Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tanggapan dan Indikator Tanggapan Siswa terhadap Kualitas Layanan Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo Surabaya Wijaya, Belinda; Widjaja, Dinalia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.1.55-66

Abstract

Seiring dengan meningkatnya permintaan pusat pengajaran bahasa Mandarin, peluang pasar untuk pusat pengajaran bahasa Mandarin juga semakin besar, sehingga persaingan antar pusat pengajaran bahasa Mandarin dalam menawarkan berbagai metode pembelajaran semakin ketat. Pusat pengajaran bahasa Mandarin adalah usaha dalam bidang jasa atau layanan. Ketika pelanggan menggunakan layanan, pada dasarnya akan memperhatikan kualitas layanan. Pada penelitian ini, penulis meneliti bagaimana tanggapan siswa terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo dan indikator-indikatornya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai tiga belas orang siswa Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo untuk menganalisis tanggapan mereka mengenai kualitas layanan Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo berdasarkan teori HEdPERF yang dikemukakan Abdullah (2005),  serta mengukur kepuasan mereka terhadap layanan yang mereka terima menggunakan indikator kepuasan yang dikemukakan oleh Tjiptono (2005). Hasil analisis menunjukkan bahwa responden memiliki tanggapan positif terhadap kualitas layanan yang didapatkan. Mereka menyatakan bahwa layanan Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo sangat baik dalam setiap faktor. Semua responden juga menyatakan bahwa mereka secara umum puas dengan kualitas layanan yang diberikan oleh  Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo. Meskipun terdapat beberapa hal yang menimbulkan ketidakpuasan, hal tersebut tidak mempengaruhi kepuasan mereka secara keseluruhan terhadap Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo.
Problema Industri Musik di Era Digital Wijaya, Belinda; Budiningsih, Catharina Ria
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32599

Abstract

Industri musik di era digital mengalami transformasi signifikan yang mempengaruhi berbagai aspek, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi musik. Perkembangan teknologi digital, khususnya internet dan platform streaming, telah merubah cara musik diproduksi, didistribusikan, dan dinikmati oleh masyarakat. Meskipun teknologi ini membuka peluang baru bagi musisi dan label rekaman untuk menjangkau audiens global, ada sejumlah problema yang muncul, seperti menurunnya pendapatan dari penjualan fisik, ketergantungan pada platform digital, serta tantangan dalam perlindungan hak cipta dan royalti. Selain itu, industri musik menghadapi pergeseran dalam perilaku konsumen, dengan preferensi yang lebih besar terhadap akses mudah dan cepat melalui layanan streaming dibandingkan dengan pembelian album atau lagu secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permasalahan yang dihadapi oleh industri musik di era digital, serta memberikan gambaran tentang dampak positif dan negatif dari perubahan ini terhadap musisi, produser, dan konsumen. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam industri musik untuk menavigasi tantangan di era digital serta mengoptimalkan peluang yang ada.
A JURIDICAL ANALYSIS OF THE BUSINESS OPPORTUNITY CONCEPT IN COMPARISON WITH THE MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) CONCEPT Wijaya, Belinda; Tristam Pascal Moeliono
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 4 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Large businesses in various countries are required to assist and support Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs)—known in Indonesia as UMKM—through partnerships. These partnerships can take the form of franchise agreements or other types of agreements. One form of partnership commonly found in business practice is a business opportunity or business package. This paper will examine the form of partnership known as a business opportunity and how the laws in the United States and Indonesia address the development of such collaborations between large-scale businesses and small enterprises (MSMEs or individuals). The research methods employed are normative legal analysis and comparative law. A key finding is that, unlike in the United States, the partnership form giving rise to business opportunity packages—which are not exactly the same as franchise agreements—in Indonesia remains subject to legal practice, meaning it is based solely on contractual freedom. Furthermore, although these business packages resemble partnership agreements between large businesses and SMEs, they differ because they are often formed between investors and individual business activities or even informal ones.