Penyesuaian diri dibutuhkan oleh semua orang di setiap pertumbuhan manapun terutama pada masa remaja, karena pada saat ini remaja dihadapkan pada berbagai kegoncangan dan perubahan di dalam dirinya, baik perubahan fisik, psikologis maupun sosial. Perubahan-perubahan yang begitu cepat menuntut kemampuan individu mengikuti perubahan tersebut, tanpa kemampuan mengikuti perubahan tersebut individu akan mengalami kesukaran dan masalah-masalah pribadi maupun sosial. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang mengindikasikan ketidak mampuan remaja dalam menyesuaikan diri dan kurangnya menjaga emosi mereka. Keberhasilan seseorang dalam penyesuaian diri dipengaruhi oleh baik buruknya emosional yang dimiliki.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan tingkat penyesuaian diri pada remaja serta untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri siswa/siswi Pondok Pesantren As-Syafi’iyah 02 Pondok Gede, Bekasi. Dengan sampel sebanyak 65 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, sedangkan metode analisa yang digunakan adalah analisa korelasional dengan menggunakan SPS versi 17. Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan tingkat penyesuaian diri digunakan skor standard berupa skor T.Dari hasil analisis korelasi hubungan antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri mempunyai korelasi sebesar 0,764, sedangkan rtabel pada taraf signifikansi 5% untuk sampel sebesar 65 orang adalah sebesar 0,244. Berdasarkan hasil uji SPSS didapat Fhitung sebesar 88,158 df 1 dan 63 dengan taraf signifikansi 0,05, didapat nilai 3,993. Fhitung = 88,158 > Ftabel = 3,993 maka sumbangan yang diberikan kecerdasan emosi terhadap penyesuaian diri siswa/siswi di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah sebesar 58,3%. Sedangkan faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian diri selain kecerdasan emosi sebesar 41,7%.