Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The FoMO and Impulsive Buying: The Mediating Role of Social Media Comparison and Moderating Effect of Social Media Envy: A study among Indonesian Gen Z Social Media Users Hizbullah, Saif Syahsyah; Rabbani, Inayah Abdillah; Swastika, Yuan; Maksar, Muhammad Sofian
Jurnal Ilmiah Akuntansi Manajemen Vol. 9 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the influence of Fear of Missing Out (FoMO) on Impulsive Buying (IB), with Social Media Comparison (SMC) examined as a mediating variable and Social Media Envy (SME) as a potential moderator. The research addresses the increasing psychological impact of social media usage on consumer behavior, particularly among digital-native users—especially Gen Z aged 17 to 28 years who visit coffee shops as a lifestyle activity at least once per month. A quantitative survey approach was employed, and data were collected from 112 respondents using an online questionnaire. All constructs were tested for validity and reliability, with Cronbach’s alpha values ranging from 0.68 to 0.79. Confirmatory Factor Analysis (CFA) indicated good model fit (CFI = 0.926, TLI = 0.907, RMSEA = 0.065). Structural Equation Modeling (SEM) was used to test the hypothesized relationships. The results show that FoMO has a significant direct effect on impulsive buying behavior (β = 0.641, p = 0.007), confirming its central role. However, the mediating effect of SMC was not supported, as the indirect path was not statistically significant (p = 0.258). Similarly, moderation analysis using interaction regression revealed that SME did not significantly moderate the effect of SMC on IB (p = 0.109), although SME had a significant direct effect on IB (p < 0.001). Multi-group analysis based on gender showed that the influence of FoMO on IB was stronger and statistically significant among female participants compared to males. These findings suggest that FoMO is a consistent predictor of impulsive buying in social media contexts, although the expected mediating and moderating mechanisms through comparison and envy may not be as influential as theorized.
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Produk Inovasi “American Cookies – Lamoringa” Inayah Abdillah Rabbani; An Najjar M Thahir
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 3 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i3.7278

Abstract

Lamokula Village is known as one of the basalt mining areas. Generally, the heads of families in this village work as stone miners and the majority of households in this village rely on labor wages to support their household's economic life. This productive activity is mostly carried out by men while the majority of women do not work. In addition to the mining potential, this village also has other natural potential in the form of moringa plants that grow well. However, the use of this plant is only limited to complementing the daily food needs of the community or is allowed to grow without being managed properly. This community service aim of providing insight and entrepreneurial skills to the community regarding the processing of moringa plants as a product with sales value in the form of American Cookies in order to increase productive activities in order to strengthen the economic resilience of households in Lamokula Village. The method used in implementing this community service is service learning, consisting of stages of investigation, preparation, action and reflection. Participants in the activity numbered 20 housewives from Lamokula Village. The results of this service are; 1) Increasing community understanding of moringa plant processing, 2) Increasing awareness of local natural potentials from Lamokula Village that can be developed as products with sales value, 3) Increasing knowledge and entrepreneurial skills for the community. Keywords: Moringa Plants, Household Economy, Lamokula Village   Abstrak Desa Lamokula dikenal sebagai salah satu daerah tambang batu basalt. Umumnya kepala keluarga di desa ini berkeja sebagai buruh penambang batu dan mayoritas rumah tangga masyarakat desa ini mengandalkan upah buruh sebagai penopang kehidupan ekonomi rumah tangganya. Aktivitas produktif ini sebagian besar diperankan oleh laki-laki sedangkan kaum perempuan mayoritas tidak bekerja. Selain potensi pertambangan tersebut, di desa ini juga terdapat potensi alam lainnya berupa tanaman kelor yang tumbuh subur. Meski demikian, pemanfaatan tanaman ini hanya sebatas menjadi pelengkap kebutuhan pangan harian masyarakat atau dibiarkan tumbuh tanpa dikelolah dengan baik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan wawasan dan keterampilan kewirausahaan kepada masyarakat mengenai pengolahan tanaman kelor sebagai produk yang bernilai jual berupa American Cookies dalam rangka meningkatkan aktivitas produktif guna memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga masyarakat Desa Lamokula. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah service learning, terdiri atas tahap investigasi, persiapan, tindakan dan refleksi. Peserta dalam kegiatan berjumlah 20 orang ibu rumah tangga dari Desa Lamokula. Hasil pengabdian ini adalah 1) Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan tanaman kelor, 2) Peningkatan kesadaran mengenai potensi-potensi alam lokal dari Desa Lamokula yang dapat dikembangkan sebagai produk bernilai jual, 3) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan bagi masyarakat.
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEMANFAATAN TEKNOLOGI AI, TERHADAP NIAT UNTUK MENGADOPSI KEPUTUSAN AI CHATBOT PADA SHOPEE DI KOTA KENDARI DENGAN DIALOG YANG DIRASAKAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI Siti Mutmainnah Sani; Muhammad Sofian Maksar; Inayah Abdillah Rabbani
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 4 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/32m5hq07

