Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Agraria Nasional dan Sengketa Tanah Adat dalam Perspektif Hukum Kontemporer Nisa, Ayu Chairun; Asriyani, Arini
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Amsir Vol 3 No 2 (2025): Juni
Publisher : AhInstitute of Research and Community Service (LP2M) Institute of Social Sciences and Business Andi Sapada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62861/jimat amsir.v3i2.630

Abstract

This study positions customary land not merely as an object of agrarian law but as a reflection of the complex relationship between state entities, local traditions, and the human rights of indigenous communities, which are constantly adapting to the demands of modernisation and the need for legal certainty. Using a normative legal approach and socio-legal analysis, the discourse on the existence and protection of customary rights in Indonesia illustrates the contestation between formal recognition dominated by the national registration system and local practices that still rely on customary values, structures, and legitimacy. This dynamic demands strengthening legal harmonization mechanisms, innovation in institutional instruments, and sensitivity to state policies so that substantive justice and social sustainability for indigenous communities can be realised within the framework of national agrarian law.
Individualization of Communal Rights: Implications of Changes in Customary Marriage Structures for Customary Land Ownership Syahril, Muh. Akbar Fhad; Pransisto, Johamran; Wiwin, Wiwin; Nisa, Ayu Chairun; Asriyani, Arini
Jurnal Litigasi Amsir Vol 12 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Law Andi Sapada Institute of Social Sciences and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the impact of changes in customary marriage structures on the individualisation of customary land rights, from communal to individual ownership, and its implications for the governance and protection of customary land in Indonesia's indigenous communities. Using normative legal methods, the study finds that modernisation and land certification policies encourage the fragmentation of collective rights into private rights, thereby posing risks to weakened social solidarity, ownership conflicts, and increased vulnerability to land exploitation. Although providing administrative legal certainty, individualisation has not been able to optimally accommodate customary values and the social functions of customary land. Therefore, synergy between customary law and national law is needed to create fair and sustainable agrarian regulations, ensuring the protection of customary rights while adapting to the socio-cultural dynamics of indigenous communities.
Penguatan Pemahaman dan Implementasi CSR Berbasis Partisipasi Masyarakat di Kecamatan Bungku Utara Nisa, Ayu Chairun; Pratama, Widhy Andrian
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i6.1284

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman dan pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara. CSR tidak lagi dipandang sebagai beban biaya perusahaan, tetapi sebagai investasi sosial yang mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan forum kolaboratif antara perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat, program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program CSR yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peningkatan pemahaman mengenai konsep CSR, mekanisme pelaksanaannya, serta peluang pemanfaatannya untuk pembangunan sosial-ekonomi lokal. Selain itu, perusahaan memperoleh umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki strategi CSR-nya agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Program ini menegaskan bahwa pelaksanaan CSR berperan penting dalam membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, memperkuat legitimasi perusahaan, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan.
HUKUM PERJANJIAN BUY BACK GUARANTEE TERHADAP KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH Nisa, Ayu Chairun
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8668

Abstract

ABSTRACT According to Law No. 1 of 2011 on Housing and Residential Areas, a house functions as a decent place to live, a means of family development, a reflection of the occupants’ dignity, and an asset of the owner. In addition, housing and residential development supports economic growth through job creation and capital formation. The research applied in this study uses a normative approach, which is a form of legal research conducted by examining various literature sources or secondary data as the basis for analyzing statutory provisions. In the implementation of credit agreements, the most commonly used collateral consists of land and buildings or houses. Banks generally require consumers/debtors to submit part of their assets as collateral to ensure debt repayment in the event that the debtor fails to fulfill their obligations at the end of the agreement period. Collateral serves as an additional guarantee required in the provision of credit facilities. In home ownership loans (KPR), the object used as collateral is the house to be purchased by the customer. Therefore, it can be concluded that a buy-back guarantee agreement constitutes a contractual relationship between the bank and the developer cooperating in the distribution of credit funds. This credit agreement generally contains various general provisions regarding housing or property financing, including the loan amount, interest rate, credit term, installment amount, related fees, as well as the rights and obligations of each party. In practice, cases of non-performing KPR loans frequently occur due to the customer’s failure to fulfill their obligations. ABSTRAK Menurut UU No. 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, rumah berfungsi sebagai tempat tinggal layak, sarana pembinaan keluarga, cerminan martabat penghuninya, sekaligus aset pemilik. Selain itu, perumahan dan pemukiman mendukung ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja dan pembentukan modal. penelitian yang diterapkan adalah pendekatan normatif, yaitu bentuk penelitian hukum yang dilakukan dengan menelaah berbagai sumber kepustakaan atau data sekunder sebagai dasar untuk menganalisis ketentuan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan perjanjian kredit, jaminan yang paling sering dipakai adalah tanah dan bangunan atau rumah. Bank umumnya meminta Konsumen/Debitur menyerahkan sebagian harta kekayaannya sebagai jaminan untuk memastikan pelunasan utang apabila Debitur tidak memenuhi kewajibannya pada akhir masa perjanjian. Agunan menjadi jaminan tambahan yang dibutuhkan dalam pemberian fasilitas kredit. Dalam kredit pemilikan rumah (KPR), objek yang dijadikan jaminan adalah rumah yang akan dibeli oleh nasabah. Maka disimpulkan bahwa perjanjian buy back guarantee merupakan bentuk perikatan antara pihak bank dan pengembang (developer) yang bekerja sama dalam penyaluran dana kredit. Perjanjian kredit ini umumnya memuat berbagai ketentuan umum mengenai pembiayaan rumah atau properti, termasuk jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu kredit, besaran cicilan, biaya terkait, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak. Dalam praktiknya, sering terjadi kredit KPR yang mengalami kemacetan karena nasabah gagal memenuhi kewajibannya.