Prevalensi hipertensi di Indonesia dan dunia terus meningkat. Hipertensi memerlukan pengobatan jangka panjang dengan obat-obatan konvensional, namun obat konvensional memiliki kelemahan yaitu dapat menimbulkan berbagai efek samping. Untuk mengatasi permasalahan ini maka masyarakat menggunakan obat bahan alam sebagai alternatif pengobatan lainnya. tetapi penelitian mengenai obat antihipertensi berbahan alam terutama vasodilator masih terbatas sehingga diperlukan eksplorasi. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat bahan alam yaitu kulit batang ketapang (Terminalia catappa Linn). Namun di Indonesia belum ada penelitian terkait kulit batang ketapang sebagai vasodilator. Untuk menilai apakah ekstrak etanol kulit batang ketapang memiliki aktivitas vasodilatasi. Aktivitas vasodilatasi aorta tikus wistar putih diuji dengan metode isolated aorta bioassay yang diprekontraksi dengan fenilefrin. Penelitian ini menggunakan dua kelompok uji, yaitu kelompok kontrol dan kelompok ekstrak etanol kulit batang Terminalia catappa (KBTC). Keduanya dimasukan ke dalam chamber berisi aorta tikus dengan log konsentrasi -2, -1,5, -1, -0,5, 0 dan 0,5 secara kumulatif. Hasil uji isolated aorta bioassay didapatkan ada aktivitas vasodilatasi pada log konsentrasi -1,0 penurunan persen tonus aorta sebesar 22,5%, sedangkan pada log konsentrasi tinggi hanya menyebabkan efek vasodilatasi lemah yaitu pada log konsentrasi 0,5 menyebabkan persen penurunan tonus aorta hanya -6,2%. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat aktivitas vasodilatasi ekstrak etanol KBTC pada aorta tikus wistar putih.