Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam Tanah Longsor melalui Konsep Fisika Terpadu di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Amiruddin Hatibe; Muslimin Muslimin; Muhammad Syarif; Haeruddin Haeruddin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2748

Abstract

Bencana longsor merupakan salah satu peristiwa alam yang paling umum terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan wawasan masyarakat tentang mitigasi bencana alam melalui kegiatan sosialisasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan fisika, teknik peringatan dini, dan mengenalkan faktor-faktor pendorong dan penghambat terjadinya bencana alam pada masyarakat Kecamatan Palolo. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi bencana alam tanah longsor. Hasil pengabdian ini adalah bertambahnya wawasan pemahaman masyarakat terhadap konsep fisika terpadu terhadap kondisi topografi Kecamatan Palolo, teknik peringatan dini dalam mitigasi terhadap ancaman bencana alam tanah longsor, dan menemukan faktor pendorong berupa sifat gotong royong dalam menangani bencana alam tanah secara tradisional yang sudah tumbuh dalam masyarakat sebagai suatu kearifan lokal dan menjadi perhatian dalam sosialisasi. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pentingnya konsep fisika yang sederhana pada masyarakat dalam menangani bencana tanah longsor, diperlukannya peringatan dini yang bersifat mitigasi dari tanda-tanda alam, dan tetap melestarikan kearifan lokal gotong royong untuk menyelesaikan masalah masyarakat desa, serta pentingnya perangkat desa memotivasi masyarakat pada setiap kali kegiatan sosialisasi atau pertemuan desa secara melembaga.  Landslides are one of the most common natural events in Indonesia. Therefore it is necessary to increase public knowledge about natural disaster mitigation through socialization activity. This community service aimed to broaden the knowledge of physics, early warning techniques and recognize the driving and inhibiting factors of natural disasters in the people of Palolo Subdistrict. Fifty people attended this community service. The method used was the socialization of landslide natural disasters. The results of this community service were increasing community understanding of integrated physics concept of the topographic conditions of Palolo District, early warning techniques in mitigating the threat of landslides, and finding driving factors in the form of cooperation in dealing with traditional land disasters that have grown in society as local wisdom and concern in socialization. Based on the community service that has been carried out, it can be concluded that the importance of simple physics concepts for the community in dealing with landslide disasters, the need for early warning that is mitigating natural signs, and still preserving the local wisdom of cooperation which has been in solving problems of the village community, as well as the importance of village officials motivating the community at every socialization activity or institutionalized village meeting.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Menggunakan Animaker Pada Materi Gelombang Cahaya Dayana, Nur Faiqah; Jarnawi, Muhammad; Wahyono, Unggul; Abd. Syukur, Muh. Syarif S.; Santoso, Rudi; Khuzaimah, Andi Ulfah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi menggunakan animaker pada materi gelombang cahaya untuk siswa kelas XI SMA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa di SMA Negeri 7 Palu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan. Dari hasil validasi ahli media, diperoleh skor rata-rata 4,63 dengan kategori "Sangat Baik". Validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 4,61 dengan kategori "Sangat Baik", dan validasi ahli praktisi menghasilkan skor rata-rata 4,85 dengan kategori "Sangat Baik". Kepraktisan media pembelajaran, berdasarkan hasil respon siswa, menunjukkan rata-rata skor 3,60, dengan kategori “Baik”. Uji coba tes hasil belajar menunjukkan bahwa rata-rata nilai n-gain score sebesar 64%, yang termasuk dalam kategori "Sedang". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi menggunakan animaker pada materi gelombang cahaya yang dikembangkan efektif meningkatkan pemahaman siswa dan layak digunakan.
Analisis Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Fisika W Lapame, Evirahyani; Abd. Syukur, Muh. Syarif S.; Werdhiana, I Komang; Adi Untara, Ketut Alit
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4220

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa menyelesaikan soal fisika SMA Negeri 1 Baras. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes esai yang berasal dari guru mata pelajaran fisika. Data hasil tes kemudian dianalisis berdasarkan tahapan polya untuk menentukan presentase tingkat kesulitan siswa menyelesaikan soal fisika. Hasil penelitian menunjukan tingkat kesulitan siswa berdasarkan tahapan polya yaitu pada tahap memahami masalah kesulitan yang dialami siswa sebesar 42% dengan kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dan tidak menuliskan simbol. Kesulitan pada tahap menyusun rencana yaitu sebesar 33% yaitu siswa keliru dalam menuliskan rumus dan tidak menuliskan rumus. Pada tahap melaksanakan rencana kesulitan siswa sebasar 37% yaitu menuliskan langkah penyelesaian hanya 1 poin dan hasil akhir salah, menuliskan langkah penyelesaian soal tapi salah, keliru dalam perhitungan dan hanya menuliskan jawaban tanpa proses penyelesaian. Pada tahap memeriksa kembali kesulitan siswa sebesar 64% yaitu tidak memeriksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan.
ANALISIS NILAI KALOR BERBAHAN BAKAR BIOGAS DENGAN MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI KALOR BERBASIS ETNOSAINS Ulva, Siti Maria; Damayanti, Puardmi; S. Abd. Syukur , Muh. Syarif
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 10 No. 1 (2022): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v10i1.2338

