Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ECOPLAN : JOURNAL OF ECONOMICS AND DEVELOPMENT STUDIES

Analisi Evaluasi Kinerja RPJMD Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012-2017 Muhammad Saleh
Ecoplan Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i1.3

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembangunan daerah berdasarkan target kinerja yang telah ditetapkan dan tercantum dalam dokumen RPJMD Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012- 2017. Metode penelitian ini menggunakan analisis Deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capaian Kinerja Utama (a). Pertumbuhan ekonomi, Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2013- 2016 baru mencapai rata- rata sebesar 4,66%. (b). PDRB per kapita, PDRB per kapita pencapaiannya melampaui targetnya. (c). Pertumbuhan sektor industri, tidak tercapai. (d). Pertumbuhan sektor jasa rata- rata sebesar 7,52%. Target RPJMD khusus jasa perdagangan belum tercapai. (e). Pertumbuhan sektor pertanian, realisasi rata- rata pertumbuhann pada periode 2012- 2016 adalah sebesar 1,26%, Tetapi dalam RPJMD tidak terukur. (f). Indeks pembagunan manusia (IPM) belum mencapai target yaitu baru 88,81% dari target RPJMD. (g). Angka harapan hidup (AHH) tercapai sebesar 100,82%. (h). Rata- rata lama sekolah daerah Barito Kuala dibawah rata- rata Provinsi. (i). Angka harapan lama sekolah (HLS) daerah Barito Kuala dibawah rata- rata Provinsi. (j). Tingkat kemiskinan, realisasinya pada tahun 2016 sebesar 4,75%, Jika dibandingkan dengan target RPJMD pada akhir tahun masa jabatan Bupati sebesar 4,85%. (k).Tingkat kepuasan masyarakat tidak terukur. (l). Akuntabilitas kinerja, realisasi indikator nilai SAKIP Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2016 nilainya BB (70-80). Jika dibandingkan dengan target RPJMD pada akhir tahun masa jabatan Bupati nilainya BB.(m). Opini BPK realisasinya pada tahun 2015 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kata Kunci: Evaluasi Kinerja, RPJMD Barito Kuala.
Analisis Peluang Pengembangan Investasi di Kabupaten Tabalong Muhammad Saleh
Ecoplan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i2.8

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah ntuk mengetahui peluang investasi pada periode 2019-2025 yang dapat dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat secara umum. Metode analisisnya adalah: Deskriftif kuantitatif. Hasilnya adalah: (1). Faktor- faktor yang mempengaruhi investasi berdasarkan hasil perhitungan SWOT, diperoleh nilai internal-ekstenal (IE) sebesar 3,35 dan 3,30 yang berarti bahwa kondisi Pengembangan Investasi Daerah Kabupaten Tabalong berada pada posisi Pertumbuhan dan Stabilitas. Artinya memberikan sinyal positif untuk pengembangan investasi daerah secara akumulasi relatif lebih besar keuntungannya. (2).Peluang Investasi di Kabupaten Tabalong adalah meliputi kawasan- kawasan yang telah diperuntukan untuk investasi yang tergambar pada pola ruang, potensi yang dimungkinkan untuk pembangunan adalah pada kawasan budidaya. Kawasan budidaya tersebut terdiri atas : kawasan peruntukan hutan produksi, kawasan peruntukan pertanian, kawasan peruntukan perkebunan, kawasan peruntukan peternakan, kawasan peruntukan perikanan, kawasan peruntukan industri, kawasan peruntukan pariwisata, kawasan peruntukan permukiman, kawasan peruntukan pertambangan dan kawasan peruntukan lainnya yang tersebar diseluruh Kabupaten Tabalong. (3).Jika pemerintah daerah melakukan kebijakan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Tabalong, dimana pada periode tahun 2009-2013 pertumbuhan yang ditargetkan 3,53% pertahun, pada periode 2014-2018 sebesar 3,80% per tahun, pada periode 2019-2023 sebesar 5,20% dan periode 2024-2025 sebesar 7,51% per tahun. Maka kebutuhan investasi untuk mencapai target pertumbuhan tersebut akan lebih besar jika dibanding dengan pertumbuhan yang telah dicapai (4,23% per tahun dalam 5 tahun terakhir). Kebutuhan investasi untuk mencapai RPJP pada tahun 2019 Rp.2.267.938 juta, tahun 2020 Rp. 2.385.871 juta, tahun 2021 Rp. 2.509.937 juta, tahun 2022 Rp. 2.640.453juta, tahun 2023 sebesar Rp. 2.777.757 juta, tahun 2024 sebesar Rp.2.922.200 juta dan pada akhir tahun 2025 diharapkan sebesar Rp.3.141.657 juta. Dari investasi tersebut diharapkan bersumber dari dana APBD Kabupaten Tabalong, APBD Provinsi Kalimantan Selatan dan APBN. pada tahun 2019 sebesar Rp.772.006 juta terus mengalami kenaikan menjadi Rp. 812.150 juta (2020), Rp.854.382 juta (2021), Rp.898.810 juta (2022) Rp. 945.548 juta (2023), Rp.1.006.406 juta (2024) dan Rp.1.069.420 juta (2025) kemudian sisanya dari pihak swasta. Kata Kunci: Peluang, Investasi, Pembangunan Ekonomi