Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Keadilan dalam Akad Mudharabah: Perspektif Hukum Islam dan Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia Hidayah, Paisah Nurul; Said, Nuralika Yepsi Sarmilantiva; Jubaedah, Dedah
ISLAMICA Vol 8 No 2 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v8i2.133

Abstract

Mudharabah merupakan salah satu akad utama dalam perbankan syariah yang mencerminkan prinsip bagi hasil (Profit and Loss Sharing/PLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip keadilan dalam akad mudharabah berdasarkan perspektif hukum Islam dan regulasi perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji ketentuan hukum, praktik di lembaga keuangan syariah, serta kesesuaiannya dengan konsep keadilan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akad mudharabah telah mematuhi prinsip syariah, masih terdapat tantangan dalam distribusi keuntungan yang adil dan pembagian risiko yang seimbang. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan regulasi serta implementasi akad mudharabah di bank syariah dan lembaga keuangan non-bank. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan regulasi dan strategi dalam meningkatkan keadilan dalam akad mudharabah
Analisis Keadilan dalam Akad Mudharabah: Perspektif Hukum Islam dan Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia Hidayah, Paisah Nurul; Said, Nuralika Yepsi Sarmilantiva; Jubaedah, Dedah
ISLAMICA Vol 8 No 2 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v8i2.133

Abstract

Mudharabah merupakan salah satu akad utama dalam perbankan syariah yang mencerminkan prinsip bagi hasil (Profit and Loss Sharing/PLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip keadilan dalam akad mudharabah berdasarkan perspektif hukum Islam dan regulasi perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji ketentuan hukum, praktik di lembaga keuangan syariah, serta kesesuaiannya dengan konsep keadilan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akad mudharabah telah mematuhi prinsip syariah, masih terdapat tantangan dalam distribusi keuntungan yang adil dan pembagian risiko yang seimbang. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan regulasi serta implementasi akad mudharabah di bank syariah dan lembaga keuangan non-bank. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan regulasi dan strategi dalam meningkatkan keadilan dalam akad mudharabah
Revitalisasi Dana Menganggur dalam Ekonomi Islam: Analisis Prinsip Iktinaz dan Arah kebijakan moneter Ekspansif Nasrudin; Nursari, Nina; Nurzannah, Firda; Hidayah, Paisah Nurul; Priatna, Elya Nur Awaliyah Fadhilah Fatimah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i1.19399

Abstract

The phenomenon of idle funds amounting to Rp457.5 trillion stored at Bank Indonesia reflects the inefficiency of the financial system and the weak transmission of monetary policy to the real sector. From an Islamic economic perspective, this condition represents the practice of iktinaz or hoarding of wealth without social benefit, which contradicts the principle of maqāṣid al-syarī‘ah, especially the aspect of tadāwul al-māl (circulation of wealth). This study aims to analyse the concept of iktinaz in the context of modern economics and to offer directions for an expansionary monetary policy grounded in Islamic values. This study uses a qualitative method with a normative approach and content analysis of national macroeconomic data and Bank Indonesia's monetary policy.. The results show that idle funds are not only a technical liquidity issue but also a crisis of values in wealth management. Therefore, the revitalisation of idle funds can be achieved through Islamic monetary instruments such as productive sukuk, qard al-hasan, and cash waqf-linked sukuk, which can encourage the circulation of funds to the productive sector. The novelty of this research lies in formulating a Sharia monetary policy that integrates moral, spiritual, and economic dimensions. Its contribution offers a new paradigm of Islamic monetary policy oriented towards distributive justice and financial sustainability.