Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kelayakan Bisnis “Kopi Keliling” Muhammad Gibran Siregar; Annisa Pratiwi Sundari; Nadila Elsa; Perwito, Perwito
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v3i1.995

Abstract

Penelitian ini sebagai studi kelayakan untuk menilai apakah bisnis kopi keliling dapat menjadi usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan. Studi ini akan mencakup berbagai aspek, seperti potensi pasar, rencana operasional, analisis keuangan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan pendekatan yang terstruktur, diharapkan hasil studi ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang prospek bisnis kopi keliling. Berdasarkan hasil studi kelayakan, bisnis kopi keliling menggunakan sepeda motor memiliki prospek yang menjanjikan, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi. Aspek pasar menunjukkan bahwa minuman kopi tetap menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, dan kepraktisan layanan kopi keliling memberikan nilai tambah yang diminati konsumen. Model bisnis ini mampu menjangkau berbagai lokasi strategis, seperti perkantoran, kampus, dan ruang publik, sehingga meningkatkan peluang penjualan. Dari sisi teknis, penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi utama memberikan fleksibilitas tinggi dengan biaya operasional yang rendah. Selain itu, investasi awal yang relatif terjangkau membuat bisnis ini dapat diakses oleh pelaku usaha mikro atau pemula. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada cuaca, perawatan kendaraan, dan manajemen stok memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kelancaran operasional. Aspek keuangan menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, bisnis kopi keliling menggunakan sepeda motor dapat mencapai titik impas (Break-Even Point) dalam waktu 5,2 bulan. Hal ini menjadikannya salah satu peluang usaha yang cepat menghasilkan keuntungan dengan risiko yang dapat dikelola. Secara hukum, bisnis ini memerlukan izin usaha dan kepatuhan terhadap regulasi setempat. Hal ini menjadi salah satu syarat penting untuk memastikan kelancaran operasional dan membangun kepercayaan konsumen.
Strategi dan Tantangan dalam Ekspor Bespoke Project ke Malaysia: Analisis Praktik Bisnis Internasional Hani Humaeriyah; Rd. Ghina Fithriyah; Devia Izmi Nurshanti; Muhammad Gibran Siregar; Risnawati Aisy; Satria Adiputra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI (Edisi Spesial)
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8ha9b776

Abstract

Studi ini mengkaji strategi dan tantangan dalam mengekspor produk Bespoke Project ke Malaysia. Tujuannya adalah memahami bagaimana usaha kecil bisa melakukan ekspor secara langsung dengan cara digital, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan ekspor dalam bisnis internasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data didapat dari praktik langsung terhadap cara ekspor, serta analisis teori dari berbagai artikel, buku, dan jurnal yang relevan. Fokus utamanya adalah strategi ekspor langsung dan cara berinteraksi secara digital dengan pembeli di Malaysia. Penekanan utama terletak pada strategi ekspor langsung dan metode berinteraksi secara digital dengan pembeli di Malaysia. Strategi ekspor langsung terbukti berhasil bagi pelaku usaha mikro. Keberhasilan dipengaruhi oleh keterampilan komunikasi, pemahaman pasar, fleksibilitas produk, dan dukungan teknologi digital. Tantangan utama mencakup membangun kepercayaan, pengaturan logistik, dan batasan legalitas usaha. Interaksi individu menjadi faktor utama dalam membangun relasi perdagangan global. Strategi ekspor digital secara langsung memungkinkan pelaku usaha mikro bersaing di pasar global. Dianjurkan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya serta penguasaan teknologi. Studi tambahan dibutuhkan dengan lingkup produk, negara tujuan, dan aktor yang lebih luas agar hasilnya lebih representatif.