Era transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis di sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan akses layanan. Transformasi digital mencakup adopsi teknologi seperti rekam medis elektronik (Electronic Health Record/EMR), telemedicine, dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat dan layanan yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: Apa saja tantangan dan hambatan dalam implementasi transformasi digital di rumah sakit, khususnya EMR, dan strategi apa yang dapat digunakan untuk mengatasinya? Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka dari berbagai sumber ilmiah, laporan pemerintah, dan studi kasus yang relevan untuk mengidentifikasi faktor kunci, hambatan, serta praktik terbaik transformasi digital di sektor kesehatan. Analisis dilakukan secara kritis terhadap 25 publikasi yang membahas EMR, telemedicine, sistem informasi kesehatan, serta teknologi pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EMR dan teknologi digital lainnya secara signifikan meningkatkan akurasi diagnosis, efisiensi operasional, transparansi layanan, serta perlindungan data pasien. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kurangnya literasi digital tenaga kesehatan, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, isu privasi dan keamanan data, serta regulasi yang belum memadai. Strategi untuk mengatasinya mencakup peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, perencanaan strategis, kolaborasi lintas departemen, interoperabilitas sistem, dan investasi pada infrastruktur digital. Kesimpulannya, transformasi digital di rumah sakit terbukti dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan manajemen, kebijakan yang jelas, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan. Peneliti menyarankan untuk memperkuat regulasi, memperluas literasi digital, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat untuk memastikan transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan.