Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Alat Evaluasi Quizizz Untuk Mengungkap Personal Branding Mahasiswa Tata Kecantikan Menuju Dunia Kerja Trisnani Widowati; Musdalifah; Eny Widya; Erna Setyowati; Novia Restu Windayani; Indah Eges Wahyuni; Anadia Krisna Putri; F Sekar Hayu Dewani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.927

Abstract

Berdasar pengamatan belum seluruh mahasiswa melakukan keaktifan diluar kampus, masih banyak yang kegiatannya hanya mengikuti perkuliahan. Terkait dengan hal tersebut maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan seluruh potensi dirinya secara kognitif, afektif, dan psikomotorik yang menekankan pada kemampuan untuk berpikir kritis,kreatif dan inovatif, keterampilan komunikasi dan kolaborasi, keterampilan memecahkan masalah yang mampu menghubungkan ilmunya dengan dunia nyata, serta menguasai teknologi informasi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa tata kecantikan/rias memahami kemampuan, potensinya serta upaya yang dilakukan untuk membangun personal branding dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang kompetitif sebagai penyedia jasa kecantikan atau sebagai calon guru SMK. Hasil penelitian pengembangan alat evaluasi berbasis aplikasi Quizizz untuk mengungkap personal branding mahasiswa Program Studi Tata Kecantikan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja diperoleh nilai rata-rata 88,06%, termasuk dalam kategori tinggi berdasar indikator authenticity, relevan dan konsisten . Tingkat keefektivan alat evaluasi berbasis Aplikasi Quizizz diperoleh berdasar tanggapan terhadap penggunaan aplikasi yang diperoleh rata-rata 86,5% termasuk dalam kategori tinggi berdasar indikator penyajian, desain isi, kemudahan dan kelayakan Quizizz.
Empowering Female Prisoners Through Makeup and Hairstyling Training to Improve Skills and Economic Independence at the Semarang City Women’s Prison Ifa Nurhayati; Erna Setyowati; Pramesti Adika Ratri
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v5i2.37426

Abstract

The issue of social reintegration and rehabilitation, particularly for women in correctional institutions (Lapas), remains a significant challenge in Indonesia. Female inmates often face negative stigma, limited access to education and skill training, and significant economic hardship upon release. Their unpreparedness for life outside often leads them to relapse into criminal behavior. Therefore, a strategic approach is needed that can provide skills and build their self-confidence, so they can live productively and sustainable in society. One skill that can be developed is hairdressing and makeup, which has broad market potential in Indonesia. With the increasing demand for beauty services, skills in this field not only open up job opportunities but can also become a sustainable independent business. Based on initial observations at Semarang City Prison, it was discovered that knowledge of certain skills was urgently needed, as the inmates had never received training in these areas. This community service program aims to utilize hairdressing and makeup skills, with a focus on creating more productive and sustainable skills, both during their sentence and after returning to society. This program is expected to build self-confidence and increase economic opportunities for women’s success, so they can become independent and useful individuals both inside and outside of prison. This training was held at the Semarang City Women’s Prison on May 8-9, 2025, and used lectures, reflection, practice, and evalution methods. The training results showed that the participants developed skills and high levels of motivation and received full support from the prison administration. The program provided economic resources, self-confidence, and opportunities for independent entrepreneurship as compensation after serving their sentence.