Lejap, Gracianus Edwin Tue P.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatkan pemahaman kekerasan seksual melalui layanan informasi di SMA Negeri Keberbakatan Olahraga Kota Kupang Egor, Audriana A.Carla; Lio, Stefanus; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i2.1308

Abstract

Education in Indonesia is tarnished by the many cases of sexual violence experienced by students from elementary school to college. Based on the results of initial observations, students showed attitudes or actions of sexual violence in dormitories and at school. Examples of sexual violence that occurred were verbal and nonverbal. Verbal sexual violence such as calling with rude names or dirty words. This study aims to determine the effect of information services on increasing the understanding of sexual violence of Class XII students of UPTD SMA Negeri Keberbakatan Olahraga Kota Kupang in the 2024/2025 Academic Year. The method used in this study was a quantitative one-group pretest-posttest experiment. The results showed that the t-count value was 46.483 and the sig. value was 0.000 0.005. while the t-table value was at the 5% level with df = 2.073. Thus, the t-count value t-table. This shows that the provision of information services has an effect on increasing the understanding of sexual violence among class XII students of the UPTD SMA Negeri Keberbakatan Olahraga Kota Kupang in the 2024/2025 academic year.ABSTRAKPendidikan di Indonesia tercoreng dengan banyaknya kasus kekerasan seksual yang dialami oleh peserta didik dari tingkat sekolah dasar hingga Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil observasi awal, peserta didik menunjukan sikap atau tindakan kekerasan seksual di asrama dan di sekolah. Contoh kekerasan seksual yang terjadi berupa verbal dan nonverbal. Kekerasan seksual verbal seperti memanggil dengan sebutan kasar atau kata-kata kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap peningkatan pemahaman kekerasan seksual peserta didik Kelas XII UPTD SMA Negeri Keberbakatan Olahraga Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen one-group pretetst-posstets. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung sebesar 46,483 dan nilai sig. 0,000 0,005. sedangkan nilai ttabel pada taraf 5% dengan df = 2,073. Dengan demikian nilai thitung ttabel. Hal ini menunjukan bahwa pemberian layanan informasi berpengaruh untuk meningkatkan pemahaman kekerasan seksual peserta didik kelas XII UPTD SMA Negeri Keberbakatan Olahraga Kota Kupang tahun pelajaran 2024/2025.
EKSPLORASI FAKTOR SOSIAL-PSIKOLOGIS DIBALIK PERILAKU MEMBOLOS: STUDI KASUS PADA SISWA DENGAN KEJADIAN BERULANG Soge, Yohanes B.I.G; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i12.1256-1263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi perilaku membolos siswa di SMP Negeri 16 Kupang, dan menganalisis bagaimana dinamika sosial, psikologis, dan lingkungan sekolah berkontribusi terhadap munculnya dan terulangnya perilaku tersebut. Ruang lingkup penelitian meliputi identifikasi penyebab, pola perilaku, dan implikasi pendidikan dari fenomena membolos. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling, terdiri dari tujuh siswa dengan riwayat membolos berulang, tiga konselor bimbingan, dan informan pendukung seperti kepala sekolah, wali kelas, dan guru mata pelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa membolos tidak hanya dipicu oleh keputusan individu, tetapi juga respons terhadap tekanan teman sebaya, dinamika pertemanan, dan iklim kelas yang tidak mendukung. Faktor psikologis seperti kecemasan terhadap guru, kebosanan dalam belajar, tujuan belajar yang rendah, dan efikasi diri akademik berkontribusi terhadap perilaku menghindar. Lebih lanjut, kondisi keluarga dengan pengawasan yang rendah dan tuntutan pekerjaan rumah juga berkontribusi terhadap ketidakhadiran siswa. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa membolos merupakan fenomena multidimensi yang membutuhkan intervensi komprehensif. Upaya pencegahan perlu mengintegrasikan perbaikan iklim sekolah, penguatan hubungan guru-siswa, peningkatan kapasitas psikologis siswa, dan pemberian dukungan keluarga untuk mengurangi ketidakhadiran dan meningkatkan kesejahteraan akademik siswa secara berkelanjutan.
FENOMENA DEGRADASI TATA KRAMA: SEBUAH STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kolo, Yosefa Ani; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i12.1279-1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri dinamika serta berbagai faktor yang memicu menurunnya tata krama siswa, berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. Fokus kajian diarahkan pada bentuk-bentuk perilaku dan penyebab degradasi sopan santun siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 16 Kupang, beserta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Ruang lingkup penelitian mencakup pola interaksi siswa dengan teman sebaya, hubungan dengan guru, serta perilaku umum di lingkungan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi, penelitian ini menemukan adanya penurunan etika berinteraksi ditandai penggunaan bahasa kasar, menurunnya rasa hormat terhadap guru, meningkatnya pelanggaran tata tertib, dan kerap terjadi konflik verbal antarsiswa. Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap fenomena ini antara lain pengaruh budaya digital, kurangnya pengawasan dan ketegasan penerapan aturan, serta minimnya pembinaan karakter. Dampaknya tampak pada merosotnya kualitas pembelajaran, terganggunya suasana kelas, dan melemahnya hubungan sosial yang harmonis di sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa penurunan tata krama merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama melalui penguatan pendidikan karakter, konsistensi dalam menerapkan aturan sekolah, serta pendampingan terkait etika komunikasi di era digital
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP CYBERBULLYING DI KALANGAN PELAJAR SMP Nahak, Yohana Y.N.; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i12.1295-1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk, pola, motif, serta dampak cyberbullying pada siswa SMP, serta mengidentifikasi upaya penanganan yang dilakukan sekolah. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif di SMP Negeri 16 Kupang. Informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari siswa kelas VIII, guru BK, dan wali kelas. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying muncul dalam bentuk penghinaan melalui pesan digital, penyebaran foto tanpa izin, pengucilan dalam grup, dan penggunaan akun palsu. Interaksi digital siswa sangat intens dan terkait erat dengan dinamika sosial di dunia nyata. Motif pelaku meliputi balas dendam, kebutuhan pengakuan kelompok, serta tindakan iseng yang berulang. Dampak terhadap korban mencakup kecemasan, penurunan motivasi belajar, menarik diri dari pergaulan, dan perubahan perilaku digital. Sekolah telah melakukan konseling, mediasi, dan pemanggilan orang tua, namun program literasi digital belum berjalan optimal. Kesimpulannya, cyberbullying merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi interaksi pertemanan dan penggunaan media digital, sehingga penanganannya memerlukan pendekatan komprehensif melibatkan sekolah, orang tua, dan siswa.
PERAN KONSELOR SEKOLAH DALAM MENANGANI PACARAN TIDAK SEHAT DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PADA SISWA SMP Tukan, Maria A. Date; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i12.1264-1271

