Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI HERBAL ASAM URAT: POTENSI DAUN SALAM, DAUN SIDAGURI DAN DAUN SONGGOLANGIT SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN Sagala, Zuraida; Indra Yani, Satya Candra; Sutriningsih, Sutriningsih; Aryanilo, Aryanilo; Atisi, Atisi; Wulandari, Ayu; Harahap, Chairunnisa; Andini, Fazri; Pramesti, Junaida; Rambu L, Liany Carolina; Khoiriza, Syifa Nur
Pharmacy Action Journal Vol 4, No 1 (2024): 2024
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v4i1.8073

Abstract

Asam urat (gout) adalah penyakit metabolisme yang ditandai dengan produksi asam urat berlebihan, biasanyadisebabkan oleh konsumsi makanan tinggi purin. Untuk mengatasi masalah ini, banyak orang beralih kepengobatan herbal karena lebih aman dan terjangkau. Penelitian menunjukkan bahwa daun salam (Syzygiumpolyanthum Wight), daun sidaguri, dan daun songgolangit memiliki potensi dalam menurunkan kadar asam urat.Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan manfaat tanaman obat tersebut kepada masyarakat, khususnya diRT 12 RW 07 Sunter Agung, serta meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan pengobatan alternatif.Sosialisasi dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2024, dengan melibatkan 20 peserta. Metode yang digunakantermasuk presentasi interaktif dan diskusi mengenai tanaman obat, serta pre-test dan post-test untuk mengukurpemahaman peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil pre-test menunjukkan hanya 40% peserta yangmengetahui tentang tanaman obat yang dapat menurunkan kadar asam urat. Namun, setelah sosialisasi, tingkatpemahaman peserta meningkat menjadi 85%. Analisis data menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 60%(pre-test) menjadi 90% (post-test), mencerminkan efektivitas metode sosialisasi. Kegiatan sosialisasi berhasilmeningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengobatan herbal, dengan 95% peserta menunjukkanpemahaman yang baik setelah kegiatan. Diharapkan informasi yang diperoleh dapat diterapkan dalamkehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendorong penggunaan tanaman obatsebagai alternatif pengobatan asam urat.
MENGATASI STRES DAN KELELAHAN DENGAN DAUN KELOR (Moringa oleifera): SOLUSI HERBAL UNTUK ANAK MUDA Anwar, Yelfi; Atisi, Atisi
Pharmacy Action Journal Vol 4, No 2 (2025): 2025
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v4i2.8333

Abstract

Stres dan kelelahan merupakan permasalahan umum di kalangan anak muda, khususnya mahasiswa. Moringa oleifera (daun kelor) dikenal memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid, asam amino, dan polifenol yang dapat menurunkan kadar hormon stres dan meningkatkan energi. Kegiatan webinar ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif herbal untuk mengatasi stres dan kelelahan. Berdasarkan pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Artikel ini memaparkan tinjauan ilmiah, hasil edukasi, dan rekomendasi pengembangan tanaman herbal lokal sebagai solusi kesehatan preventif dan promotif di kalangan anak muda.
Effectiveness of the Use of Analgetic Drugs in Sectio Caesarea (SC) Patients at RSAL Mintoharjo Atisi; Fajar Amirulah; Rizky Farmasita Budiastuti; Rangki Astiani; Atisi, Atisi
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/0jfgbm77

Abstract

Cesarean section (CS) is a common obstetric surgical procedure that is frequently associated with moderate to severe postoperative pain, which may delay early mobilization and prolong recovery. This study aimed to evaluate the effectiveness of analgetic use based on the type and number of analgetics on pain intensity and recovery time in post-cesarean section patients at RSAL Mintoharjo. This research was conducted as an observational analytic study with a prospective cohort design involving 80 post-CS patients. Data were collected through medical records, direct observation, and pain assessment using the Numeric Rating Scale (NRS) at 6 hours, 24 hours and on day 2 or 3 postoperatively. Statistical analysis was performed using univariate analysis, Chi-Square test, and one-way ANOVA. The results show that the type of analgesic significantly affects pain intensity at all measurement times (p < 0,05), with combination analgetic regimens providing better pain control that single analgetics. The number of analgetics does not affect pain intensity at 6 hours postoperatively but shows a significant effect at 24 hours and during follow-up interviews. Recovery time is not significantly influenced by the type or number of analgesics, with most patients discharged within three days. Patient age and comorbidities affect pain intensity, while cesarean history and smoking status do not. In conclusion, multimodal analgesia is effective for controlling acute postoperative pain following cesarean section, whereas recovery time is more strongly influenced by patient clinical factors