Yohanis, Santi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menelusuri Konsep Pemikiran John Calvin Tentang Manusia dan Relevansinya Terhadap Transformasi Sosial Rerung, Alvary Exan; Yohanis, Santi
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1593

Abstract

Abstract. This article is a study of John Calvin's concept of thought about humans. By drawing on and analyzing John Calvin's thoughts, the author believes that the background of John Calvin's life needs to be explained comprehensively in order to understand his theology about humans. The background of the life in question includes: the background of Calvin's life, the influence of philosophical schools on the formation of Calvin's theology and the controversy over his life which makes many people wonder. By using literature study approach, the author examines it analytically and methodically and obtains three points that can be of actual relevance to social transformation efforts in Indonesia. First, the social human that Calvin meant was a human who always prioritizes an attitude of hospitality. Second, social humans are humans who abandon the tendency to prioritize individualistic attitudes. Third, social people are people who continue to fight for Indonesia as a "city of God," an area where people will feel peace because they accept justice and the virtues of life.Abstrak. Artikel ini adalah sebuah studi terhadap konsep pemikiran John Calvin tentang manusia. Dengan menimba dan menganalisis pemikiran John Calvin, penulis berpendapat bahwa latar belakang kehidupan John Calvin perlu dijelaskan secara komprehensif agar bisa memahami teologinya tentang manusia. Latar belakang kehidupan yang dimaksud, antara lain: latar belakang kehidupan Calvin, pengaruh aliran filsafat terhadap pembentukan teologi Calvin dan kontroversi hidupnya yang membuat orang banyak bertanya-tanya. Dengan menggunakan kajian kepustakaan, penulis mengkajinya secara analisis dan metodik, dan mendapatkan tiga poin yang bisa direlevansikan secara aktual pada upaya transformasi sosial di Indonesia. Pertama, manusia sosial yang dimaksudkan Calvin adalah manusia yang selalu mengedepankan sikap hospitalitas. Kedua, manusia sosial adalah manusia yang meninggalkan kecenderungan untuk mengedepankan sikap individualistik. Ketiga, manusia sosial adalah manusia yang terus memperjuangkan Indonesia sebagai “kota Allah,” daerah di mana masyarakat akan merasakan damai sejahtera karena menerima keadilan dan kebajikan hidup.
Etika Keadilan Upah: Kritik Sosial Ulangan 24:14-15 dan Relevansinya bagi Moralitas Kristen Masa Kini Yohanis, Santi
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2025): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v3i1.18

Abstract

This article presents an in-depth study of the Ethics of Just Wages as a crucial social critique relevant to contemporary Christian Morality. Driven by the pervasive issues of wage inequality, exploitation, and economic disparities that undermine worker dignity, the research posits that the biblical command found in Deuteronomy 24:14-15 is an urgent theological mandate, not merely social advice. The research method employed is qualitative library research, focusing on historical-grammatical exegesis of Deuteronomy 24:14-15 to ascertain its original meaning, followed by hermeneutical analysis for normative relevance. The Results and Discussion demonstrate that the absolute prohibition against oppression (‘āšaq) and the obligation to pay wages promptly manifest the principle of Human Dignity (Imago Dei). This principle requires every follower of Christ to practice a just wage as tangible evidence of faith obedience. It is concluded that commitment to wage justice, which aligns with the advocacy positions of PGI, is an unavoidable prerequisite for developing a Christian Morality that is both prophetic and deeply integrated with social justice. AbstrakArtikel ini menyajikan kajian mendalam mengenai Etika Keadilan Upah sebagai kritik sosial mendasar yang relevan bagi Moralitas Kristen masa kini. Dilatarbelakangi oleh meluasnya isu ketidakadilan upah, praktik eksploitasi, dan ketimpangan ekonomi yang merusak martabat kaum pekerja, penelitian ini berargumen bahwa perintah Alkitab dalam Ulangan 24:14-15 adalah mandat teologis yang mendesak, bukan sekadar anjuran sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan fokus pada eksegesis historis-gramatikal teks Ulangan 24:14-15 untuk menentukan makna aslinya, diikuti oleh analisis hermeneutik untuk menarik relevansi normatif. Hasil dan Pembahasan menunjukkan bahwa larangan mutlak untuk menindas (‘āšaq) dan kewajiban membayar upah tepat waktu adalah manifestasi prinsip Martabat Manusia (Imago Dei). Prinsip ini menuntut setiap pengikut Kristus untuk mempraktikkan upah yang layak (just wage) sebagai bukti ketaatan iman. Disimpulkan bahwa komitmen terhadap keadilan upah, yang sejalan dengan posisi advokasi PGI, adalah prasyarat yang tidak dapat dihindari bagi terbentuknya Moralitas Kristen yang berintegritas, profetik, dan mampu menantang ketidakadilan struktural.Kata Kunci: Keadilan Upah; Ulangan 24:14-15; Kritik Sosial: Moralitas Kristen