Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

RIWAYAT HIPERTENSI DAN GRAVIDA DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RSIA ANNISA KOTA JAMBI Putri, Kristy Mellya; Puspitaningrum, Elisa Murti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26305

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas pada ibu dan janin. Komplikasi yang sering terjadi, seperti sindrome HELLP, edema paru, gangguan ginjal, perdarahan, solusio plasenta, kelahiran prematur, gawat janin, berat badan lahir rendah dan Intra Uterine Fetal Death (IUFD). Jumlah kejadian preeklamsia di RSIA Annisa pada tahun 2020 sebanyak 238 (4,04%), tahun 2021 sebanyak 285 (5,18%), tahun 2022 sebanyak 375 (8,62%) dan bulan Januari-Februari tahun 2023 sebanyak 65 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dan gravida dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSIA Annisa Kota Jambi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan jumlah populasi sebanyak 375 ibu hamil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan alat check list dilakukan di RSIA Annisa Jambi pada tanggal 8 November 2023. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar umur ibu hamil yaitu sebanyak 37 orang (77,1%), usia kehamilan pada trimester III sebanyak 30 orang (62,5%), memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil sebanyak 34 orang (70,8%), gravida dengan primigravida sebanyak 27 orang (56,2%) dan mengalami preeklamsia sebanyak 25 orang (52,1%). Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan hipertensi ibu dengan pre eklamsia p-value 0,000 dengan OR 3,778 (2,157-6,615). Ada hubungan gravida ibu hamil p-value 0,004 dengan OR : 5,938 (1,690-20.858). Ada hubungan riwayat hipertensi dan gravida dengan kejadian pre eklamsia. Diharapkan pihak rumah sakit memotivasi ibu hamil untuk pemeriksaan ANC secara rutin dan deteksi dini tanda bahaya dalam kehamilan.
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DAN DEPRESI DENGAN KEJADIAN SINDROM PRA MENSTRUASI Putri, Kristy Mellya
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 1 No. 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.55

