Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIFFERENCE IN POST-HARVEST PROCESSING ON COFFEE FLAVOR PREFERENCE: English Bumi, Salsabila; Kurniaditya, Viki; Rizkaprilisa, Windy; Luwidharto, Joshua
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i1.332

Abstract

Coffee is one of the most popular products among consumers, mainly due to its unique flavor profile. Several factors, including plant variety, environmental conditions, and postharvest processing methods, determine this uniqueness. Post-harvest processing, which involves the transformation of coffee beans from cherries to roasted beans, significantly affects the taste, aroma, and body of the coffee. Processing methods such as the wet (full washed) and dry (natural) processes produce distinct flavor characteristics. The wet process tends to yield a clean taste with a bright acidity, while the dry process emphasizes sweetness and fruit complexity. Understanding the impact of these processing methods is essential for coffee producers and the industry to create high-quality products that align with consumer preferences.
Pengembangan Sistem HACCP untuk Meningkatkan Standar Keamanan Pangan di UMKM PS MAS: Studi pada Produk Abon Sapi: INDONESIA Kurniaditya, Viki; Rizkaprilisa, Windy; Luwidharto, Joshua; Bumi, Salsabila; Aristawati, Talitha
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i2.406

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam industri pangan, khususnya pada produk berbasis daging seperti abon sapi yang rentan terhadap kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses produksi abon sapi di UMKM PS MAS, Surakarta, guna memastikan keamanan pangan dan meningkatkan kualitas produk. Metode penelitian mencakup wawancara, observasi langsung, studi pustaka, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menentukan titik kendali kritis (Critical Control Points/CCPs). Potensi bahaya terjadi pada tahap perebusan, penggilingan, pengeringan, dan pengemasan. Perebusan menjadi CCP untuk eliminasi mikroorganisme patogen Salmonella dan E. coli, sedangkan penggilingan dan pengeringan mengurangi kadar air produk selama penyimpanan. Implementasi HACCP dapat mengurangi kontaminasi, memperpanjang masa simpan, dan menjaga kualitas organoleptik produk. Penelitian ini memberikan panduan bagi UMKM untuk menerapkan HACCP secara sistematis, mendukung peningkatan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun internasional, serta memenuhi standar keamanan pangan sesuai regulasi.
Aplikasi Oleogel Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Kombinasi Gelator Cocoa Butter dan Beeswax dalam Pembuatan White Chocolate Spread Kurniaditya, Viki; Bumi, Salsabila Amalia Putri; Prasetya, Bintang Galang Indra
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.616

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak nabati dengan potensi besar pada bidang pangan dan kesehatan. Salah satu tantangan dalam pengaplikasian VCO yaitu sifatnya yang cair pada suhu kamar. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan struktur produk yang dihasilkan. Pembentukan oleogel dengan bantuan kombinasi oleogelator seperti lemak kakao/ cocoa butter dan lilin lebah/ beeswax dapat menjadi solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi kombinasi gelator tersebut terhadap karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil pada pembuatan selai cokelat putih/ white chocolate spread. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan data dianalisis dengan One Way Analysis of Variance (ANOVA). Analisis uji sampel menggunakan Universal Testing Machine, metode DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl), polarized light microscope, sentrifugasi, slip melting point, scanning electron microscope, hingga analisis profil tekstur. Hasil penelitian menunjukan kombinasi Beeswax (BW) dan Cocoa Butter (CB) sebagai oleogelator memengaruhi struktur kristal pada selai cokelat. Peningkatan konsentrasi BW menyebabkan kristal berbentuk jarum lebih banyak, kristal lebih padat dengan ukuran lebih panjang, terdistribusi merata, dan oleogel VCO yang dihasilkan lebih stabil. Kekerasan, dan titik leleh oleogel VCO meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi BW dalam oleogelator. Oleogel VCO terbaik diperoleh dari kombinasi 9% BW dan 1% CB (BW9CB1) yang berpengaruh nyata terhadap kekerasan, kohesivitass dan adhesivitas. Hasil tersebut memperkuat penggunaan oleogel VCO dengan kombinasi BW dan CB dapat meningkatkan tekstur produk akhir selai cokelat putih.