Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng langsa merupakan DAS utama di Kota Langsa dan merupakan daerah aliran yang menjadi sarana penting khususnya dalam mengalirkan air ke lahan pertanian dan lahan tambak masyarakat Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran sedimen melayang (Suspended Load) akibat erosi lahan di Hilir DAS Krueng Langsa dan untuk mengetahui pengaruh erosi lahan terhadap angkutan sedimen melayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik survei yang diolah menggunakan persamaan Asdak. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran langsung di Hilir DAS Krueng Langsa untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen melayang. Sampel kemudian diolah dengan menggunakan oven sebagai pengering sampel dengan cara di memanaskan sampel hingga kering. Setelah itu sampel sedimen layang di timbang untuk mengetahui berat isinya. Data yang sudah diperoleh selanjutnya di analisis tingkat laju sedimen layang akibat erosi lahan menggunakan persamaan Asdak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya besaran debit sedimen melayang (suspended load) akibat erosi lahan dalam bentuk Regresi Linier menunjukan hasil dimana kondisi sebelum hujan Qs = 1.275.762,644 ton/hari + - 2033.656 nilai R2 = 0,209 pengaruh akibat erosi lahan. Untuk hasil kondisi sesudah hujan Qs = 2.712.300,233 ton/hari + -4519.328 nilai R2 = 0,183 dan berdasarkan perhitungan, koefisien rasio Qs sebelum hujan sebesar 7.268,147, sedangkan Qs sesudah hujan sebesar 15.715,228.