Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menjadi Remaja Peduli Kesehatan Mental Melalui Program Mental Healt First Aid Mira Agusthia; Siska Natalia; Julia Hermalina; Nur Latifa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8py2wp38

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat. Kurangnya pengetahuan serta stigma terhadap isu kesehatan mental membuat remaja enggan mencari bantuan, sehingga risiko gangguan mental meningkat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan mental, membangun kesadaran, serta melatih keterampilan coping adaptif melalui pendekatan interaktif dan partisipatif. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 26 Kota Batam dengan melibatkan 35 siswa kelas XI–XII sebagai partisipan. Metode intervensi meliputi edukasi interaktif, workshop teknik koping (mindfulness, journaling, relaksasi napas), diskusi kelompok, dan pembentukan peer support. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-post test untuk mengukur pengetahuan dan sikap, serta Focus Group Discussion untuk pengalaman subjektif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap positif terhadap kesehatan mental (p < 0,01), kemampuan mengidentifikasi tanda stres, serta keterampilan coping adaptif. Diskusi kelompok mendukung terbentuknya lingkungan yang aman untuk berbagi pengalaman, meski beberapa partisipan masih mengalami hambatan akibat stigma internal. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan peer support efektif meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan mental dan memberikan dasar bagi pengembangan program berkelanjutan di sekolah
Work Health Awareness Low Back Pain di Pertamina Fuel Terminal Pulau Sambu Rachmawaty M. Noer; Faiz Muhammad; Julia Hermalina; Melidiya Anggun Sapitri; Alyssa Bening; Yulia Seri Amanda; Tatiana Panova
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/217czx22

Abstract

Akibat postur kerja yang tidak ergonomis, beban fisik yang signifikan, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan kerja, sakit punggung bawah (LBP) adalah keluhan muskuloskeletal yang paling umum dialami oleh pekerja. Kondisi seperti ini dapat mengurangi produktivitas dan meningkatkan risiko cedera jangka panjang. Mahasiswa Universitas Awal Bros melakukan inisiatif sosial di PT Pertamina Fuel Terminal yang berlokasi di Pulau Sambu untuk meningkatkan kesadaran karyawan tentang pencegahan LBP melalui pelatihan "Pengetahuan Kesehatan Kerja" yang berbasis proyek. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pengetahuan tambahan, materi interaktif, latihan postur kerja, dan peregangan ergonomis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan karyawan setelah pelatihan; karyawan lebih memahami faktor risiko, postur kerja yang tepat, dan pentingnya berperilaku aman di tempat kerja. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pengetahuan individu tetapi juga mendukung implementasi budaya K3 di lingkungan kerja. Kesimpulannya, edukasi “Work Health Awareness” terbukti efektif sebagai strategi preventif dalam menurunkan risiko LBP dan dapat dijadikan program berkelanjutan dalam peningkatan kesehatan kerja karyawan.
EFEKTIVITAS MENTAL HEALTH FIRST AID TERHADAP TINGKAT STRES DAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA DI SMA X KOTA BATAM Mira Agusthia; Rachmawaty M Noer; Siska Natalia; Julia Hermalina
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8378

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan psikologis sebagai konsekuensi perubahan biologis, psikologis, dan sosial pada masa transisi menuju dewasa. Stres akibat tekanan akademik dan dinamika hubungan sebaya dapat berkembang menjadi respons perilaku maladaptif, termasuk perilaku agresivitas, yang berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis dan proses pembelajaran. Intervensi kesehatan mental berbasis sekolah diperlukan untuk mendukung kemampuan remaja dalam mengenali dan memberikan pertolongan awal terhadap masalah kesehatan mental. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Mental Health First Aid (MHFA) dalam menurunkan tingkat stres dan perilaku agresivitas pada remaja sekolah menengah atas. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group. Sampel pada penelitian ini terdiri atas 35 siswa SMA Negeri 26 Kota Batam yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan Aggression Questionnaire (AQ). Analisis meliputi univariat, Wilcoxon Signed-Rank Test, Mann–Whitney U Test, dan MANOVA. Hasil: penelitian ini pada kelompok intervensi menunjukkan penurunan median skor stres dari 17,5 (IQR 14,0–29,8) menjadi 13,0 (IQR 11,0–23,0) (p 0,001), sedangkan skor agresivitas menurun dari 89,5 (IQR 89,0–93,0) menjadi 72,5 (IQR 71,0–86,2) (p 0,001). Uji Mann–Whitney menunjukkan perubahan skor stres yang lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kontrol (U = 9,00; p 0,001) dan perbedaan perubahan skor agresivitas yang signifikan secara simultan (p 0,001). Kesimpulan: kelompok intervensi yang mendapatkan Mental Health First Aid (MHFA) menunjukan penurunan tingkat stress dan perilaku agresivitas. Diskusi: Mental Health First Aid memiliki potensi sebagai pendekatan promotive dan preventif berbasis sekolah serta salah satu strategi dalam mendukung kesehatan mental remaja yang dapat diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan