Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan psikologis sebagai konsekuensi perubahan biologis, psikologis, dan sosial pada masa transisi menuju dewasa. Stres akibat tekanan akademik dan dinamika hubungan sebaya dapat berkembang menjadi respons perilaku maladaptif, termasuk perilaku agresivitas, yang berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis dan proses pembelajaran. Intervensi kesehatan mental berbasis sekolah diperlukan untuk mendukung kemampuan remaja dalam mengenali dan memberikan pertolongan awal terhadap masalah kesehatan mental. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Mental Health First Aid (MHFA) dalam menurunkan tingkat stres dan perilaku agresivitas pada remaja sekolah menengah atas. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group. Sampel pada penelitian ini terdiri atas 35 siswa SMA Negeri 26 Kota Batam yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan Aggression Questionnaire (AQ). Analisis meliputi univariat, Wilcoxon Signed-Rank Test, Mann–Whitney U Test, dan MANOVA. Hasil: penelitian ini pada kelompok intervensi menunjukkan penurunan median skor stres dari 17,5 (IQR 14,0–29,8) menjadi 13,0 (IQR 11,0–23,0) (p 0,001), sedangkan skor agresivitas menurun dari 89,5 (IQR 89,0–93,0) menjadi 72,5 (IQR 71,0–86,2) (p 0,001). Uji Mann–Whitney menunjukkan perubahan skor stres yang lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kontrol (U = 9,00; p 0,001) dan perbedaan perubahan skor agresivitas yang signifikan secara simultan (p 0,001). Kesimpulan: kelompok intervensi yang mendapatkan Mental Health First Aid (MHFA) menunjukan penurunan tingkat stress dan perilaku agresivitas. Diskusi: Mental Health First Aid memiliki potensi sebagai pendekatan promotive dan preventif berbasis sekolah serta salah satu strategi dalam mendukung kesehatan mental remaja yang dapat diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan