Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) sebagai Sabun Antijerawat Nurilliyyin Akib; Amirul Mu'min; Andi Nafisah Tendri Ajeng; Nurhijrianti Akib; Rifa'atul Mahmudah; Halik Halik
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i1.1218

Abstract

This study was about the anti-acne transparent soap that contains extracts of betel leaves (Piper betle L.). This study aimed to determine the physical properties and the preference level of the panelists to transparent soap that contains extracts of betel leaf (Piper betle L.). Betel leaves extract obtained by maceration method using 96% ethanol and dilapidated using liquid solvent with n-hexane and 96% ethanol. Betel leaves extract formulated into dosage transparent soap with a variation of concentration 2%, 4% and 6%. Transparent soap tested their physical properties at weeks 1, 2 and 3 included the ability to form foam and pH values. The hedonic levels of transparent soap tested to the 30 panelists included preference for transparency, foam, and an image before and after use. The results showed that transparent soap formulation obtained a good texture and transparency. The test results showed high physical properties obtained transparent soap bubble around 6.4 to 6.5 cm and pH of transparent soap about 9.4 to 9.5 where it was in accordance with the Indonesian National Standard (SNI).
Kondisi Sanitasi Dasar di Wilayah Pesisir Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan Listy Handayani; Jusniar Rusli Afa; Nurhijrianti Akib
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1243

Abstract

Basic sanitation is an effort to improve public health by ensuring clean and healthy environmental conditions. Coastal areas are known to face unique challenges, problems and opportunities in the health sector, especially environmental sanitation, compared to other regions. The study aims to determine the basic sanitation conditions in the coastal area of ​​North Moramo, South Konawe District in 2024. The type of this study is descriptive observational which was carried out in the coastal area of ​​North Moramo, especially Wawatu Village in July 2024. The sample was 100 respondents determined using techniques accidental sampling. Data collection by filling out questionnaires and observation sheets then analyzed univariately using a computer program. The results showed that majority of respondents used refilled water as the main source of drinking water without processing it. In addition, they used private septic tank latrines. Garbage is disposed of in landfills in open containers and processed by burning it. Disposal of waste water, the majority of respondents have disposed of their waste in the waste water disposal channel. Thus, it is hoped that the coastal communities of North Moramo need to treat their water first before drinking, use closed and watertight trash containers and not burn rubbish.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Hipertensi di Desa Banggina Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara Nurhijrianti Akib; Hariati Lestari; Devi Savitri Effendy; Febriana Muchtar; Jusniar Rusliafa; Putu Eka Meiyana Erawan; Rastika Dwiyanti Liaran; Paridah; Siti Nurfadilah H; Wa Ode Nur Adawiyah Yusryah
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2193

Abstract

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang menetap di atas batas normal dan termasuk masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tentang hipertensi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 25 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, lalu dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, dengan rata-rata meningkat dari 6,56 menjadi 8,56, nilai t sebesar 5,225, dan p-value < 0,001. Temuan ini menunjukkan penyuluhan mampu memperbaiki pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan hipertensi, sekaligus berperan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendorong pola hidup sehat. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat, serta didukung media edukasi yang mudah dipahami.
Penyuluhan Penyakit Malaria sebagai Upaya Promotif pada Siswa SMP Negeri 10 Kendari Listy Handayani; Hariati Lestari; Hartati Bahar; Febriana Muchtar; Rahman; Nurhijrianti Akib; Siti Nurfadilah H
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.1009

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis seperti Kota Kendari. Penyuluhan kepada remaja sekolah merupakan strategi promotif yang potensial untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku pencegahan penyakit malaria. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 10 Kendari tentang penyakit malaria. Penyuluhan dilaksanakan pada Bulan Desember 2024 di SMP Negeri 10 Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Peserta penyuluhan adalah siswa kelas VIII dan kelas IX yang berjumlah 23 orang siswa. Kegiatan ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode penyuluhan dengan ceramah yang dibantu dengan media leaflet. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit malaria. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan pada kategori baik yaitu dari 39% sebelum dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 96% setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan ini berjalan lancar  dengan partisipasi aktif peserta dan pihak sekolah mendukung pelaksanaan kegiatan. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang malaria. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan edukasi promotif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.