Irawan, Gusli Bambang
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Prophetic Communication: Implementation of Da'i Da'wah Strategies in The Millennial Era Irawan, Gusli Bambang; Radiamoda, Anwar
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i2.260

Abstract

As technology advances, the da'wah model used by preachers is becoming more dynamic. The increasingly rapid development of the times requires da’i to change their preaching strategies to make them more relevant to the millennial generation who are familiar with advances in information technology. The new media phenomenon can be applied to spread Islam in the millennial era. One of the da'wah strategies that is relevant in this millennial era is the concept of prophetic communication. This research aims to find out how prophetic communication is used as a concept and strategy for da'wah and how prophetic communication is applied to preachers in the millennial era. This research uses bibliographic methods in several journals and books related to this discussion. The conclusion of this research is that prophetic da'wah in the millennial era emphasizes humanization, social justice and dimensions of spirituality. Adapting messages to the social context and use of mass media is important. Information technology is used to reach a wider audience while enriching religious knowledge with other knowledge. Data supports social change, while social media is used as an effective means of preaching. Da'i need to continue learning, following developments with the times, while maintaining Islamic values ​​in prophetic communication. Adapting da'wah to changing times and technology is very important. Seiring kemajuan teknologi, model dakwah yang digunakan para da'i semakin dinamis. Pesatnya perkembangan zaman menuntut para da’i mengubah strategi dakwahnya agar lebih relevan dengan generasi milenial yang akrab dengan kemajuan teknologi informasi. Fenomena media baru dapat diterapkan untuk menyebarkan Islam di era milenial. Salah satu strategi dakwah yang relevan di era milenial ini adalah konsep komunikasi profetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan komunikasi profetik sebagai konsep dan strategi dakwah serta bagaimana penerapan komunikasi profetik pada para da’i di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan pada beberapa jurnal dan buku yang berkaitan dengan pembahasan ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dakwah profetik di era milenial menekankan humanisasi, keadilan sosial, dan dimensi spiritualitas. Adaptasi pesan dengan konteks sosial dan penggunaan media massa menjadi penting. Teknologi informasi digunakan untuk menjangkau khalayak lebih luas sambil memperkaya ilmu agama dengan ilmu lain. Data mendukung perubahan sosial, sementara media sosial dijadikan sarana dakwah yang efektif. Para da'i perlu terus belajar, mengikuti perkembangan zaman, sambil menjaga nilai-nilai Islam dalam komunikasi profetik. Adaptasi dakwah dengan perubahan zaman dan teknologi sangat penting.
Arabic Language Learning Methodology from The Liang Gie's Perspective: Management Aspects in Education Hasanah, Uswatun; Saleha, Ela; Maksum, M. Syukron; Irawan, Gusli Bambang
Journal of Educational Management Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v4i2.1462

Abstract

This study examines Arabic Language Learning Methodology from Liang Gie's perspective, emphasizing its significance and relevance in the context of educational management. Using a qualitative case study design, data were collected through structured interviews with Arabic language lecturers and teachers, along with document analysis. The study reveals that the Arabic methodology course is essential for providing a solid pedagogical foundation, enabling future teachers to develop systematic, contextually relevant, and practical learning plans. It bridges the complexities of Arabic, such as grammar and pronunciation, with the students' learning processes. The course's urgency is evident in its focus on fostering the linguistic, intellectual, and professional competencies educators need to meet the demands of Islamic education and contemporary pedagogical trends. The research also underscores the importance of this methodology in addressing challenges such as multiculturalism, digital learning, global competencies, and inclusive, project-based teaching approaches. The study concludes that Arabic Language Learning Methodology is a critical skill-building discipline, essential for developing educators who are capable of enhancing the quality of Arabic language instruction in the digital age.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MADRASAH Hakim, Lukman; Irawan, Gusli Bambang
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.520

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah memiliki peran strategis dalam mendukung pemahaman peserta didik terhadap sumber ajaran Islam, namun rendahnya minat belajar masih menjadi tantangan utama dalam pencapaian kompetensi berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran bahasa Arab berbasis motivasi dalam meningkatkan minat belajar peserta didik serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Tanjung Jabung Timur. Subjek penelitian terdiri atas 12 informan yang meliputi 1 guru bahasa Arab, 8 peserta didik, dan 3 pihak manajemen madrasah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dilakukan secara sistematis melalui pemberian motivasi awal, penyampaian tujuan pembelajaran, penyajian materi yang menarik, penggunaan metode dan media yang bervariasi, serta evaluasi pembelajaran. Strategi tersebut mampu meningkatkan keterlibatan dan minat belajar peserta didik, meskipun masih terdapat kendala berupa rendahnya daya serap dan heterogenitas kemampuan siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik di lingkungan madrasah.
MODEL IMPLEMENTASI METODE AMTSILATI BERBASIS MATN–QOIDAH–TAMRIN PADA PEMBELAJARAN KITAB KUNING SANTRI TAKHASSUS Indarto, Indarto; Irawan, Gusli Bambang
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.521

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran nahwu dan shorof di pesantren sering berorientasi pada hafalan sehingga kurang mendukung pemahaman aplikatif dalam membaca kitab kuning; penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode Amtsilati pada santri takhassus. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan 12 informan (guru, santri, dan pimpinan pesantren), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa metode Amtsilati diterapkan secara sistematis melalui tahapan matn–qoidah–tamrin, didukung oleh strategi hafalan, amtsilah, serta metode sorogan dan bandongan, sehingga santri mampu membaca kitab kuning tanpa harakat, mengenali struktur kalimat, dan memahami makna teks secara lebih baik. Implikasi: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangkan secara lebih sistematis dan aplikatif tanpa meninggalkan tradisi pesantren, dengan catatan keberhasilan metode sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dan konsistensi latihan santri.