibuat guna dalam menanggulangi kejahatan cyberbullying, antara lain terutama lembaga di Indonesia yang mempunyai kewenangan dalam digital yaitu kominfo.
Pemberian Edukasi tentang Keluarga Berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Puskesmas Cimahi Utara, Kabupaten Bandung Barat Loisza, Anne; Syuhada, Dhea Rizky; Almawa, Zellyatu; Anindita, Agnia Ayu; Septiani, Risma; Nopianto, Siva Agustin; Nursakinah, Ririn; Fitria, Deisylva Niko; Sumiyati, Rani; Yulianti, Nisa; Karlina, Intan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i1.736

Abstract

Keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, sebagaimana diatur dalam UU No. 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, mayoritas peserta KB aktif lebih memilih metode kontrasepsi suntikan dan pil (lebih dari 80%) dibandingkan dengan metode IUD dan implan. Pengetahuan yang baik sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku positif. Jika pengetahuan seseorang baik akan meningkatkan pengetahuan dan mendorong perilaku lebih baik. Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, diadakan penyuluhan tentang keluarga berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Cimahi Utara yang melibatkan Wanita Usia Subur (WUS) berusia 17–50 tahun. Metode yang digunakan adalah community development atau pengembangan masyarakat melalui presentasi, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, hanya 38% responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik, 24% cukup, dan 28% kurang. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan yaitu 62% responden memiliki pengetahuan baik, dan 8% responden lainnya masih kurang memiliki pengetahuan yang baik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya MKJP.