Abstract

Abstract This study aims to obtain the calorific value of biogas produced from cow dung and know how to use the application of cow dung as biogas fuel in the village of Gunung Putih based on ethnoscience. This type of research uses experimental method by preparing the main ingredients of cow dung for processing in the manufacture of biogas based on ethnoscience. At the data gathering stage using the manometer gauge and the Black Principle method. The process of data analysis performed there are 3 steps, that is calculate: (1) gas pressure produced by using U manometer, (2) value of temperature change (ΔT) in water hence obtained amount of heat needed, (3) report result of measurement Physical quantities can name X = (x0 ± Δx). The results showed that the measured results were X = (282,98 ± 35,60) J / kg. To find out how to use biogas in Gunung Putih Village, the farmers in the village cow manure process into a reactor with fixed domed plant type. In the process of making biogas, the amount of cow dung and water used is with a ratio of 1: 1.5. The product of this research can be used as teaching material in applied physics courses.
Pengaruh Media Evaluasi Wordwall pada Pembelajaran Fisika untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Rauf, Darma Kharisma; Abd. Syukur, Muh. Syarif S.; Wahyono, Unggul; Paramita, Ielda; Khuzaimah, Andi Ulfah; Santoso, Rudi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media evaluasi wordwall pada pembelajaran fisika untuk mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi, dengan desain penelitian adalah Equivalent Pretest-Posttest Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MAN 1 Kota Palu yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah peserta didik 200 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan sampel penelitian kelas X A (n=20) sebagai kelas eksperimen dan kelas X B (n=20) sebagai kelas kontrol. Keterampilan berpikir kritis peserta didik diukur dengan tes esai berjumlah 9 soal yang telah divalidasi dengan reliabilitas 0,727. Analisis data untuk pengujian hasil penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pretest kelas eksperimen sebesar 43,30 dan Pretest kelas kontrol sebesar 39,30 sedangkan Posttest kelas eksperimen sebesar 81,90 dan Posttest kelas kontrol sebesar 79,80. Berdasarkan uji Independent Sample T-test data Posttest diperoleh nilai  2,203 >  2,024 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media evaluasi wordwall pada pembelajaran fisika untuk mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Studi Deskriptif Perilaku Penggunaan Internet di kalangan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Abd. Syukur, Muh. Syarif S.
Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 18 No. 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the behavior of internet use among students of the Faculty of Teacher Training and Education, Tadulako University. The type of research used is quantitative research with survey methods. There are 3 variables in this research, namely human resources, internet facilities, and supporting facilities. The results showed: 1) All FKIP Universitas Tadulako students were able to use the internet with a percentage of 100%. 2) All FKIP Universitas Tadulako students had devices to access the internet, 42% had laptops and 100% had smartphones. 3) All students of FKIP Universitas Tadulako were covered by internet network with the category of internet speed of 15.67% very fast, 43.63 % fast, 29.65 % quite fast, and 11.06 % slow.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS IOT PADA SISTEM KEAMANAN RUMAH ADAT PALU Damayanti, Andini Rizki; Wahyono, Unggul; Abd. Syukur, Muh. Syarif. S; Syamsuriwal, Syamsuriwal
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem keamanan rumah adat Palu. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat dan pemahaman siswa dalam mempelajari fisika yang bersifat abstrak, serta keterbatasan media pembelajaran yang mengaitkan teknologi modern dengan kearifan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media yang dikembangkan berupa miniatur rumah adat Palu (Souraja) yang dilengkapi dengan sensor PIR, DHT22, MQ-2, ESP32-CAM, buzzer, LED, dan aplikasi Telegram sebagai sistem keamanan berbasis IoT. Hasil validasi dari ahli media (pakar IoT) memperoleh skor kelayakan 90% dengan kategori sangat layak. Validasi dari guru fisika memperoleh skor kelayakan 92% dengan kategori sangat layak. Sementara hasil respon siswa kelas XI SMA Negeri 7 Sigi terhadap media yang dikembangkan memperoleh persentase 88% dengan kategori sangat baik. Media ini berkontribusi dalam membantu siswa memahami konsep-konsep fisika seperti listrik dinamis, suhu dan kalor, gelombang bunyi, serta sistem digital berbasis sensor. Selain itu, media ini juga mendukung pembelajaran kontekstual berbasis proyek dan mengintegrasikan pelestarian budaya lokal ke dalam proses pembelajaran fisika, sehingga dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep, dan keterampilan abad 21 siswa.
Pengaruh Media berbasis Game Kahoot Terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik Dulahi, Nofa; Abd. Syukur, Muh. Syarif. S; Pasaribu, Marungkil; N. Laratu, Wahyuni
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis game Kahoot terhadap hasil belajar IPA peserta didik di SMPN 8 Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A dan VIII B SMPN 8 Palu yang masing-masing 20 peserta didik per kelasnya. Instrumen yang digunakan merupakan instrument evaluasi media Kahoot melalui pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelis tian mengenai pengaruh media pembelajaran berbasis game Kahoot dan pembelajaran berbasis konvesional terhadap hasil belajar IPA peserta didik, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dengan bantuan media evaluasi Kahoot. Hal ini ditunjukkan oleh perhitungan menggunkan SPSS 25 for Windows. Nilai Sig (2-Tailed) yaitu 0.006 < 0,05. dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh media evaluasi Kahoot pada pembelajaran IPA untuk mengukur hasil belajar IPA peserta didik. Perbedaan kedua kelas dalam pada pengaruh media pembelajaran hanya terdapat pada nilai mean. Nilai mean hasil belajar kelas yang menggunakan media pembelajaran berbasis game Kahoot sebesar 75,65 sedangkan mean hasil belajar pembelajaran berbasis konvesional 63,40. Selisih rata-rata 12,25 poin menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Ethnobotanical Study of Plant Utilization in the Life Cycle Ceremonies of the Kaili Tado Ethnic Group in Central Sulawesi Syech Zainal; Supriyatman Supriyatman; Aan Febriawan; Amalia Buntu; Muh. Syarif Abd Syukur; Pahriadi Pahriadi; Raya Agni
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1315-1324

