Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Teks Eksposisi Berbasis Video Animasi di SMP Negeri 3 Narmada Barmansyah, Muh. Sastrawan; Musaddat, Syaiful; Burhanuddin; Saharudin
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. SpecialIssue (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7iSpecialIssue.10826

Abstract

Persoalan tentang kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas IX SMP Negeri 3 Narmada masih jauh dari harapan. Minat belajar siswa kelas siswa kelas IX SMP Negeri 3 Narmada tergolong rendah dikarenakan oleh salah satunya penggunaan media pembelajaran yang kurang efektif. Oleh karena itu tujuan peneitian ini adalah mengembangankan media pembelajaran yang dirancang untuk bisa meningkatkan kemampuan siswa di dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis), (Design), (Development), (Implementation), (Evaluate) dalam merancang sebuah media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, metode kepustakaan/dokumentasi, metode obervasi, metode kuesioner dan metode tes. Analisis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif, kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pada data kuantitatif yaitu, data berupa hasil uji coba media pembelajaran melalui penilaian kuesioner dari validitas ahli, guru Bahasa Indonesia, dan siswa. Hasil penelitian menunjukan penggunaan beberapa metode dalam memperoleh data bisa dikatakan valid, dapat dilihat pada total skor yang diperoleh dari hasil validasi oleh 2 dosen ahli, yaitu pada komponen isi/materi skor yang diperoleh adalah 82, pada komponen bahasa skor yang diperoleh adalah 87,5 , dan pada komponen media skor yang diperoleh adalah 58, dimana skor yang diperoleh dari hasil validasi ahli sudah dinyatakan baik/layak diuji coba dan perlu direvisi. Setelah menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan terjadi  peningkatan terhadap nilai pretest dengan rerata 57,83 ke nilai posttest dengan rerata 87,66 dengan hasil perbandingan peresentase yaitu 55% termasuk dalam kategori baik/ layak diuji coba dan perlu direvisi.
Pemanfaatan Metafor Sufi Jemaah Tarekat Majelis Zikir Miftahul Bayan Kabupaten Lombok Tengah Aswandikari, Aswandikari; Sukri, Sukri; Burhanuddin, Burhanuddin; Musaddat, Syaiful; Setiawan, Irma; Al-Faruq, Suhaib; Barmansyah, Muh. Sastrawan
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to enhance the spiritual understanding of the Jamaah Tarekat at Majelis Zikir Miftahul Bayan in Gapura Village, Pujut District, Central Lombok Regency. The activity was conducted on September 14, 2025, at Ponpes Miftahul Bayan, involving approximately 100 participants. Before implementation, coordination was established with the leaders of Tarekat Naksabandiyah to finalize the program’s model, schedule, and venue. The session commenced with opening remarks from the Chairperson of the Universitas Mataram service team and the leader of Tarekat Naksabandiyah. The core activity consisted of lectures preceded by zikir, selawatan, and zikir ngaji. The lectures focused on tasawuf (Sufism) teachings, which are characterized by expressions rich in symbols and metaphors, necessitating specialized interpretation for the jamaah. This is particularly significant given that the Jamaah Tarekat Naksabandiyah possesses a heterogeneous socio-cultural background, comprising farmers, traders, laborers, and the unemployed, alongside generally low levels of formal education. In this context, the lecture via zikir ngaji was delivered through pepaosan, the traditional recitation of lontar (palm-leaf) manuscripts containing tasawuf doctrines. A distinct feature of Sasak Sufi literature is its highly aesthetic and metaphoric linguistic style, which carries profound spiritual depth. Due to the complexity of such language and its inherent sufistic aspects, a competent teacher is required to provide comprehensive explanations to the congregation.