Abstract

AbstrakFrekuensi sindrom pra menstruasi pada wanita usia subur di Indonesia tahun 2014 sebesar 80-90%. Hasil survey yang dilakukan di SMAN 1 Kota Jambi menunjukkan delapan dari sepuluh siswi mengalami sindrom pra mentruasi dengan gejala yang berbeda. Jika sindrom pra menstruasi dibiarkan akan menimbulkan gangguan yang lebih parah atau Disforia Pramenstruasi.Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengatahui hubungan aktivitas fisik dan depresi dengan kejadian sindrom pra menstruasi. Populasi sebanyak 449 responden dan sampel 82 responden dengan tekhnik stratified random sampling, menggunakan kuesionerdilakukan pada Maret-Agustus 2016. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi mengalami sindrom pra menstruasi sedang sebanyak 60% (49 responden), sebagian kecil mengalami sindrom pra menstruasi berat sebanyak 40% (33 responden), sebagian kecil memiliki aktivitas fisik yang baik sebanyak 39% (32 responden), sebagian besar responden mengalami depresi sedang sebanyak 30,5% (25 responden) dan sebagian kecil mengalami depresi berat sebanyak 23,2% (19 respponden). Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pra menstruasi p-value 0,013. Ada hubungan antara depresi dengan kejadian sindrom pra menstruasi p-value 0,000.Diperlukan pemberian informasi mengenai gejala, penyebab, dampak sindrom pramenstruasi serta penyediaan sarana aktivitas fisik dan konselor.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kata kunci: sindrom pra menstruasi, aktifitas fisik, depresi. Abstract Premenstrual syndrom frequence of mature women in 2014 is 80-90%. A survey conducted at Senior High School 1 of Jambi City showed that eight out of ten schoolgirl experience premenstrual syndrom with different symptoms. If the premenstrual syndrom left unchecked will cause premenstrual dysphoric. This study used descriptive quantitative approach to the cross sectional design that aimed to relationship physical activity and depression with premenstrual syndrom. The population is 449 respondents and the samples are 82 respondents with technique stratified random sampling, use questionare on March- August 2016. Data analityc univariat and bivariat.The result show that the partially student experience moderate premenstrual syndrom is 60% (49 respondent), fraction have good physival activity is 39% (32 respondent), partially respondent experience moderate depression is 30,5% (25 respondent), fraction experience weight depression is 23,2% (19 respondent).There is relationship between physical activity with event premenstrual syndrom p-value of 0,013. There is relationships between depression with event premenstrual syndrom p-value of 0,000.Required the provision of symptoms, cause, impact prementrual syndrom and provision means of physical activity and conselor. Keywords: premenstrual syndrom, physical activity, depression
Karakteristik Ibu Bersalin dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSIA Annisa Kota Jambi Tahun 2022 Elisa Murti Puspitaningrum; Putri, Kristy Mellya Putri; Putri Dewi Anggraini
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi risiko tinggi karena mempunyai kesakitan dan kematian lebih besar yang dikaitkan dengan kelahiran dan penyesuaian setelah lahir. Penyebab BBLR yaitu kurang gizi saat hamil, riwayat melahirkan prematur, usia kehamilan yang belum cukup bulan. Berdasarkan survey awal diperoleh bahwa 5 ibu yang melahirkan BBLR diperoleh 2 orang yang memiliki anak <3, 1 orang memiliki jarak kehamilan <2th, 2 orang lahir dengan umur kehamilan <37 minggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSIA Annisa Kota Jambi bula. Jenis penelitian bersifat retrospektif. Jumlah sampel 31 responden, dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis dan dianalisis secara univariat. Sebagian besar usia responden resiko tinggi, yaitu 19 (54.3%), paritas responden resiko rendah, yaitu 24 (68.6%), jarak kehamilan responden resiko rendah, yaitu 21 (60%), usia kehamilan responden resiko tinggi, yaitu 25 (71,4%) dan sebagian besar mengalami BBLR, yaitu 30 (85,7%). Diharapkan RSIA Annisa untuk lebih meningkatkan kegiatan promosi sejak awal kehamilan untuk mencegah ternjadinya BBLR dan mengajarkan perawatan bayi BBLR di rumah.
Hubungan Komunikasi Orangtua Dan Pendidikan Orangtua Terhadap Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Desa Bernai Kecamatan Sarolangun Kiki Risdayanti; Intami, Eprina; Kristy Mellya Putri; Sri Mulyati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual dikatakan berisiko apabila perilaku tersebut membawa akibat yang tidak diinginkan seperti tindakan aborsi, hamil diluar nikah, penyakit menular seksual (PMS), penelitian ini mulai dilakukan pada bulan maret 2024. Jenis Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik yaitu untuk mengetahui gambaran dan menganalisis Hubungan Komunikasi Orang Tua Dan Pendidikan Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Desa Bernai Tahun 2024. Jumlah populasi 283 orang, sampel 74 orang menggunakan tekhnik Sistematis Random Sampling. Hasil penelitian mayoritas adalah resiko tinggi 38 responden (51,4%). Berdasarkan  komunikasi orang tua mayoritas adalah tidak efektif 41 responden (55,4%). Berdasarkan pendidikan orang tua mayoritas adalah pendidikan menengah (SMA) 32 responden (43,2%). Berdasarkan komunikasi dan pendidikan Dari hasil uji statistik diperoleh nilai P value 0,000<0,05. yang artinya ada hubungan antara komunikasi orang tua dan pendidikan orangtua terhadap perilaku seksual beresiko. Saran Untuk Remaja diharapakan untuk lebih mendekatkan diri dan terbuka ke orang tua tentang kesehatan reproduksi, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan sosialisasi terhadap remaja tentang kesehatan reproduksi remaja.