Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA/SISWI PONDOK PESANTREN Lestari, Faradila Ishara
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42558

Abstract

Penyesuaian diri dibutuhkan oleh semua orang di setiap pertumbuhan manapun terutama pada masa remaja, karena pada saat ini remaja dihadapkan pada berbagai kegoncangan dan perubahan di dalam dirinya, baik perubahan fisik, psikologis maupun sosial. Perubahan-perubahan yang begitu cepat menuntut kemampuan individu mengikuti perubahan tersebut, tanpa kemampuan mengikuti perubahan tersebut individu akan mengalami kesukaran dan masalah-masalah pribadi maupun sosial. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang mengindikasikan ketidak mampuan remaja dalam menyesuaikan diri dan kurangnya menjaga emosi mereka. Keberhasilan seseorang dalam penyesuaian diri dipengaruhi oleh baik buruknya emosional yang dimiliki.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan tingkat penyesuaian diri pada remaja serta untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri siswa/siswi Pondok Pesantren As-Syafi’iyah 02 Pondok Gede, Bekasi. Dengan sampel sebanyak 65 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, sedangkan metode analisa yang digunakan adalah analisa korelasional dengan menggunakan SPS versi 17. Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan tingkat penyesuaian diri digunakan skor standard berupa skor T.Dari hasil analisis korelasi hubungan antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri mempunyai korelasi sebesar 0,764, sedangkan rtabel pada taraf signifikansi 5% untuk sampel sebesar 65 orang adalah sebesar 0,244. Berdasarkan hasil uji SPSS didapat Fhitung sebesar 88,158 df 1 dan 63 dengan taraf signifikansi 0,05, didapat nilai 3,993. Fhitung = 88,158 > Ftabel = 3,993 maka sumbangan yang diberikan kecerdasan emosi terhadap penyesuaian diri siswa/siswi di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah sebesar 58,3%. Sedangkan faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian diri selain kecerdasan emosi sebesar 41,7%.
Transformation of Social Interaction Patterns of the Young Generation in the Digital Age: An Analysis of the Influence of Social Media on Social Life and Local Culture Suat, Hatty; Khairunnisa, Atikah; Rieuwpassa, Sarmalina; Lestari, Faradila Ishara
Socious Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Socious Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/gbgyrh47

Abstract

Advances in digital technology, particularly social media, have brought about fundamental changes in the social interaction patterns of the younger generation. These changes not only include the way young people communicate and interact, but also have an impact on the dynamics of social life and the preservation of local culture. This study aims to analyze how social media affects the social interaction patterns of the younger generation and its implications for social life and local culture. A qualitative approach was used in this research, with literature study methods and in-depth interviews with the target group consisting of teenagers and youth in various social environments. The results show that social media facilitates wider connectivity and accelerates information exchange, enabling young people to build social relationships without geographical boundaries. However, on the other hand, high reliance on digital interactions leads to less face-to-face communication, which can reduce the depth of interpersonal relationships and weaken social ties within local communities. Exposure to global culture through social media has the potential to shift local cultural identity, both in communication patterns, lifestyles, and social values. This phenomenon can lead to changes in the mindset and behavior of the younger generation who are more likely to adopt foreign cultures than maintain their own cultural heritage. However, social media can also act as a tool to strengthen and promote local culture if utilized with the right strategy. A balanced approach is needed between the utilization of social media and the preservation of local culture, both through digital education and policies that support cultural integration in the digital world