Muhammada Muhammada
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS SISWA KELAS X SMA Iis Susanti; Muhammad Nur Hadi; M Anang Sholikhudin; Muhammada Muhammada
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10884

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology in the modern era has brought significant changes to the learning process in schools, including the use of Artificial Intelligence as a supporting learning medium. In Islamic Religious Education learning, this technology helps students obtain information more quickly, systematically, and flexibly, thereby supporting independent learning processes. However, the use of digital technology has not fully encouraged the development of students’ learning creativity because some students still tend to use technology merely to obtain instant answers. This study aimed to analyze the effect of the use of Artificial Intelligence on conceptual understanding and learning creativity among tenth-grade students at SMA Negeri 1 Purwosari. The study employed a quantitative approach with an associative research design. The sample consisted of 84 students selected using the simple random sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression with the assistance of the SPSS program. The results showed that the use of AI-based technology had a positive and significant effect on students’ conceptual understanding because it helped them understand learning materials in a more structured and adaptive manner. In contrast, the effect on learning creativity was not statistically significant because creativity is also influenced by learning strategies, motivation, learning environment, and students’ ability to explore ideas. This study emphasizes that the integration of digital technology in learning needs to be balanced with innovative pedagogical approaches so that the development of cognitive aspects and students’ creativity can occur harmoniously. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah, termasuk melalui pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media pendukung pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, teknologi tersebut membantu peserta didik memperoleh informasi secara lebih cepat, sistematis, dan fleksibel sehingga mendukung proses belajar mandiri. Namun, pemanfaatan teknologi digital belum sepenuhnya mampu mendorong berkembangnya kreativitas belajar siswa karena sebagian peserta didik masih cenderung menggunakan teknologi hanya untuk memperoleh jawaban instan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence terhadap pemahaman konsep dan kreativitas belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 84 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman konsep siswa karena membantu proses memahami materi secara lebih terstruktur dan adaptif. Sebaliknya, pengaruh terhadap kreativitas belajar tidak menunjukkan hubungan signifikan karena kreativitas dipengaruhi pula oleh strategi pembelajaran, motivasi, lingkungan belajar, dan kemampuan eksplorasi ide peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran perlu diimbangi pendekatan pedagogis yang inovatif agar pengembangan aspek kognitif dan kreativitas siswa dapat berlangsung secara seimbang.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATERI LARANGAN BUGHAT Annisaul Karimah; Muhammad Nur Hadi; Muhammada Muhammada; Anang Sholikhudin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11491

Abstract

ABSTRACT Fiqh learning, particularly on the topic of the prohibition of bughat (rebellion against legitimate authority), requires not only mastery of religious concepts but also students’ ability to understand their relevance to social life. In practice, student engagement in the learning process is often less than optimal when instruction is predominantly centered on teacher-led content delivery. This situation encouraged the implementation of the Deep Learning approach at MA As-Sholchah as an effort to create more meaningful learning experiences and enhance students’ learning motivation. This study employed a qualitative case study design involving one Fiqh teacher and 30 eleventh-grade students. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The trustworthiness of the findings was strengthened through triangulation of data sources and collection techniques. The findings reveal that the integration of the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning transformed the classroom atmosphere into a more participatory learning environment. Students were not merely recipients of information; they actively engaged in discussions, case analyses, and reflective activities that fostered a deeper understanding of socio-religious issues. These changes were reflected in increased self-confidence, enthusiasm, and active participation throughout the learning process. By providing contextual and collaborative learning experiences, the Deep Learning approach contributed positively to strengthening students’ learning motivation while helping them develop a more comprehensive understanding of the Fiqh concepts being studied. ABSTRAK Pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi larangan bughat, tidak hanya menuntut penguasaan konsep keagamaan, tetapi juga kemampuan siswa untuk memahami relevansinya dalam kehidupan sosial. Kenyataannya, keterlibatan peserta didik dalam proses belajar sering kali belum optimal ketika pembelajaran lebih banyak berfokus pada penyampaian materi oleh guru. Situasi tersebut mendorong penerapan pendekatan Deep Learning di MA As-Sholchah sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kajian ini dilakukan melalui studi kasus kualitatif dengan melibatkan satu guru Fiqih dan 30 siswa kelas XI. Informasi penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian ditafsirkan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi berbagai sumber dan teknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa integrasi prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih partisipatif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, analisis kasus, dan kegiatan reflektif yang mendorong pemahaman lebih mendalam terhadap persoalan sosial-keagamaan. Perubahan tersebut tampak pada meningkatnya kepercayaan diri, antusiasme, serta keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif menjadikan pendekatan Deep Learning berkontribusi positif dalam memperkuat motivasi belajar sekaligus membantu siswa membangun pemaknaan yang lebih utuh terhadap materi Fiqih yang dipelajari.