Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Semiotika Budaya Masyarakat Melayu dalam Lirik Lagu “Kuala Tungkal” Fajriani Fitri; Ayu Roselani, Ni Gusti
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6069

Abstract

Penelitian ini menganalisis lirik lagu Kuala Tungkal (Negeri Sarat Budaye) karya Kichky Gunawan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Lagu ini merepresentasikan nilai-nilai budaya Melayu, ragam budaya, dan kebiasaan masyarakat Kuala Tungkal. Secara denotasi, lirik ini menggambarkan kehidupan masyarakat Kuala Tungkal yang erat dengan budaya. Konotasinya menampilkan simbol-simbol budaya yang memperkuat identitas Melayu, seperti toleransi dan keramahan. Pada tingkat mitos, lirik membangun citra sosial sebagai sifat alami masyarakat Kuala Tungkal, yang lahir dari konstruksi sosial, sejarah terdahulu, dan interaksi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik catat untuk menganalisis data secara sistematis. Hasilnya menunjukkan bahwa lagu ini tidak hanya mencerminkan budaya lokal, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian identitas budaya Melayu Kuala Tungkal.
Tindak Tutur Ekspresif Memuji Pada Kolom Komentar Postingan Tiktok @Amuhaiminiskandar Fajriani Fitri
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1327

Abstract

. This study examines expressive speech acts of praising in the comment sections of TikTok posts on the @amuhaiminiskandar account. The research aims to analyze the forms, functions, and contexts of praising speech acts based on the speech act theory proposed by John Searle. This study employs a qualitative descriptive method with a documentation technique, where data are collected from comments on TikTok posts of the @amuhaiminiskandar account. The findings reveal that praising speech acts reflect various expressions of appreciation toward the content, the public image of Cak Imin, and his political attitudes and style. This research contributes to understanding the dynamics of digital communication through social media, particularly TikTok, as one of the most widely used platforms in Indonesia.
FENOMENA CAMPUR KODE MASYARAKAT MELAYU KUALA TUNGKAL DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Fajriani Fitri
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 3 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language serves as a communication tool involving verbal and written symbols to express thoughts and feelings. In the context of the Kuala Tungkal community, the use of the local Malay dialect alongside Indonesian and English creates an intriguing phenomenon of code-mixing. This study aims to analyze code-mixing in the Instagram captions of nine accounts focused on Kuala Tungkal: @hitstungkal, @tungkalbecerite, @tungkal_barometer, @tungkalvoice, @kuliner_tungkal, @tungkal_fyp, @tungkal_kite_punye, @kabarkualatungkal, and @wisatatanjabbarat_. Using a descriptive qualitative approach along with sociolinguistic theory and Muysken's (2000) concept of code-mixing, which includes insertion, alternation, and congruent lexicalization, this research finds that this language mixing is influenced by globalization and access to social media. The findings aim to provide a deeper understanding of language interaction within the local community and its impact on cultural identity and communication in the modern era.
COMPLIMENT SPEECH ACTS: GENDER REPRESENTATION AND SELF IMAGE OF JISOO BLACKPINK IN INSTAGRAM COMMENT SECTIONS Fajriani Fitri
Research on English Language Education Vol 7 No 1 (2025): Research on English Language Education
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/relation.v7i1.2560

Abstract

This study examines expressive speech acts of compliment directed at Jisoo Blackpink, using speech act theory and gender representation theory. Using descriptive qualitative research methods and documentation techniques, this study analyzed 100 comments on 8 of Jisoo Blackpink's Instagram posts. The findings show that most of the compliments focused on her physical appearance, self-image, reinforcing traditional gender roles that prioritize beauty over talent. However, some comments also recognized Jisoo's personality and fashion, which are considered very attractive. This study provides insights into how compliments contribute to gender representations and self-image in the comment sections of Jisoo's Instagram posts. It also highlights the complex relationship between beauty, talent and gender in the portrayal of female idols.
Semiotika Budaya Masyarakat Melayu dalam Lirik Lagu “Kuala Tungkal” Fajriani Fitri; Ayu Roselani, Ni Gusti
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6069

Abstract

Penelitian ini menganalisis lirik lagu Kuala Tungkal (Negeri Sarat Budaye) karya Kichky Gunawan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Lagu ini merepresentasikan nilai-nilai budaya Melayu, ragam budaya, dan kebiasaan masyarakat Kuala Tungkal. Secara denotasi, lirik ini menggambarkan kehidupan masyarakat Kuala Tungkal yang erat dengan budaya. Konotasinya menampilkan simbol-simbol budaya yang memperkuat identitas Melayu, seperti toleransi dan keramahan. Pada tingkat mitos, lirik membangun citra sosial sebagai sifat alami masyarakat Kuala Tungkal, yang lahir dari konstruksi sosial, sejarah terdahulu, dan interaksi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik catat untuk menganalisis data secara sistematis. Hasilnya menunjukkan bahwa lagu ini tidak hanya mencerminkan budaya lokal, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian identitas budaya Melayu Kuala Tungkal.
Bahasa, Identitas, dan Slang Politik : Transformasi Linguistik Digital di Youtube Fajriani Fitri
Indonesian Journal of Linguistics Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Linguistics
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijl.v2i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, makna, dan fungsi slang politik dalam komentar pengguna YouTube, serta mengungkap bagaimana bahasa tersebut merefleksikan identitas politik penggunanya. Data penelitian berupa tuturan dalam komentar pada video YouTube yang membahas isu cek stimulus di Amerika Serikat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teknik crawling menggunakan YouTube Data API v3 untuk mengumpulkan komentar-komentar yang mengandung bahasa slang dengan konteks politik. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola kebahasaan, makna yang terkandung, serta fungsi sosial yang muncul dalam penggunaan slang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slang politik tidak sekadar bahasa informal, melainkan sarana ekspresi identitas politik, ideologi, serta sikap masyarakat terhadap kekuasaan. Komentar-komentar dengan slang memperlihatkan adanya konstruksi identitas digital, baik sebagai bentuk kritik, dukungan, maupun sindiran terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, slang berfungsi dalam membangun solidaritas kelompok dan memperkuat narasi kritik di ruang publik digital. Media sosial seperti YouTube menjadi wadah penting bagi wacana politik, di mana bahasa berperan dalam membentuk opini publik. Dalam konteks big data, ribuan komentar yang dianalisis mencerminkan pola linguistik yang lebih luas dan dapat dipetakan untuk memahami dinamika opini publik. Selain itu, slang berfungsi dalam membangun solidaritas kelompok dan memperkuat narasi kritik di ruang publik digital. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai hubungan antara bahasa, identitas, politik, dan transformasi linguistik digital di era big data.