Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Fast Track Dan Metode Crashing Terhadap Efisiensi Biaya Dan Aktivitas Waktu Pelaksanaan Fitriah Fitriah; Wayan Mustika; Romy Talanipa; Syahrul Ramadhan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i4.88

Abstract

Pembangunan proyek memerlukan sumber daya manusia, material, peralatan, metode, uang, informasi, dan waktu, dengan tiga aspek penting, yaitu waktu, biaya, dan mutu (Kerzner, 2006). Meskipun mutu harus tetap dijaga, namun sering terjadi pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu (Praboyo, 1999) yang dapat menurunkan efisiensi dan nilai kompetitif pengembang (Mora dan Li, 2001). Lokasi penelitian adalah Proyek Rehabilitasi D.I Wawotobi, Kabupaten Konawe (Paket-2) oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk KSO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan proyek dengan metode Fast Track dan Crashing, mengukur persentase durasi dan biaya proyek, serta menilai metode mana yang lebih efektif untuk proyek ini. Penelitian menggunakan metode Fast Track dan Crashing, metode Fast Track menata ulang aktivitas pekerjaan secara paralel tanpa mempengaruhi biaya, sedangkan metode Crashing mengurangi waktu proyek secara terstruktur dan logis dari kegiatan proyek. Berdasarkan hasil analisis, Fast Track mempercepat penyelesaian proyek sebesar 2,04% (5 hari) dan menghemat biaya sebesar 0,05% (Rp 42.950.813), sedangkan Crashing mempercepat penyelesaian proyek sebesar 18,78% (46 hari) dan menghemat biaya sebesar 1,01% (Rp 817.060.274). Metode Crashing lebih efektif dalam mengurangi durasi dan biaya proyek.
Manfaat Senyawa Bioaktif Kerang Tiram dan Abalon Bagi Kesehatan Reproduksi: Tinjauan Literatur Paridah; Minnati Zulfa Anika; Hafizah Aulia; Ferlin Dewi Puspitasari; Zainal; Fitriani Iqbal; Syahrul Ramadhan
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25740

Abstract

Kesehatan reproduksi sangat penting untuk kualitas hidup dan keberlangsungan generasi. Diketahui bahwa stres oksidatif, inflamasi, dan ketidakseimbangan hormonal adalah beberapa penyebab gangguan reproduksi pada pria dan wanita. Makanan berbasis biota laut, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat membantu proses reproduksi, telah menjadi subjek pengembangan baru-baru ini. Diketahui bahwa kerang tiram (oyster) dan abalon sangat kaya akan zinc, taurine, selenium, peptida bioaktif, polisakarida, dan asam lemak tak jenuh ganda yang penting untuk aktivitas biologis sistem reproduksi.Dengan menggunakan metode review literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon dapat membantu kesehatan reproduksi. Dengan menggunakan artikel yang relevan dari tahun 2014–2026, database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Frontiers digunakan untuk mencari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan sitoprotektif, melindungi sel reproduksi dari kerusakan oksidatif, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, menjaga keseimbangan hormonal, dan mendukung kualitas sperma dan fungsi testis. Kandungan zinc pada tiram diketahui berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron, dan peptida bioaktif dan taurine berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron. Namun, bukti ilmiah tentang efektivitas dan cara kerjanya perlu diperkuat dengan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia.