Sifha Aura Anggraini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN DAYA TERIMA PEMBUATAN ABON IKAN MANYUNG (Arius Thalassinus) DAN REBUNG BAMBU (Dendrocalamus Asper) Kurnia Vio Viscesa; Mulyanita; Ikawati Sulistyaningsih; Sifha Aura Anggraini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1050

Abstract

Latar Belakang : Abon merupakan salah satu pangan fungsional yang sudah populer di kalangan masyarakat. Abon ikan manyung dan rebung bambu ialah pembuatan abon yang divariasikan dengan penambahan ikan manyung dan rebung bambu yang diolah dengan pembuatan abon pada umumnya. Keunggulan abon ialah termasuk salah satu makanan yang tahan lama yang memiliki protein tinggi dan memiliki kadar kolesterol yang rendah, yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Abon memiliki nilai tambah bagi pengelolanya dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetauhi daya terima panelis meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa terhadap abon ikan manyung dan rebung bambu. Metode : Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode uji hedonik terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa. Hasil : Berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap warna menunjukkan pada yang paling disukai panelis pada perlakuan 2 paling tinggi panelis menyatakan suka (72%). Untuk aroma menunjukkan yang paling disukai panelis pada perlakuan 2 paling tinggi menyatakan suka (56%). Tekstur menunjukkan yang paling disukai panelis pada perlakuan 2 paling tinggi menyatakan suka (52%). Rasa menunjukkan yang paling disukai panelis pada perlakuan 1 paling tinggi panelis menyatakan suka (44%). Saran : Produk abon ikan manyung (Arius Thalassinus) dan rebung bambu (Dendracalamus Asper) dapat direkomendasikan salah satu alternatif makanan olahan dengan pemanfaatan pangan lokal dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama analisis gizi abon ikan manyung (Arius Thalassinus) dan rebung bambu (Dendracalamus Asper).
KAJIAN LITERATUR POLA ASUH TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH PERAIRAN Iranda Faradila; Sopiyandi; Yanuarti Petrika; Sifha Aura Anggraini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1052

Abstract

Latar belakang : Pola asuh orang tua adalah perilaku orang tua dalam mengasuh balita, seperti dalam memberikan makan berperan penting untuk penentuan status gizi anak dan meningkatkan tumbuh kembang anak balita. Pola asuh pemberian makan berkaitan dengan pemilihan dan cara makan. Perilaku ibu dalam menyusui atau memberi makan dengan makanan yang sehat dan bergizi serta mengontrol besar porsi yang dihabiskan dapat meningkatkan status gizi anak. Tujuan yaitu  mengkaji beberapa hasil penelitian dengan jurnal mengenai pola asuh terhadap status gizi pada balita di wilayah perairan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu kajian literatur dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan baru dari beberapa jurnal artikel yang telah di review. Artikel yang dilakukan review tentang  pola asuh pada balita di  Daerah Aliran Sungai dan daerah pesisir. Hasil : Pola asuh dalam pemberian makan balita di daerah perairan sebagian besar kategori baik (68,7%) dan pola pemberian riwayat ASI Eksklusif sebagian besar kategori baik (72%). Balita yang bertempat tinggal di wilayah perairan sebagian besar memiliki status gizi baik (60,9%). Kajian jurnal menyatakan bahwa sebagian besar menyatakan terdapat hubungan signifikan antara pola asuh terhadap status gizi di wilayah perairan dengan p-value <0,05. Kesimpulan : Kesimpulan bahwa dari variabel pola asuh dalam pemberian makan balita sebagian besar kategori baik di daerah perairan dan pola asuh terhadap status gizi balita sebagian besar terdapat hubungan signifikan di wilayah perairan.