Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Desa Sukorejo Nanda Adivio Putri Perdani; Ramanidityo Mustofa; Titis Purwaningrum
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7441

Abstract

Masalah gizi pada balita, terutama stunting, masih menjadi perhatian utama di Indonesia, dengan prevalensi yang cukup tinggi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas anak. Di Kabupaten Ponorogo, khususnya Desa Sukorejo, angka stunting pada balita mengalami penurunan setelah diterapkannya program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat melalui pelatihan dan edukasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang bergizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program DASHAT berhasil menurunkan angka stunting di Desa Sukorejo dari 13,40% pada Februari 2023 menjadi 8,18% pada Februari 2024. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dengan dukungan pemerintah dan penggunaan potensi lokal. Program ini diharapkan dapat diterapkan di daerah lain sebagai langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data.
Pengaruh Jam Kerja Shift, Stres Kerja, dan Kompensasi terhadap Kualitas Hidup Karyawan CV. Mitra Grosir di Kabupaten Ponorogo Ramanidityo Mustofa; Wahna Widhianingrum; Tegoeh Hari Abrianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh jam kerja shift, stres kerja, dan kompensasi terhadap kualitas hidup karyawan pada CV. Mitra Grosir di Kabupaten Ponorogo. Penelitian dilatarbelakangi oleh penerapan sistem kerja shift yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kondisi fisik dan psikologis karyawan, meningkatnya stres kerja akibat tuntutan pekerjaan, serta pentingnya pemberian kompensasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 35 karyawan yang dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.1.0.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kerja shift berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas hidup karyawan. Stres kerja juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas hidup karyawan. Sebaliknya, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hidup karyawan. Selain itu, hasil pengujian simultan membuktikan bahwa jam kerja shift, stres kerja, dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup karyawan di CV. Mitra Grosir Kabupaten Ponorogo. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian secara simultan ketiga variabel tersebut terhadap kualitas hidup karyawan pada perusahaan ritel lokal yang belum banyak dikaji dalam penelitian sebelumnya. Selain itu, penggunaan metode SEM-PLS memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antarvariabel, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan jam kerja, pengendalian stres kerja, serta pemberian kompensasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan.