Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TERMAL PADA GRATE COOLER BERDASARKAN PARAMETER YANG MEMPENGARUHI Nurhakim, Ilham; Zamhari, Mustain; Kristiyono Putro, Abraham Abimanyu; Safaruddin, Safaruddin
DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Science Vol 1 No 01 (2023): DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Sciences
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/defacto.v1i01.477

Abstract

Grate cooler adalah alat pendingin yang letaknya setelah rotary kiln.Udara pendingin cooler didapatkan dari hembusan dari 13 unit fan. Udara ini akanmendinginkan klinker yang keluar dari kiln dengan metode pendinginan secara cepat atau disebut juga metode quenching. Grate cooler merupakan pendingin yang paling modern. Pada awal perkembangan pemakaian grate cooler dimaksudkan untuk mendapatkan laju pendinginan yang cepat dengan tujuan mengurangi pengaruh kristal periclase, sehingga diperoleh kualitas klinker yang baik, perpindahan panas yang baik sangat mempengharui cooler jenis ini agar dapat menerima klinker dengan temperatur ± 1400 – 1200 ?. Perpindahan yang terjadi di alat ini adalalah pada kondisi cross current dan counter current. Peralatan grate cooler tidak bisa dipisahkan letaknya dari kiln karena terpasang langsung menyambung pada outlet kiln.
ANALISIS PERBANDINGAN PLATFORM CLOUD COMPUTING UNTUK IMPLEMENTASI SISTEM PEMBELAJARAN DARING: STUDI KASUS : PERGURUAN TINGGI NEGERI Pribadi Fitrian, Harry; Ridwan, Ridwan; Saful Rachman, Rasma; Nurhakim, Ilham; Abdan Syakuro, Kholid; Firdaus, Taufik; Raja Purnama, Riki
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 2 (2025): JATI Vol. 9 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i2.12823

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memaksa perguruan tinggi di Indonesia untuk beralih ke pembelajaran daring, menciptakan kebutuhan mendesak akan infrastruktur teknologi yang handal dan scalable. Meski adopsi cloud computing meningkat pesat, sebanyak 65% perguruan tinggi melaporkan kesulitan dalam memilih dan mengimplementasikan platform cloud yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif perbandingan tiga platform cloud computing utama (Amazon Web Services, Google Cloud Platform, dan Microsoft Azure) untuk implementasi sistem pembelajaran daring. Menggunakan framework evaluasi multi-kriteria dengan pembobotan berbasis kebutuhan institusi pendidikan, penelitian ini menganalisis aspek teknis, ekonomis, dan operasional dari masing-masing platform. Hasil analisis menunjukkan bahwa Microsoft Azure memperoleh skor tertinggi (4.46/5.0) dalam evaluasi keseluruhan, dengan keunggulan utama pada aspek integrasi sistem (4.7/5.0) dan dukungan teknis (4.5/5.0). Google Cloud Platform menunjukkan efisiensi biaya terbaik dengan potensi penghematan hingga 44% dibandingkan infrastruktur tradisional, sementara AWS unggul dalam performa teknis dengan skor 4.5/5.0. Analisis Total Cost of Ownership (TCO) tiga tahun menunjukkan potensi penghematan 60% dibandingkan infrastruktur tradisional, dengan Return on Investment (ROI) mencapai 45%. Penelitian ini menghasilkan framework evaluasi dan rekomendasi implementasi yang dapat digunakan institusi pendidikan dalam memilih platform cloud computing yang optimal.
Qur'anic Ecotheology as Environmental Critique: Reinterpreting Fasad fi al-Ard in QS. Ar-Rum [30]: 41 in Extractive Economic Practices Helmi, Fahmi; Nurhakim, Ilham; Munawar, Asep
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/qist.v5i1.15973

Abstract

This research aims to analyze the concept of fasād fī al-arḍ and examine its empirical implications for environmental degradation caused by sand mining in Kampung Bungbang, West Java. Unlike previous ecotheological studies that focus predominantly on textual-normative discourse, this study offers a distinct analytical framework by operationalizing the concept of fasād as a diagnostic indicator for specific ecological crises. A qualitative method was employed, integrating tafsir maudhu'i (thematic interpretation) with field research involving 12 key informants and direct observations conducted in December 2025. The findings demonstrate that sand mining activities in the area constitute a tangible form of fasād fī al-arḍ, manifesting in infrastructure deterioration, land degradation, and heightened landslide risks. Furthermore, the social dimension is significantly impacted, particularly concerning the health and psychological comfort of residents. This study concludes that environmental revitalization must transcend technical solutions to include a paradigm shift centered on the principles of khilāfah (managerial responssibility) and mīzān (ecological balance). The novelty of this work lies in its integration of theological values with empirical-contextual evidence, providing a benchmark for sustainable policy-making to prevent the legitimization of ecological disasters.