Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Bahaya Minuman Beralkohol pada Masyarakat Suat, Hatty; Haulussy, Rais; Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Suat, Rahmawati; Sallo, Andi Kamal M.
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v2i4.410

Abstract

Enforcement of Ambon City Regional Regulation number 2 of 2015 concerning the control and supervision of alcoholic beverages. The purpose of PkM is through Health education to increase the knowledge of residents and to avoid and stop consuming alcoholic beverages. The method used is to conduct counseling by gathering residents and entering most of the residents' homes to provide a basic understanding of the negative impacts of alcoholic beverages on health. In this activity, the discussion method is used. The results that in the process of health education on the dangers of alcoholic beverages, the participants were very active in participating in the activity can be seen from several questions asked both from residents and from young people who feel very uneasy with their residential environment. The community service activities carried out can be concluded that this PkM activity can provide knowledge for teenagers about the impacts of consuming alcoholic beverages and provide understanding for the community, especially in supervising the association of children and the community itself in the social environment.
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000-an. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap, Ambon. Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari “orang Ambon,” dengan menanamkan nilai hidup orang basudara sebagai simpul identitas kolektif yang khas. Pasca konflik, integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai, kerja sama, dan solidaritas antar sesama migran, baik lama maupun baru. Namun demikian, migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik, emotif, dan reaktif terhadap perbedaan, sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil, tetap berisiko bagi kohesi masyarakat. Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik. Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai-nilai lokal seperti hidup orang basudara sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi.
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000-an. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap, Ambon. Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari “orang Ambon,” dengan menanamkan nilai hidup orang basudara sebagai simpul identitas kolektif yang khas. Pasca konflik, integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai, kerja sama, dan solidaritas antar sesama migran, baik lama maupun baru. Namun demikian, migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik, emotif, dan reaktif terhadap perbedaan, sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil, tetap berisiko bagi kohesi masyarakat. Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik. Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai-nilai lokal seperti hidup orang basudara sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi.
Implementation of Corruption Prevention in Health High Schools Makassar South Sulawesi Suat, Hatty; Rieuwpassa, Sarmalina; Haulussy, Rais Rahman; Suat, Rahmawati; Borut, Mohamad; Anurogo, Dito; Verawati, Verawati
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i1.296

Abstract

One of the efforts we must make to eradicate corruption is to increase the anti-corruption movement. Efforts to eradicate corruption cannot rely solely on enforcement efforts that fall under the authority of law enforcement institutions. Efforts to prevent corruption by participating in building an anti-corruption culture in society are an important factor in efforts to eradicate corruption. As an element of society, students are expected to act as agents of change and driving forces for the anti-corruption movement in society. To be able to play an active role, students need to be equipped with sufficient knowledge about the ins and outs of corruption and its eradication. Anti-corruption education is intended so that students can clearly understand the problems of corruption that are occurring and efforts to prevent them. This article explains anti-corruption education and also to find out how anti-corruption education is taught on campus. Efforts to equip students can be achieved in various ways, including: outreach activities, campaigns, seminars or lectures. Anti-corruption education for students aims to provide sufficient knowledge about the ins and outs of corruption and its eradication as well as instilling anti-corruption values. The long-term goal is to foster an anti-corruption culture among students and encourage students to play an active role in efforts to eradicate corruption in Indonesia.
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000 an Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif wawancara mendalam dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap Ambon Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari orang Ambon dengan menanamkan nilai hidup orang basudara< em> sebagai simpul identitas kolektif yang khas Pasca konflik integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai kerja sama dan solidaritas antar sesama migran baik lama maupun baru Namun demikian migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik emotif dan reaktif terhadap perbedaan sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil tetap berisiko bagi kohesi masyarakat Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai nilai lokal seperti hidup orang basudara< em> sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi < p>