Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Correlation of Student Learning Outcomes with Motivation (Case Study at SMP Ar-Rahman Medan) Hernawan Syahputra Lubis; Kamil; Dara Mayang Sari
International Journal of Society and Law Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/ijsl.v2i1.103

Abstract

The purpose of this study is to find a correlation between student learning outcomes and the motivation given by Islamic religious education teachers with a case study of Ar-Rahman Medan Junior High School. This research approach uses a qualitative model of correlational design. The population in this study was all students of Ar-Rahman Medan Junior High School, with samples taken using simple random sampling techniques. Data collection was carried out through questionnaires to measure the level of student learning motivation, as well as documentation of student learning outcomes. The results of the research conducted show that Islamic religious education teachers are very important in the teaching and learning process in schools, and Islamic religious education teachers must be able to overcome problems experienced by students in order to improve student learning outcomes. Data collection was carried out through questionnaires to measure the level of student learning motivation, as well as documentation of student learning outcomes. The results showed a positive and significant value between student learning outcomes and the provision of learning motivation at Ar-Rahman Medan Junior High School, with a correlation coefficient value of 0.71. The provision of learning motivation contributes 50.41% to student learning outcomes at Ar-Rahman Medan Junior High School.
PENDAMPINGAN EMOSI DAN KARAKTER ISLAMI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C MUZDALIFAH KECAMATAN MEDAN AMPLAS Rika Widya; Salma Rozana; Hadi Saputra Panggabean; Hernawan Syahputra Lubis
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1057

Abstract

Anak tunagrahita memerlukan dukungan emosional yang konkret, berulang, dan sesuai dengan kemampuan adaptifnya. Tim pengabdian melaksanakan pendampingan emosi dan karakter Islami di SLB C Muzdalifah, Kecamatan Medan Amplas, pada 15 Juni 2026. Program ini bertujuan membantu anak mengenali emosi, mengungkapkan kebutuhan, menenangkan diri, serta mengaitkan pengalaman emosional dengan nilai sabar, kasih sayang, sopan santun, tanggung jawab, dan kebiasaan meminta maaf. Tim menerapkan pendekatan partisipatif, adaptif, dan berbasis pengalaman melalui media visual, cerita sosial, pemodelan perilaku, latihan jeda dan pernapasan, penguatan positif, serta refleksi bersama guru. Tim mengevaluasi pelaksanaan melalui observasi proses, respons terhadap instruksi, penggunaan bantuan visual, dan tingkat dukungan yang anak perlukan. Program ini menghasilkan Model SAHATI yang meliputi enam langkah, yaitu sadari emosi, akui dan ungkapkan, hentikan respons impulsif, arahkan perilaku Islami, teladankan dan ulangi, serta integrasikan dalam rutinitas. Tanpa mengklaim efektivitas kuantitatif, model ini menawarkan panduan praktis, terstruktur, konsisten, kontekstual, dan berkelanjutan bagi sekolah dan keluarga mereka
Implementasi Kegiatan Pendidikan Luar Sekolah Sebagai Upaya Pembentukan Akhlak Siswa di SMA Negeri 1 Medan Hernawan Syahputra Lubis; Hadi Saputra Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.2089

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk implementasi, mekanisme pembentukan nilai, faktor pendukung, serta kebutuhan evaluasi kegiatan pendidikan luar sekolah di SMA Negeri 1 Medan. Istilah pendidikan luar sekolah dalam artikel ini digunakan secara operasional untuk menunjuk kegiatan pendidikan yang diselenggarakan sekolah di luar pembelajaran intrakurikuler reguler, seperti pembiasaan, kegiatan keagamaan, bakti sosial, organisasi siswa, olahraga, kepedulian lingkungan, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumen. Data diperoleh dari dokumentasi resmi sekolah, publikasi program di SMA Negeri 1 Medan, kebijakan penguatan karakter, dan artikel ilmiah terbitan 2021-2026. Analisis dilakukan melalui seleksi dokumen, pengodean tematik, pemetaan hubungan antara aktivitas dan nilai akhlak, serta pemeriksaan konsistensi antarsumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan yang terdokumentasi mencakup bakti sosial, pembelajaran berbasis kearifan lokal, kegiatan pecinta alam, olahraga, pemanfaatan fasilitas keagamaan, dan pembiasaan karakter. Kegiatan tersebut menyediakan ruang pengalaman untuk menumbuhkan religiusitas, empati, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, toleransi, kepedulian sosial, dan kepedulian lingkungan. Meskipun demikian, dokumentasi yang tersedia lebih kuat dalam menjelaskan pelaksanaan program daripada membuktikan perubahan akhlak siswa. Artikel ini menawarkan siklus pembentukan akhlak berbasis kegiatan yang meliputi perencanaan nilai, partisipasi nyata, keteladanan, refleksi, pembiasaan, dan evaluasi perilaku. Sekolah disarankan mengembangkan indikator moral knowing, moral feeling, dan moral action agar dampak program dapat dinilai secara lebih terukur. This study examines the forms of implementation, value-formation mechanisms, supporting factors, and evaluation needs of out-of-class educational activities at SMA Negeri 1 Medan. In this article, out-of-school education is operationally defined as school-organized educational activities conducted beyond regular intraclass instruction, including habituation, religious activities, social service, student organizations, sports, environmental engagement, and experiential learning. The study employed a descriptive qualitative approach using document analysis. Data were drawn from official school documentation, published programs conducted at SMA Negeri 1 Medan, character-strengthening policies, and scientific articles published between 2021 and 2026. The analysis involved document selection, thematic coding, mapping relationships between activities and moral values, and checking consistency across sources. The findings indicate that documented activities include social service, local-wisdom-based learning, environmental clubs, sports, the use of religious facilities, and character habituation. These activities provide experiential spaces for developing religiosity, empathy, responsibility, discipline, cooperation, tolerance, social concern, and environmental awareness. However, the available documentation is stronger in describing program implementation than in demonstrating changes in students’ moral character. This article proposes an activity-based moral development cycle consisting of value planning, authentic participation, exemplary guidance, reflection, habituation, and behavioral evaluation. The school is advised to develop indicators of moral knowing, moral feeling, and moral action so that program effects can be assessed more systematically.