Kegiatan ini bertujuan menerapkan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meningkatkan kesadaran kebersihan dan kreativitas siswa di SMP Negeri 1 Sagalaherang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui sosialisasi, lomba kebersihan kelas, dan lomba karya kreatif dari barang bekas. Data diperoleh dari observasi langsung selama kegiatan berlangsung, dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil karya siswa, serta catatan penilaian lomba yang melibatkan seluruh kelas VII, VIII, dan IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi efektif menumbuhkan kesadaran awal siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Lomba kebersihan berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menjaga kelas agar tetap rapi, bersih, dan bebas dari sampah plastik, yang mencerminkan penerapan prinsip reduce. Sementara itu, lomba karya kreatif menghasilkan produk inovatif seperti pot bunga dan tempat sampah dari galon bekas, yang tidak hanya bermanfaat bagi sekolah tetapi juga menunjukkan keterampilan reuse dan recycle siswa. Pembahasan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga kegiatan mampu membentuk budaya bersih, peduli lingkungan, serta melatih keterampilan praktis dan kreativitas siswa. Nilai kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan program 3R yang dikombinasikan dengan pendekatan kompetitif berbasis lomba, sehingga tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kreatif dan membuka peluang ekonomi kreatif sederhana di lingkungan sekolah. Implikasinya dalam dunia pendidikan adalah bahwa program 3R dapat dijadikan model pembiasaan yang efektif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk membangun karakter peduli lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan abad 21 siswa, sehingga dapat dijadikan rujukan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat selanjutnya.