Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cyber Warfare And Its Place In Modern Geopolitics And War Aryasatya, Idden; Daryanto, Eko
Security Intelligence Terrorism Journal (SITJ) Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Politik dan Kebijakan Strategis Indonesia (POLKASI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70710/sitj.v2i1.31

Abstract

There are now major cybersecurity concerns as a result of how fast technology has changed geopolitics. Attacks against a nation's communication, infrastructure, and economy through cyber espionage, sabotage, disinformation, and DDoS attacks undermine national stability. The high level of digital integration in industrialized nations makes them easy targets, while the lack of resources and digital knowledge makes underdeveloped nations vulnerable. There has to be international collaboration on cybersecurity rules and ethics because of this chasm. While cutting-edge innovation like AI strengthens defenses, it also introduces new dangers and raises new ethical questions. This study delves into the consequences of cyberwarfare. It highlights the importance of strong cybersecurity measures, online education, and global cooperation to safeguard nations and their inhabitants against ever-changing cyber dangers.
Analisis Kebijakan Keamanan Siber Indonesia dalam Strategi Nasional Keamanan Siber Aryasatya, Idden; Riyanta, Stanislaus; Daryanto, Eko
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i3.7656

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini menganalisis kebijakan keamanan siber Indonesia melalui pendekatan Assumption Analysis dan teori ketahanan siber, dengan fokus pada implementasi Strategi Nasional Keamanan Siber (SNKS) 2023. Tujuan: Studi ini membandingkan kesiapan Indonesia dengan Malaysia, yang menunjukkan capaian lebih baik dalam tata kelola dan perlindungan data. Metode: Analisis dalam makalah ini akan didasarkan pada analisis kebijakan retrospektif dan teori ketahanan siber untuk membedah implikasi keamanan siber di Indonesia. Hasil: Temuan utama menunjukkan bahwa Indonesia menghadapi berbagai insiden siber serius pada periode 2021–2025, termasuk serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional dan kebocoran data BPJS Kesehatan. Meski SNKS telah diluncurkan, pelaksanaannya masih bersifat normatif dan belum operasional. Permasalahan seperti tumpang tindih otoritas, minimnya pelaporan insiden, dan ketimpangan digital memperlemah ketahanan siber nasional. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan pembentukan lembaga independen lintas sektor, wajibnya pelaporan insiden, adopsi standar internasional seperti NIST, penguatan SDM siber, serta integrasi kebijakan dengan Kerangka Kerja Sama Keamanan Siber ASEAN 2025. Transisi menuju paradigma ketahanan siber proaktif menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.