Erta Mahyudin
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reorientasi Kurikulum Bahasa Arab di Madrasah Diniyah Takmiliyah Menuju Pembelajaran yang Mendalam, Bermakna dan Menyenangkan / Reorienting the Arabic Language Curriculum in Madrasah Diniyah Takmiliyah Towards Deep, Meaningful, and Enjoyable Learning Erta Mahyudin; Muhammad Alfan
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 6, NO 2 (DESEMBER 2025): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v6i2.475

Abstract

This study explores the urgent need to reorient the Arabic language curriculum in Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) toward a framework of meaningful, deep, and joyful learning. While classical Arabic education has emphasized memorization and grammar to preserve Islamic scholarly traditions, it often neglects communicative competence, critical thinking, and contextual relevance. Drawing on the theories of meaningful learning from Ausubel, deep learning from Biggs & Tang, and joyful learning form Rogers and Seligman, this article proposes a transformative curriculum model that harmonizes tradition with innovation. Utilizing a qualitative library research method, the paper analyzes theoretical foundations, national education policies, and best practices in MDTs. The findings offer practical recommendations for curriculum development, teacher training, authentic assessment, and the integration of digital and local learning resources. This reorientation aims to cultivate spiritually rooted, critically aware, and linguistically capable learners who can engage with Islamic texts and contemporary challenges alike.Penelitian ini mengkaji urgensi reorientasi kurikulum Bahasa Arab di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menuju kerangka pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan. Tradisi pengajaran Bahasa Arab di MDT yang menitikberatkan pada hafalan dan gramatika klasik memang berkontribusi terhadap pelestarian keilmuan Islam, namun kurang membekali peserta didik dengan kompetensi komunikatif, berpikir kritis, dan relevansi kontekstual. Dengan mengacu pada teori meaningful learning dari Ausubel, deep learning dari Biggs & Tang, dan joyful learning dari Rogers dan Seligman, artikel ini mengusulkan model kurikulum transformatif yang mengintegrasikan kekayaan tradisi Islam dengan pendekatan pedagogis modern yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini mengkaji fondasi teoretis, kebijakan pendidikan nasional, dan praktik baik di MDT. Hasilnya tawaran rekomendasi konkret terkait pengembangan isi kurikulum, pelatihan guru, asesmen autentik, serta pemanfaatan media digital dan lokal. Reorientasi ini bertujuan membentuk peserta didik yang cakap berbahasa, reflektif, serta berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan siap menghadapi tantangan zaman.
Fenomena Al-Taraduf dalam Bahasa Arab dan Contohnya Husnaini Muhammad Makhluf; Muammar Qadavi Umasugi; Ahmad Dardiri; Wati Susiawati; Erta Mahyudin
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/69nw8167

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena al-tarāduf dalam bahasa Arab dari segi pengertian, pandangan ulama, sebab kemunculan, manfaat, serta contohnya. Secara etimologis, al-tarāduf berasal dari akar kata ردف yang berarti mengikuti secara berurutan, sedangkan secara istilah berarti perbedaan lafaz yang memiliki makna sama. Para ulama berbeda pandangan mengenai keberadaannya, sebagian seperti Sibawaih dan Ibnu Sidah menerima adanya al-tarāduf, sedangkan yang lain seperti Ibnu al-A‘rabi dan Abu Hilal al-‘Askari menolaknya karena setiap kata menurut mereka memiliki makna tersendiri. Fenomena al-tarāduf muncul disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain perpaduan dialek, peminjaman bahasa, perkembangan fonetik dan semantik, serta kebiasaan orang Arab menggunakan kunyah. Keberadaan al-tarāduf memberikan manfaat besar, di antaranya memperkaya ekspresi bahasa, membantu kelancaran berbicara, serta memperindah gaya bahasa dalam sastra Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber utama karya Walid Abdul Majid Ibrahim berjudul Al-Tarāduf fī al-Lughah al-‘Arabiyyah serta beberapa artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-tarāduf merupakan fenomena alami yang memperkaya kosa kata dan memperluas keindahan bahasa Arab baik dalam percakapan maupun dalam Al-Qur’an