Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Sebagai Dasar Penentuan Perbaikan Jalan Kabupaten (Ruas Jalan Leworeng-Kessing Kab.Soppeng) Iskandar, Andi Cempana Sari; Andi Batari Angka; Muhammad Risal; Fachri Risky; Muhammad Alif Ash’Siddiq
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/jacee.v4i2.5128

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada diatas permukaan tanah atau air. Untuk memastikan kondisi jalan dalam keadaan baik dan optimal, maka perlu dilakukan penilaian terhadap kondisi perkerasan jalan yang didasarkan pada survey visual kerusakan jalan, salah satu metode yang digunakan yaitu metode Pavement Condition Index (PCI). Ruas jalan Leworeng-Kessing merupakan jalan yang terletak di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan. Ruas jalan ini mengalamai kerusakan yang disebabkan beberapa faktor salah satunya, volume kendaraan yang mulai meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan dan memperoleh tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan metode PCI pada ruas jalan Leworeng-Kessing. Hasilnya diperoleh 5 jenis kerusakan jalan yaitu, retak kulit buaya, retak pinggir, retak memanjang dan melintang, tambalan dan tambalan galian utilitas, dan lubang. Tingkat kerusakan terendah terdapat pada 1 segmen dengan nilai PCI 26% yang dikategorikan sangat buruk, sedangkan tingkat kerusakan tertinggi terdapat pada 35 segmen dengan nilai PCI 0%,2%,3%,dan 4%, yang dikategorikan gagal dengan rata-rata nilai PCI sebesar 1% dengan kategori gagal, maka perlu dilakukan rekonstruksi dengan menggunakan perkerasan rigid
PENGARUH PRETREATMENT TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI BATANG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Abdul Azis; Afrianti S. Lamuru; Mahirullah; Andi Batari Angka; Nur Aisyah; Rahmila
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas karbon aktif dari batang eceng gondok yang melalui proses pretreatment dan tanpa pretreatment. Eceng gondok dipilih karena merupakan limbah biomassa yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pretreatment dilakukan untuk menghilangkan pengotor yang menutupi struktur selulosa, sedangkan aktivasi dengan asam asetat bertujuan menghasilkan arang aktif yang memiliki luas permukaan besar. Proses pretreatment dilakukan dengan pemanasan terbuka dalam variasi konsentrasi larutan NaOH (3, 5, 7, 9, dan 11%) selama 60 menit lalu ditentukan kadar selulosanya secara gravimetri untuk mengetahui konsentrasi NaOH yang optimal dan digunakan dalam proses pembuatan arang aktif. Proses aktivasi menggunakan metode refluks dalam larutan CH3COOH 5% dengan variasi waktu (30, 60, 90, 120 dan 150 menit). Karbon aktif yang dihasilkan dikarakterisasi berdasarkan SNI No. 06-3730-1995 yang meliputi uji daya serap iod, kadar air, kadar abu. Selain itu dilakukan uji luas permukaan menggunakan metode Brunauer-Emmett-Teller (BET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan NaOH yang efektif untuk meningkatkan kadar selulosa yaitu 7%, sedangkan waktu optimal untuk aktivasi karbon dalam larutan CH3COOH 5% yaitu 120 menit. Kualitas karbon aktif dari batang eceng gondok dengan perlakuan pretreatment maupun tanpa pretreatment telah memenuhi standar SNI No 16-3730-1995 untuk uji kadar air dan kadar abu. Karbon aktif batang eceng gondok dengan perlakuan pretreatment untuk daya serap iod telah memenuhi standar SNI No 16-3730-1995, sedangkan tanpa pretreatment tidak memenuhi parameter uji daya serap iod. Luas permukaan karbon aktif yang dihasilkan dari proses pretreatment lebih besar dibandingkan dengan tanpa pretreatment.