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana konselor sekolah menjalankan perannya dalam menangani perilaku pacaran tidak sehat di era digital pada siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Negeri 16 Kupang, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan penelaahan dokumen. Analisis dilakukan dengan model Miles Huberman yang mencakup proses reduksi data, penyajian informasi, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bentuk perilaku pacaran tidak sehat yang paling sering muncul adalah kontrol berlebihan melalui media sosial, tuntutan berbagi kata sandi, pemantauan aktivitas digital, konflik yang terjadi di ruang daring, dan tekanan emosional. Dampak dari perilaku tersebut tampak pada ketidakstabilan emosi siswa, kecenderungan menarik diri dari pergaulan, serta menurunnya kehadiran dan motivasi belajar. Temuan lain menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai hubungan yang sehat masih sangat terbatas. Dalam situasi ini, konselor sekolah memiliki peran kunci melalui program preventif berupa edukasi dan bimbingan klasikal, serta intervensi kuratif seperti asesmen, konseling individu dan kelompok, kunjungan rumah, hingga mediasi restoratif. Penelitian menyimpulkan bahwa intervensi konselor yang terencana dan berkesinambungan mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang relasi yang sehat sekaligus menekan dampak negatif pacaran tidak sehat terhadap fungsi sosial dan prestasi akademik mereka