Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Fenomenologi Darurat Konten Negatif Pada Peserta Didik di SMAN 7 Mataram Shafira, Nureka Agisna; Rahmawati, Aulia; Valenta, Arya; Juniati, Dhea Desvita; Maria, Yuli
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan 1) bagaimana persepsi peserta didik terkait maraknya konten negatif, 2) pengaruh konten negatif terhadap minat belajar peserta didik, 3) tanggapan pendidik terhadap konten negatif, 4) solusi yang dapat dilakukan seorang pendidik dalam menyelesaikan dampak konten negatif pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bentuk pendekatan fenomenologi yang berdasarkan karakteristik suatu fenomena atau masalah. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dilokasi penelitian. Hasil observasi yang diperoleh di SMAN 7 Mataram menunjukkan 1) persepsi peserta didik terkait konten negatif yaitu peserta didik perempuan sedikit lebih unggul dalam menanggapi konten negatif, 2) konten negatif sangat berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik yang mengakibatkan rasa malas, cemas,tidak fokus saat proses belajar, 3) tanggapan pendidik terhadap konten negatif salah satunya pendidik berfungsi sebagai pengganti orang tua dan bertanggung jawab untuk membimbing peserta didik menuju tujuan akademik dan kepribadian yang baik, 4) Solusi yang dapat diberikan pendidik kepada peserta didik yaitu memperingatkan peserta didik tentang risiko mengakses konten tersebut agar mereka lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan teknologi.
Strategi Guru PPKn dalam Internalisasi Nilai Nasionalisme pada Peserta Didik (Studi di SMPN 2 Utan Kabupaten Sumbawa) Valenta, Arya; Yuliatin; Sumardi, Lalu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dalam menginternalisasi nilai nasionalisme pada peserta didik di SMP Negeri 2 Utan Kabupaten Sumbawa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila, sembilan orang peserta didik (tiga orang dari kelas VII, tiga orang dari kelas VIII, dan tiga orang dari kelas IX), serta satu orang wakil kepala sekolah, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menginternalisasi nilai nasionalisme dilaksanakan secara sistematis melalui empat tahapan, yaitu membangun pengetahuan (knowledge building), membangun pemahaman (understanding building), membangun keyakinan (belief building), dan membangun perilaku (behavior building). Strategi tersebut diwujudkan melalui pengintegrasian nilai nasionalisme dalam materi pembelajaran, penggunaan metode diskusi dan tanya jawab, pemberian keteladanan, pembiasaan melalui kegiatan sekolah, serta pemanfaatan media pembelajaran yang kontekstual. Faktor pendukung meliputi motivasi belajar dan kesadaran peserta didik, minat terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila, keteladanan serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan kepala sekolah dan guru, peran keluarga, lingkungan masyarakat, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi sebagian peserta didik, pengaruh penggunaan media sosial yang kurang mendukung penanaman nilai nasionalisme, serta perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan peserta didik. Dengan demikian, internalisasi nilai nasionalisme akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembelajaran yang bermakna, keteladanan, pembiasaan, serta dukungan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.