Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MESIN PENGAYAK TEPUNG GAPLEK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM THIWUL DI DUSUN REGEDEG GIRI PANGGUNG TEPUS GUNUNG KIDUL: Implementation of Cassava Flour Sieving Machine to Upgrade the Productivity of UKM Thiwul in Regedeg Hamlet Giri Panggung Tepus Gunung Kidul Putro, Gunawan Madyono; Ristono, Agus; Wahyuningsih, Tri; Prijoto
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i1.171

Abstract

Permintaan pasar terhadap Thiwul instan semakin meningkat. Seringkali melebihi kapasitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Thiwul instan di Dusun Regedeg, Giri Panggung, Tepus, Gunung Kidul.  Keadaan ini timbul karena kapasitas produksi yang tidak mencukupi. Rendahnya kapasitas produksi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor, dimana waktu proses—yang merupakan salah satu indikator kapasitas produksi—terbuang secara signifikan selama pengayakan tepung singkong. Proses penghancuran masih dilakukan secara manual, namun terdapat banyak kekurangan. Mengingat tantangan-tantangan ini, penting untuk mengidentifikasi solusi yang dapat menggantikan proses pengayaan manual dengan alternatif yang lebih efektif dan efisien.  Solusi yang diusulkan adalah pengembangan alat atau perlengkapan yang dirancang untuk meningkatkan proses pengayakan sehingga meningkatkan kapasitas produksi Thiwul instan di Dusun Regedeg, Giri Panggung, Tepus, Gunung Kidul. Dalam upaya ini, produk mesin telah direkayasa dan diproduksi dengan cermat untuk meningkatkan kapasitas produksi Thiwul langsung di UKM Thiwul. Mesin ini menawarkan banyak keunggulan dibandingkan metode tradisional, antara lain pengurangan waktu pemrosesan, peningkatan kualitas produk thiwul yang dihasilkan, dan penurunan kelelahan fisik yang dialami pekerja selama proses pengayakan tepung singkong.
PENERAPAN MESIN PELUMAT DAN BAKTERI PENGURAI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DI PETERNAKAN ITIK-ENTOK DUSUN KALIWINIH BERBAH SLEMAN Gunawan Madyono Putro; Prijoto; Sumintarsih; Agus Ristono; Yudha Sopyan Kurniawan
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16087

Abstract

Kelompok ternak itik dan entok di dusun Kaliwinih Jogotirto Berbah Sleman  memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal. Di wilayah ini terdapat bahan pakan alternatif yang melimpah, baik nabati maupun hewani, seperti enceng gondok, kangkung, semanggi, keong sawah, bekicot, serta berbagai hewan air kecil. Namun demikian, pemanfaatan bahan pakan tersebut masih menghadapi dua kendala utama, yaitu proses pencacahan dan pelumatan bahan yang masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang besar, serta munculnya permasalahan lingkungan akibat kotoran ternak yang lebih cair dan berbau menyengat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan serta mengurangi dampak lingkungan melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi bioteknologi. Solusi yang dikembangkan meliputi: (1) perancangan dan pembuatan mesin pelumat pakan dengan sistem pisau pemotong dan roll crusher berkapasitas 50 kg/jam untuk mempercepat proses pengolahan bahan pakan; serta (2) pelatihan pengembangbiakan bakteri pengurai berbasis cairan empedu sapi sebagai alternatif EM4 dengan biaya produksi lebih ekonomis, sekitar Rp 4.500 per liter. Bakteri ini berfungsi mempercepat proses fermentasi pakan sekaligus mengurangi bau kotoran, sehingga limbah ternak dapat dimanfaatkan langsung sebagai pupuk kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi pakan sebesar ±50%, penurunan biaya operasional pakan sekitar ±40%, serta penurunan dampak lingkungan hingga ±40%. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan produktivitas kelompok ternak sekaligus mendukung penerapan prinsip peternakan berkelanjutan di wilayah mitra.