Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Napza Ke Sekolah di SMAN 1 Kutacane Tahun 2024 Khalikul Fadli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v4i1.2184

Abstract

The abuse of Narcotics, Psychotropics, and Addictive Substances among the younger generation is a serious issue that threatens the future of the nation. This abuse has significant negative impacts on the mental and physical development of the younger generation. Therefore, prevention efforts through education, routine counseling, and positive activities in the community are crucial. The rampant abuse of Narcotics, Psychotropics, and other Addictive Substances among students and college students has become a new problem in the education sector. According to a survey conducted by the National Narcotics Agency (BNN) and the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) in 2019, 2.3 million students or college students in Indonesia have consumed narcotics. The lack of knowledge and information among students about the effects of drug abuse is a major factor in the spread of this issue. The approach to implementing community service is carried out in several stages, including initial surveys, problem identification, needs analysis, target audience determination, and program implementation. Based on the community service activities carried out, the benefits are greatly felt. This is evident from the enthusiasm of the participants in engaging in the community service activities. The author would like to express their deepest gratitude to the Principal of SMAN 1 Kutacane, Southeast Aceh Regency, who has provided time and space and fully supported this community service activity so that it could be carried out successfully.
Screening Gula Darah Sebagai Deteksi Dini Diabetes Pada Masyarakat Olahraga di Kutacane, Aceh Tenggara Nelly Masna Barus; Khalikul Fadli; Mutiara Hikmah
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v2i3.1855

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes mellitus, menjadi masalah kesehatan utama yang membutuhkan deteksi dini. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan metode screening yang efektif untuk mendeteksi risiko diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Lapangan Pemuda Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Mei 2025. Sebanyak 102 orang yang aktif berolahraga diperiksa kadar gula darahnya menggunakan glucometer standar. Hasilnya menunjukkan 17 orang (16,7%) memiliki kadar gula darah > 200 mg/dL, mengindikasikan risiko diabetes, sementara 85 orang (83,3%) dalam batas normal. Edukasi tentang gaya hidup sehat juga diberikan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya screening dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah PTM.
Pengaruh Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Daerah Endemis Eyastuti Azis; Masrikat Maya Diana Claartje; Syafruddin; Yermi; Khalikul Fadli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7241

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis. Faktor lingkungan, seperti genangan air dan kondisi sanitasi, serta perilaku masyarakat, seperti penggunaan kelambu dan pengelolaan sampah, diduga memengaruhi kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kasus DBD di daerah endemis. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 150 rumah tangga di wilayah endemis DBD, yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku masyarakat, pengamatan kondisi lingkungan, dan catatan kasus DBD dari puskesmas setempat. Analisis data menggunakan regresi logistik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dengan genangan air permanen (OR=3,45; 95% CI: 1,72–6,92) dan perilaku tidak rutin membersihkan lingkungan (OR=2,78; 95% CI: 1,34–5,78) secara signifikan meningkatkan risiko kasus DBD. Faktor lain seperti penggunaan kelambu dan penutup bak air juga berpengaruh, namun tidak signifikan secara statistik. Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat berperan penting dalam kejadian DBD. Intervensi promotif dan preventif yang menyasar perubahan perilaku serta perbaikan lingkungan dapat menurunkan risiko penyakit.
PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2025 Mutiara Hikmah; Nur Triningtias P; Nelly Masna Barus; Khalikul Fadli
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.342

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang berdampak buruk pada kesehatan, terutama bagi remaja yang sedang berada pada masa perkembangan. Penelitian menunjukkan bahwa pelajar SMP mulai terpapar rokok akibat pengaruh teman sebaya, lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang bahaya rokok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi SMP di Kabupaten Aceh Tenggara agar memahami bahaya rokok, serta membekali mereka dengan strategi penolakan terhadap rokok. Metode kegiatan meliputi kunjungan langsung ke lima sekolah, pemberian materi melalui ceramah, presentasi visual, leaflet, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian siswa laki-laki pernah mencoba merokok karena pengaruh teman, dan sebagian besar siswa belum memahami dampak jangka panjang rokok. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya merokok dan pentingnya menciptakan lingkungan tanpa asap rokok. Diperlukan tindak lanjut berupa edukasi berkala dan keterlibatan keluarga serta kader kesehatan.