Background: Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, terutama pada anak-anak di pedesaan, masih menjadi tantangan kesehatan. Perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan muntaber. Kebiasan mencuci tangan menggunakan sabun yang masih rendah , pengelolaan air dan sampah yang belum optimal, serta masih adanya perilaku buang air besar sembarangan menunjukkan perlunya edukasi kesehatan berkelanjutan sejak usia dini. Metode: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang PHBS melalui penyuluhan interaktif di TPA Al-Abror Desa Kaling. Edukasi dilakukan dengan pemutaran video, diskusi, tanya jawab, dan pembagian doorprize agar anak-anak aktif berpartisipasi. Karang Taruna Bhakti Karya berperan sebagai mitra dalam penyediaan tempat, logistik, dan penyebaran informasi. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 95 anak dan mendapat tanggapan positif dengan tingkat kepuasan 90–95%. Evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman anak-anak tentang PHBS, terutama dalam kebiasaan mencuci tangan serta etika batuk dan bersin. Kesimpulan: Program PkM ini efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku hidup bersih anak-anak melalui metode edukatif yang menyenangkan dan dukungan aktif Karang Taruna Bhakti Karya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku, khususnya dalam kebiasaan mencuci tangan serta etika batuk dan bersin yang benar.