Abstract

The Kaili Tado ethnic group of Central Sulawesi maintains a rich ethnobotanical tradition in which plants play essential roles in life cycle ceremonies that mark the stages of human existence from birth and marriage to death. This study aimed to identify and analyze the species, uses, symbolic meanings, and conservation status of plants employed in the traditional rituals of the Kaili Tado community. The research was conducted in Langko Village, Lindu District, Sigi Regency, from July to August 2025, using a qualitative descriptive ethnobotanical approach. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and field documentation involving twelve key informants, including traditional leaders, ritual practitioners, and elder community members. A total of 11 plant species were recorded, representing diverse functions and cultural symbolism. Plants such as Oryza sativa (rice), Cocos nucifera (coconut), and Areca catechu (areca nut) symbolize prosperity, purity, and strength, respectively, while others like Kalanchoe pinnata and Jatropha curcas serve as protective and purifying agents. Most species are easily available around home gardens, but a few such as Piper betle and Calamus sp. are becoming scarce. The study demonstrates that the Kaili Tado community’s ritual plant use reflects deep ecological awareness and moral philosophy, emphasizing balance between humans and nature. Ethnobotanical documentation of these practices is essential not only for preserving cultural heritage but also for promoting biodiversity conservation and environmental education.
Refining Pedagogical Skills in LS-Driven TP: Insights into PSCST’s Professional Competence Sri Mulyani Sabang; Muhammad Fachri B. Paloloang; I Komang Werdhiana; Muh. Syarif S. Abd. Syukur; Dewi Satria Ahmar; Muhammad Fath Azzajjad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.13702

Abstract

This quantitative study examines the impact of a teaching practicum, integrated with Lesson Study, on the pedagogical competency of 93 pre-service science teachers in the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program at Universitas Tadulako, Indonesia.  This study is a quantitative survey using purposive-stratified sampling (N = 93 PPG teachers). The data relied on self-assessment questionnaires, risking subjective bias. The intervention included iterative Lesson Study cycles (Plan–Do–See–Reflection). Practically, the results support LS-based practicum improvement, but generalization is limited to similar PPG contexts and regional settings. Data were gathered using self-assessment questionnaires and bolstered by Lesson Study, using a validated 5-point Likert-scale instrument that was aligned with the four phases of Lesson Study (Plan, Do, See, Reflection). The findings supported H₁ and rejected H₀, indicating a high level of general pedagogical competency (M = 3.62, SD = 0.45).  Plan (M = 3.67) and Do (M = 3.65) phases showed strengths, especially in ICT integration and conceptual clarity, while See (M = 3.55) and Reflection (M = 3.58) phases showed relative deficiencies.  Regression analysis revealed that Reflection ratings significantly predicted overall competency (β = 0.32, p < 0.001, R² = 0.28), and repeated-measures ANOVA validated significant phase differences (F (3,276) = 4.82, p = 0.003, η² = 0.05). The results demonstrate how well Lesson Study promotes evidence-based pedagogical development, particularly through iterative reflection, and provide empirical evidence in favor of its broader implementation in Indonesian PPG programs to improve science teacher training in areas with limited resources. This study contributes theoretically by operationalizing PSCST-based pedagogical competence within a Lesson Study framework.