Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Harian Radar Sulteng Untuk Mempertahankan Pelanggan Ahmad Fauzan; Rizky Alfiyaty; Fitriani Puspa Ningsih; Nurdiana Nurdiana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.6775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan Harian Radar untuk Mempertahankan Pelanggan, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus, melalu teori Strategi Komunikasi Hafied Cangara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Radar Sulteng mengalami penurunan signifikan dalam penjualan akibat persaingan dari media digital, terutama setelah gempa pada tahun 2018. Meskipun demikian, perusahaan berupaya mempertahankan eksistensi dan meningkatkan omset. Harian Radar Sulteng menerapkan empat dari lima tahapan strategi menurut Hafied Changara, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (excecute), evaluasi (measure) , dan pelaporan (react), namun tidak menggunakan tahapan pertama yaitu penelitian (research). Dalam merencanakan strategi komunikasi, mereka fokus pada segmentasi audiens, terutama di lingkungan pemerintahan, dan menerapkan strategi penjualan borongan. Strategi pelaksanaan melibatkan kerja sama dengan panitia kegiatan, penawaran pembelian koran dengan bonus liputan, serta upaya beradaptasi dengan digitalisasi. Evaluasi dilakukan secara terstruktur setiap dua minggu atau satu bulan, sementara pelaporan hasil evaluasi memungkinkan berbagi temuan dengan pemangku kepentingan dan mendapatkan umpan balik. Dengan demikian, strategi komunikasi Harian Radar Sulteng didasarkan pada pemahaman pasar dan kebutuhan pelanggan, serta melibatkan serangkaian tahapan untuk memastikan kesuksesan dan perbaikan berkelanjutan
Rekonstruksi Mekanisme Seleksi Penyelenggara Pemilu Di Indonesia Menuju Sistem Yang Independen Ahmad Fauzan; Gunawan Arifin; Mohamad Safrin
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i3.2379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang mekanisme seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum di Indonesia yang masih dipengaruhi oleh intervensi politik melalui keterlibatan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat, serta melakukan perbandingan dengan model Tribunal Superior Eleitoral di Brazil yang memiliki tingkat independensi lebih kuat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme seleksi Komisi Pemilihan Umum yang berlaku saat ini belum sepenuhnya mampu menjamin integritas, profesionalitas, dan netralitas penyelenggara pemilu akibat dominasi aktor politik, tidak optimalnya standar berbasis merit, serta terbatasnya transparansi substantif dan efektivitas partisipasi publik. Sebaliknya, model Tribunal Superior Eleitoral Brazil yang berbasis peradilan elektoral menunjukkan sistem seleksi yang lebih terlindungi dari kepentingan politik sehingga lebih mampu menjamin akuntabilitas kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan mekanisme seleksi melalui penguatan tim seleksi independen, pembatasan kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat, penerapan sistem merit yang terukur, peningkatan transparansi, serta pengembangan model electoral court dan konsep reverse mechanism selection. Reformasi tersebut menjadi penting untuk memperkuat kredibilitas serta legitimasi demokrasi elektoral di Indonesia