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kepercayaan dan kemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap niat adopsi AI chatbot di platform e-commerce Shopee di Kota Kendari. Dialog yang dirasakan berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah perkembangan AI dalam e-commerce dan pentingnya peran AI chatbot dalam meningkatkan pengalaman pelanggan, di mana kepercayaan konsumen menjadi faktor kunci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data dari pengguna Shopee Generasi Z di Kendari melalui kuesioner.Analisis dilakukan dengan metode Structural Equation Model (SEM) dan Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil awal menunjukkan bahwa kepercayaan dan kemanfaatan memiliki pengaruh positif terhadap niat adopsi AI chatbot. Selain itu, dialog yang dirasakan juga dihipotesiskan sebagai variabel moderasi positif antara kepercayaan dan niat adopsi.Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan akademik tentang pengaruh AI dalam e-commerce dan menjadi referensi untuk penelitian di masa mendatang. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan oleh pengguna dan pengembang Shopee sebagai masukan untuk mengembangkan fitur chatbot yang lebih responsif dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai perilaku konsumen Gen Z terhadap adopsi teknologi AI. Temuan ini juga dapat menjadi masukan bagi Shopee untuk mengembangkan fitur chatbot yang lebih efektif dan dapat meningkatkan kepercayaan serta loyalitas pelanggan.
PERAN MEDIASI BANDWAGON EFFECT PADA HUBUNGAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT MEMBELI PRODUK FOTOYU DI KOTA KENDARI Muhammad Sawaluddin; Inayah Abdillah Rabbani; Yuan Swastika; Roberto Vizcaya Reyes Jr.
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/w9gmxd46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap Niat Membeli produk Fotoyu di Kota Kendari dengan Bandwagon Effect sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada masyarakat umum di Kota Kendari yang pernah melihat ulasan atau membeli produk Fotoyu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 126 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Electronic Word of Mouth (eWOM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bandwagon Effect, dan Bandwagon Effect berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Membeli. Namun, eWOM tidak terbukti berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Niat Membeli. Temuan utama penelitian ini mengonfirmasi bahwa Bandwagon Effect memediasi secara penuh (full mediation) hubungan antara Electronic Word of Mouth (eWOM) dan Niat Membeli produk Fotoyu di Kota Kendari. Implikasi dari temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital mampu memaksimalkan penyebaran Electronic Word of Mouth (eWOM) secara luas berpotensi menciptakan Bandwagon Effect yang kuat, sehingga secara efektif mendorong peningkatan niat beli konsumen.
PENGARUH KREDIBILITAS INFLUENCER TERHADAP IMPULSIVE BUYING YANG DI MEDIASI OLEH KETERTARIKAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN DI LIVE STREAMING TIKTOK SHOP Nurhikma Yanti; Inayah Abdillah Rabbani; Muhammad Sofian Maksar; Roberto Vizcaya Reyes Jr.
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cdn50842

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kredibilitas influencer terhadap impulsive buying yang dimediasi oleh ketertarikan konsumen pada live streaming TikTok Shop di Indonesia. Fenomena meningkatnya pembelian spontan dalam ekosistem live streaming commerce mendorong kebutuhan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme psikologis yang menghubungkan kredibilitas influencer dengan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 400 responden pengguna TikTok yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS v4.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying, kredibilitas influencer berpengaruh positif terhadap ketertarikan konsumen, dan ketertarikan konsumen berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. Ketertarikan konsumen terbukti memediasi secara parsial pengaruh kredibilitas influencer terhadap impulsive buying. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model Stimulus–Organism–Response dalam konteks live streaming commerce dan memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran berbasis influencer yang lebih efektif.