Ayatullah Sadali
UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Proyeksi Tingkat Pengangguran Terbuka di 38 Provinsi Periode 2021-2025 Hatma Aura Rahmah; Tamamudin Tamamudin; Ayatullah Sadali
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika spasial dan temporal Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di 38 provinsi di Indonesia selama periode 2021–2025, di tengah penurunan TPT secara nasional yang belum diikuti dengan pemerataan pemulihan pasar kerja. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami ketimpangan regional dalam pengangguran terbuka sebagai cerminan ketidakmerataan pembangunan, sehingga dapat mendukung perumusan kebijakan ketenagakerjaan yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi dokumenter. Data yang dianalisis merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan pemerintah, serta hasil kajian dari lembaga independen selama periode lima tahun. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) untuk memahami faktor-faktor sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang memengaruhi TPT, serta analisis spasial deskriptif untuk memetakan pola dan arah pergeseran pengangguran antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi di wilayah barat, seperti Jawa Barat dan Banten, mengalami TPT tinggi akibat tekanan urbanisasi, pertumbuhan penduduk usia kerja, dan stagnasi daya serap sektor industri. Sebaliknya, wilayah timur seperti Papua menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya mobilitas kerja, dan lemahnya lembaga pelatihan kerja. Provinsi Bali secara konsisten mencatat TPT terendah karena kekuatan sektor jasa, terutama pariwisata, serta sistem pelatihan vokasional yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengangguran terbuka tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi, melainkan juga oleh aspek demografi, geografis, dan kelembagaan. Temuan ini menegaskan perlunya strategi ketenagakerjaan berbasis lokal yang adaptif terhadap kondisi wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan secara lebih inklusif.
Strategi Adaptasi Usaha Batik Pekalongan di Tengah Gempuran Produk Fast Fashion Desy Adella; Tamamudin; Ayatullah Sadali
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 3 No. 3 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v3i3.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptasi yang dilakukan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di Pekalongan dalam menghadapi serangan industri fast fashion. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa pemilik usaha batik tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM menghadapi tantangan dalam persaingan harga, tren pasar yang berubah dengan cepat, dan rendahnya literasi digital. Strategi adaptasi meliputi diversifikasi produk, inovasi desain, pemanfaatan media sosial, dan kolaborasi dengan mitra bisnis. Meskipun menghadapi keterbatasan, pelaku usaha tetap berkomitmen untuk mempertahankan nilai budaya batik. Studi ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ekosistem industri batik yang berkelanjutan secara ekonomi dan budaya.