Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dan Penggunaan Bahan Alam dalam Melindungi Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMAN 1 Pekanbaru Saddam Muhdi; May Valzon; Huda Marlina Wati; Larysa Fernenda; Muhammad Al Fatih; Muhammad Nur Faisal Rizky; Reza Rizky Notisa; Rizka Prasetya Putri Dewi
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v3i1.526

Abstract

Adolescent reproductive health knowledge remains suboptimal due to insufficient access to accurate, evidence-based educational resources. This challenge is further compounded by the dissemination of unreliable information, resulting in misconceptions and improper health practices. This study presents a community-based initiative aimed at enhancing reproductive health literacy among students of SMAN 1 Pekanbaru, with a particular focus on integrating the use of natural resources as a preventive strategy. The program addresses gaps in structured reproductive health education and leverages locally available natural resources to foster sustainable health practices. The initiative encompasses structured activities, including socialization sessions for students and educators, comprehensive training on reproductive health and the utilization of natural resources, and the deployment of technology to facilitate information dissemination. Implemented by a multidisciplinary team from the Faculty of Medicine, Universitas Abdurrab, the program is supported by ongoing mentorship and systematic evaluations using surveys and interviews. This initiative underscores the potential for sustained impact through partnerships with schools, local health agencies, and community organizations. By enhancing awareness and encouraging the adoption of natural, sustainable practices, the program serves as a translational application of research findings, with the potential for scalability to other educational institutions and broader community settings.
Hubungan Kebisingan Terhadap Stres Kerja pada Karyawan Bagian Produksi di Pabrik Kelapa Sawit PT. X Provinsi Riau Tahun 2025 Putri, Retno; Rizka Prasetya Putri Dewi
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jan-Feb
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i1.698

Abstract

Stres merupakan tekanan mental yang dapat dialami setiap individu; dalam kadar rendah dapat meningkatkan motivasi, namun jika berlebihan dapat menimbulkan gangguan biologis, psikologis, dan sosial. Di tempat kerja, stres sering muncul akibat beban kerja, konflik, kondisi tidak nyaman, serta paparan kebisingan. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia sebesar 9,8%, sedangkan survei awal di PT. X menunjukkan 7 dari 10 pekerja mengalami stres terutama pada area dengan kebisingan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan terhadap stres kerja pada karyawan bagian produksi di PT. X Provinsi Riau tahun 2025. Penelitian bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan total sampling sebanyak 67 responden. Tingkat kebisingan diukur dengan Sound Level Meter (SLM), sedangkan stres kerja menggunakan kuesioner DASS-42, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square atau Fisher Exact pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 20 (30%) responden mengalami stres normal, 35 (52%) stres ringan, dan 12 (18%) stres parah. Pada area kebisingan sedang mayoritas responden mengalami stres normal (58%), sedangkan pada area kebisingan tinggi mayoritas mengalami stres ringan (65%) dan parah (32%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai χ² = 26,839, df = 2, p-value = 0,000 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dengan stres kerja. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebisingan dengan stres kerja, dan direkomendasikan agar perusahaan melakukan pengendalian kebisingan melalui perawatan mesin, penggunaan alat pelindung diri, serta manajemen kerja yang baik untuk menurunkan tingkat stres karyawan.