Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Membangun Budaya Patuh Hukum Dari Perspektif Law Enforcement R.A. Kadarmanta; Evita Vebrianti Wulandari; Muslim, Muslim
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building a law-abiding culture in society through a profesional approach to law enforcement is an important element in realizing order and social justice. Profesional law enforcement plays a role in forming and maintaining a law-abiding culture. Law enforcers, including the police, prosecutor's office and judiciary, have a significant influence in ensuring firm, humane and fair law enforcement. The competence, integrity and profesional attitude of law enforcers have been able to become a model for society in complying with the law. The profesionalism of law enforcement requires supervision and accountability to increase public trust. The consistent attitudes and behavior of law enforcers in enforcing the law without discrimination or abuse of power, has a positive impact on society. This research aims to describe the role of law enforcement profesionalism in creating a law-abiding culture, in order to provide recommendations to the government and law enforcement agencies. The method used in the research is a qualitative method by examining primary and secondary data. The research results show that building a law-abiding culture is greatly influenced by the profesionalism of law enforcement. However, it is also recognized that the challenge in building a law-abiding culture is that there are still practices by law enforcement officers who abuse their authority and commit crimes of corruption. There is a need for synergy between law enforcement, government and society in order to create a legal system that is fair, transparent and accountable.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DIREKTORAT KEPOLISIAN UDARA CABANG KOTA TANGERANG SELATAN Muhammad Mirsa; R.A. Kadarmanta
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 2 No. 6 (2025): November
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v2i6.7010

Abstract

The purpose of this study is to determine the simultaneous influence of leadership style and work discipline on the performance of employees of the South Tangerang Branch of the Air Police Directorate. This study uses quantitative research. With a research population of 646 people and 86 people as samples taken using the Slovin formula in this study. Data analysis techniques used are descriptive statistical analysis, data instrument testing, classical assumption testing, quantitative analysis, and hypothesis testing. The results of the study show that the results of the hypothesis test (t test) of the leadership style variable (X1) on employee performance (Y) obtained a calculated t value > t table or (16.843 > 1.989). Thus, H0 is rejected and H1 is accepted, this shows that the results of the study show that there is a significant influence of leadership style on employee performance. The multiple linear regression equation Y = 0.179 + 0.360 X1 + 0.445 X2 means that employee performance even without the influence of leadership style and work discipline already has an influence of 0.179. Simultaneously, leadership style and work discipline have a positive and significant effect on employee performance, this is proven by the calculated F value > F table, which is (264.977 > 3.113) with a significance value of 0.05 (0.000 < 0.05), so Ho is rejected and H3 is accepted, meaning that there is a positive and significant effect between leadership style and work discipline on employee performance simultaneously at the South Tangerang Branch of the Air Police Directorate.
Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Keunggulan Layanan dan Manajemen Operasional di Samakisast Wittaya School Thailand R.A. Kadarmanta; Desilia Purnama Dewi; Endang Kustrini
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v6i1.57123

Abstract

Peningkatan kapasitas melalui pelatihan keunggulan layanan dan manajemen operasional telah diselenggarakan Samakisast Wittaya School Thailand. Dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Samakisast Wittaya School, Thailand, bertujuan memperkuat kapasitas institusi melalui pelatihan tentang service excellence dan manajemen operasional. Inisiatif ini berangkat dari kebutuhan sekolah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dan efektivitas administrasi, mengingat dinamika dunia pendidikan saat ini menuntut lembaga pendidikan untuk lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik serta orang tua. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap utama yakni pertama, Pelatihan service excellence yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan komunikasi, penerapan prinsip pelayanan prima, strategi membangun budaya sekolah yang positif dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, guru dan staf administrasi didorong untuk menguasai teknik praktis dalam menciptakan interaksi yang ramah, empatik, dan solutif, baik dengan siswa maupun orang tua. Kedua, Pelatihan manajemen operasional yang berfokus pada peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta pemanfaatan alat-alat manajemen sederhana untuk mendukung kelancaran aktivitas harian yang diselenggarakan di sekolah. Metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi lokakarya interaktif, diskusi berbasis studi kasus, serta simulasi kelompok. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan peserta untuk mengevaluasi praktik yang selama ini dijalankan, mengidentifikasi hambatan, serta merancang strategi perbaikan yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan sekolah. Mengingat lokasi kegiatan pengabdian sangat jauh yaitu di Thailand, maka dalam teknis pelaksanaannya setelah tatap muka juga dilakukan komunikasi melalui email dan zoom. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya budaya berbagi pengalaman antarpeserta, yang memperkaya proses belajar bersama. Hasil yang diharapkan dari program pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya orientasi pelayanan dalam pendidikan serta peningkatan kepercayaan diri peserta dalam mengimplementasikan teknik manajemen operasional. Selanjutnya dapat memberikan landasan yang kuat bagi pembangunan kapasitas berkelanjutan yang memungkinkan sekolah beradaptasi dengan tantangan masa depan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Pengaruh Komunikasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah Ii Tangerang Selatan Siti Khoirun Nisak; R.A. Kadarmanta
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i2.9062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Kota Tangerang Selatan yang berjumlah 80 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear sederhana dan berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 53,5%, dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (9,468 > 1,991). Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 20,8%, dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (4,532 > 1,991). Komunikasi dan Budaya organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan persamaan regresi Y = 9,617 + 0,634X1 + 0,163X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 56%, sedangkan sisanya sebesar 44% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel atau (348,969 > 3,12). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi dan budaya organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Oleh karena itu, instansi diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi internal serta membangun dan memperkuat budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kinerja pegawai secara berkelanjutan.