Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AKSIOMA

Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII ditinjau dari gaya belajar Rofi Rhyana Dwi Anggraini; Aan Hendroanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v12i1.7047

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam pendidikan matematika, dikarenakan kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan matematika. Salah satu faktor yang mempengarui pemecahan masalah adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemetaan gaya belajar kelas VIIIA serta untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 2 Godean ditinjau dari gaya belajar.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian yaitu sebanyak 6 orang siswa kelas VIIIA dimana masing-masing type gaya belajar diwakili oleh 2 orang siswa. Teknik pengambilan data menggunakan angket gaya belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 27 siswa terdapat 16 (59%) siswa bergaya belajar visual, 4 (15%) siswa gaya belajar auditorial, 5 (19%) siswa gaya belajar kinestetik, dan 2 (7%) diantaranya V-A-K. Kemampuan penyelesaian masalah pada siswa visual mampu melaksanakan hingga tahap ketiga polya (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana), siswa auditorial mampu melaksanakan tahap hingga tahap ketiga (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana), namun subjek A2 tidak melaksanakan tahap 2 yaitu penyusunan rencana, siswa kinestetik melaksanakan hingga ke tahap 3 (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana). Ketiga subjek sama-sama tidak melaksanakan tahap 4 yaitu memeriksa kembali.
Apakah pembelajaran berbasis proyek dapat dilakukan secara daring menggunakan video? Aan Hendroanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i1.10711

Abstract

Pemberlajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk bekerja secara aktif untuk menyelesaikan suatu proyek dan menghasilakn suatu karya. Namun, pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan model pembelajaran ini menjadi sulit karena harus dilakukan secara daring. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan video suatu kegiatan untuk membantu pelaksanaan pembelajaran berbasi proyek secara daring. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan empat langkah yaitu: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan semester 4 pada mata kuliah Geometri Deskriptif. Data diperoleh dari penilaian ahli media dan ahli materi serta respon mahasiswa. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa video dapat diimplementasikan pada pembelajaran berbasis proyek secara daring dengan nilai respon mahasiswa yaitu 4,67 termasuk kategori sangat baik. Selain itu, penilaian dari ahli menunjukkan skor 4,57 termasuk kategori sangat baik.
Kemampuan spasial siswa setelah belajar geometri deskriptif secara daring Aan Hendroanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i3.14027

Abstract

Implementasi pembelajaran daring selama pandemic covid 19 telah berdampak pada perkembangan kemampuan spasial siswa dalam mata kuliah geometri deskriptif. Perkembangan kemampuan spasial siswa terganggu karena pelaksanaan pembelajaran yang secara daring sementara kegiatan praktikum seharusnya dilakukan secara luring. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan spasial mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP UAD pada mata kuliah geometri deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek yaitu 24 orang mahasiswa semester 4 peserta mata kuliah geometri deskriptif tahun akademik 2021/2022. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan spasial, serta wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan spasial siswa 67,8 dengan kategori cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa masih kurang dari yang diharapkan yaitu masuk kategori sangat baik.
Potret kemampuan penalaran spasial serta persepsi siswa sekolah menengah pertama terhadap geometri dan matematika Fitriyani, Harina; Kusumah, Yaya Sukjaya; Dahlan, Jarnawi Afgani; Hendroanto, Aan
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v16i1.21395

Abstract

Geometry is a field of mathematical study closely related to spatial reasoning and its many uses in everyday life. The purpose of this study was to photograph the spatial reasoning ability of junior high school students in doing spatial tasks from a gender perspective and their perceptions of the geometry material and mathematics. A qualitative approach was chosen to describe the research findings. One hundred two junior high school students in Sleman Yogyakarta participated in spatial reasoning tests, interviews, and questionnaires. Data analysis uses data reduction, data presentation, and verification stages. The results showed that the average student's spatial reasoning ability was still low, 42.09. Most students mastered spatial tasks in spatial orientation, while the students' mastery of spatial reasoning was the weakest in the element of spatial visualization. From a gender perspective, male students showed superior spatial reasoning abilities than female students. Students perceive mathematics and geometry as complex materials, but they are essential to learning because of their many benefits in everyday life.