Prasetiawan, Prasetiawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Fiqih Melalui Penggunaan Media Audio Visual Dalam Rangka Peningkatan Hasil Belajar Siswa Di MA Ma’arif 04 Kalirejo Lampung Tengah Prasetiawan, Prasetiawan; Ramli, Mispani; Jaenullah, Jaenullah
MindSet : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/mindset.v3i2.164

Abstract

Pembelajaran fiqih sangatlah penting bagi Peserta didik yaitu sebagai bekal bagi Peserta didik agar dapat mengetahui serta memahami pokok hukum–hukum islam dan tata cara pelaksanaannya. Dari pemahaman serta pengetahuan pembelajaran fiqih,Peserta didik diharapkan bisa memiliki kepribadian yang baik dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran fiqih adalah untuk memberikan bekal kepada Peserta didik berupa pengetahuan dan pemahaman mengenai pokok hukum-hukum islam secara terperinci dan menyeluruh, sehingga dapat melaksanakan serta mengamalkan ketentuan hukum islam yang sebenarnya, Pendidikan dan kehidupan merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan ada dua bagian yaitu pendidikan umum dan pendidikan agama. Pendidikan agama adalah pendidikan yang mengajarkan tentang nilai-nilai moral dan proses manusia menjalankan keyakinannya dalam beragama beserta ajaran yang ada pada agama tersebut. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, seorang pendidik diharapkan mampu mengembangkan media yang dapat secara efektif digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan menggunakan media yang tepat, maka penting dalam upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pembelajaran agama dapat dianggap sebagai pengubah tingkah laku peserta didik dengan menggunakan materi-materi dalam pembelajaran agama. Perubahan tingkah laku kerap dinyatakan sebagai bentuk hasil belajar peserta didik. Sebagaimana berubahnya sikap perilaku yang dapat dirumuskan dalam sebuah tujuan yang berbentuk instruksional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif biasanya disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi alamiah atau natural setting, selain itu juga sebagai metode etnografi karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif di MA Ma’arif 4 Kalirejo Lampung Tengah. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Pertama, Penggunaan media pembelajaran oleh guru-guru di Madrasah Aliyah Ma’arif 4 Kalirejo Lampung Tengah sudah mulai dilakukan. Pembelajaran tidak hanya monoton dengan metode tanya jawab ataupun ceramah. Fasilitas, sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah sudah mulai digunakan dan dimanfaatkan oleh para pendidik demi kelancaran proses belajar mengajarnya didalam kelas. Salah satu penggunaan media berupa audio visual diterapkan dalam pembelajaran Fiqih khususnya materi sholat oleh guru mata pelajaran Fiqih Madrasah Aliyah Ma’arif 4 Kalirejo Lampung Tengah. Kedua, Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran fiqih materi sholat memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik. Hal ini terlihat dari peserta didik yang semula belum begitu paham tentang ibadah sholat dan masih belum baik gerakannya setelah diberi pelajaran dengan menggunakan media audio visual mereka dapat memperagakan sholat dan grakannya dengan baik dan benar. Kondisi media pembelajaran di Madrasah Aliyah Ma’arif 4 Kalirejo Lampung Tengah dalam kondisi baik dan dapat digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran.
PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA DENGAN STRATEGI HUMANISTIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hanafi, Ilyas Rozak; Rofiudin, Rofiudin; Hidayah, Dedi Junaidi Al; Prasetiawan, Prasetiawan; Astuti, Sundari; Huda, Muhamad Qomarudinul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9816

Abstract

ABSTRACT This study focuses on the role of Islamic Religious Education teachers in the process of fostering students’ moral character at SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo, Central Lampung. The purpose of this research is to describe the strategies employed by Islamic Religious Education teachers, the various challenges encountered in their implementation, and the efforts made to overcome these obstacles. This research applies a qualitative approach, with data collection conducted through interview techniques. The findings reveal that Islamic Religious Education teachers perform their roles as role models, mentors, and motivators by demonstrating positive behavior, habituating good attitudes, delivering contextual learning, and employing persuasive communication. The main challenges identified in this study include limited time during the learning process and differences in students’ backgrounds. In response to these conditions, teachers implement a humanistic and collaborative approach. The study also emphasizes that the active participation of Islamic Religious Education teachers and the synergy among all elements of the school play a crucial role in supporting the implementation of character education. Furthermore, the findings indicate that moral development requires consistency, exemplary behavior, and a supportive school environment so that moral values can be continuously internalized within students. ABSTRAK Kajian ini menitikberatkan pada peran guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembinaan akhlak peserta didik di SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam, berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, sementara proses pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam menjalankan peran sebagai teladan, pembimbing, dan motivator melalui penunjukan perilaku yang positif, pembiasaan sikap yang baik, penyampaian pembelajaran yang kontekstual, serta penggunaan komunikasi yang bersifat persuasif. Tantangan utama yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi keterbatasan waktu pada pelaksanaan proses pembelajaran serta adanya perbedaan latar belakang yang dimiliki oleh para siswa. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, guru menerapkan pendekatan yang bersifat humanis dan kolaboratif. Penelitian ini juga menegaskan bahwa partisipasi aktif guru Pendidikan Agama Islam serta sinergi seluruh unsur sekolah memegang peranan penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Selain itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan akhlak memerlukan konsistensi, keteladanan, serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif agar nilai-nilai moral dapat tertanam secara berkesinambungan dalam diri siswa.