Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN KELENGKAPAN PENULISAN DIAGNOSIS DAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PASIEN RAWAT JALAN OBGYN DI RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PADANG TAHUN 2024 Rahmadhani, Rahmadhani; Dewi, Siti Handam; Mardiawati, Dewi; Putra, Heru Rahmat Wibawa; Azizah, Putri Aulia
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4030

Abstract

Ketepatan diagnosis utama yang ditetapkan pada akhir episode pengobatan pasien mempengaruhi kualitas berkas rekam medis dan dinilai dari kesesuaian diagnosis dengan ICD-10. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk diketahuinya bagaimana tinjauan ketepatan kode diagnosis dan kelengkapan penulisan diagnosis pasien rawat jalan obgyn di RSU Aisyiyah Padang tahun 2024. Penelitian kuantitatif deskriptif ini dilakukan di RSU Aisyiyah Padang dari 01 hingga 06 Mei 2024, dengan populasi 303 lembar SBPK dan sampel 75 lembar SBPK. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan instrumen tabel checklist dan pengolahan data menggunakan teknik editing, coding, processing, dan cleaning. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan penulisan diagnosis sebanyak (33.3%) dari 25 lembar SBPK yang tidak lengkap dan sebanyak (66.7%) dari 50 lembar SBPK yang lengkap dan ketepatan kode diagnosis sebanyak (36.0%) dari 27 lembar SBPK yang tidak tepat dan sebanyak (64.0%) dari 48 lembar SBPK yang tepat.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa masih banyak terdapat ketidaklengkapan penulisan diagnosis dan ketidaktepatan kode diagnosis. Diharapkan dokter menuliskan diagnosis penyakit dengan lengkap dan tepat sesuai kaidah dan aturan yang ada dalam ICD-10.
MBEROT: TRANSFORMASI SENI PERTUNJUKAN BANTENGAN TRADISIONAL KE MODERN Yuriananta, Renda; Salsabrina, Aprilia Selva; Aisy, Indi Rihhadatul; Azizah, Putri Aulia; Kumalasari, Putri; Ramadhani, Rizka Auliya; Firdaus, Herdian Puspa
Kusa Lawa Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kusa Lawa
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2026.006.01.08

Abstract

The transformation of traditional performing arts is inseparable from social dynamics, technological advancement, and changing public needs. One prominent example is the evolution of the Bantengan performing art in Greater Malang, East Java, from its traditional form into the contemporary performance known as Bantengan Mberot. This study aims to describe the transformation process of Bantengan, analyze the shifts in its cultural meanings and identity, and examine the negotiation between cultural preservation and modernization. This research employed a qualitative approach with a cultural ethnography design. The study was conducted in several areas of Greater Malang where Bantengan communities actively preserve and perform this tradition. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with performers, community leaders, event organizers, documentation, and literature review. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing through the interpretation of symbolic meanings from an anthropological perspective. The findings reveal that the transformation of Bantengan extends beyond changes in visual appearance, musical accompaniment, and performance technology to encompass shifts in its social functions and cultural meanings. Originally rooted in ritual and spiritual practices, Bantengan has evolved into a public performance that integrates entertainment, cultural identity representation, and the creative economy. Cultural symbols are continuously reinterpreted through a process of hybridity between tradition and modernity without eliminating the fundamental values embedded in the tradition. This study concludes that Bantengan Mberot represents a form of cultural adaptation that demonstrates the resilience of traditional performing arts through innovation while reinforcing the cultural identity of the Greater Malang community amid contemporary social transformation.