Claim Missing Document
Check
Articles

MORFEM SUPRASEGMENTAL PADA TEKS PIDATO PENGUNDURAN DIRI PRABOWO-HATTA DALAM PILPRES TAHUN 2014: SEBUAH TINJAUAN FONOLOGIS Setiawan, Irma
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.812 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.17.61-76

Abstract

Bahasa verbal pidato pengunduruan diri Prabowo-Hatta menjadi fenomena yang menarikuntuk ditelaah. Rumusan masalah pada penelitian ini terfokus pada bentuk dan fitur morfemsuprasegmental pada teks pidato pengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Tujuanpenelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan fitur morfem suprasegemntal pada teks pidatopengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Teori yang dipergunakan berupa analisisfonologi kewacanaan yang dikombinasikan dengan analisis wacana kritis (AWK) untukmencermati intonasi, tekanan, durasi, dan aksen tertentu yang memuat makna terselubung.Metode penelitian yang dipergunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulandata dilakukan dengan metode simak dan catat serta menggunakan peranti lunak SpeechAnalyzer (SA) sebagai penentu frekuensi suara dan ELAN sebagai penentu lokasi waktututuran dalam pidato. Penganalisisan data dilakukan dengan tahap reduksi, tahap penyajian,dan tahap penyimpulan/verifikasi. Penganalisisan data dilakukan dengan deskripsi kualitatifkuantitatif.Data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian diperoleh korelasisecara fonologis morfem suprasegmental terhadap produksi makna, situasi, dan ideologidalam teks pidato yang menunjukkan posisi pembicara dalam pidato yang disampaikan.
Prinsip-Prinsip Kesantunan pada Novel Jilbab Traveler Love Sparks In Korea Karya Asma Nadia Winarsih, Baiq Ayu; Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5305

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan bentuk penggunaan prinsip-prinsip kesantunan menurut Leech dalam novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia. Teori dasar yang digunakan peneliti adalah teori prinsip kesantunan Leech, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Keenam prinsip kesantunan tersebut sebagai acuan untuk menganalisis maksud prinsip kesantunan. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa hasil analisis bentuk penggunaan prinsip-prinsip kesantunan berbahasa dalam novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia yaitu 1) variasi bentuk yang mematuhi maksim kebijaksanaan sebanyak 2 data yakni bermaksud memberikan nasehat, 2) variasi bentuk yang mematuhi maksim kedermawanan sebanyak 9 data yakni menawarkan bantuan, 3) variasi bentuk yang mematuhi maksim penghargaan sebanyak 6 data yakni bermaksud memuji mitra tutur, 4) variasi bentuk yang mematuhi maksim kesederhanaan sebanyak 4 data yakni menjelekkan diri sendiri dan menyatakan permohonan maaf terhadap kesalahan yang diperbuat, 5) variasi bentuk yang mematuhi maksim permufakatan sebanyak 29 data, yakni menganggukkan kepala, mengacungkan jempol, mengatakan setuju terhadap saran, dan mengatakan setuju disertai dengan fakta, 6) variasi bentuk yang mematuhi maksim kesimpatisan sebanyak 3 data, yakni bermaksud untuk mengungkapkan rasa simpati baik itu sebuah kemalangan maupun  sesuatu yang menyenangkan terhadap pihak lain.Abstrct: This study describes the form of using the principles of politeness according to Leech in the novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea by Asma Nadia. The basic theory used by the researcher is Leech's theory of politeness principles, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of appreciation, the maxim of simplicity, the maxim of consensus, and the maxim of sympathy. The six principles of politeness serve as a reference for analyzing the intent of the principle of politeness. Based on data analysis, it is concluded that the results of the analysis of the use of politeness principles in the novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea by Asma Nadia are 1) variations of forms that comply with the maxim of wisdom as much as 2 data, namely intending to give advice, 2) variations of forms that comply with the maxims generosity as many as 9 data, namely offering assistance, 3) variations in forms that comply with the maxim of appreciation as much as 6 data, namely intending to praise the speech partner, 4) variations in forms that comply with the maxim of simplicity as much as 4 data, namely vilifying oneself and expressing apologies for mistakes made, 5 ) variations of forms that comply with the maxim of agreement as many as 29 data, namely nodding their heads, giving thumbs up, saying agree to suggestions, and saying agree accompanied by facts, 6) variations of forms that comply with the maxim of sympathy as many as 3 data, which intends to express good sympathy a misfortune or something pleasant to the other party.
MORFEM SUPRASEGMENTAL PADA TEKS PIDATO PENGUNDURAN DIRI PRABOWO-HATTA DALAM PILPRES TAHUN 2014: SEBUAH TINJAUAN FONOLOGIS Irma Setiawan
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.814 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.17.61-76

Abstract

Bahasa verbal pidato pengunduruan diri Prabowo-Hatta menjadi fenomena yang menarikuntuk ditelaah. Rumusan masalah pada penelitian ini terfokus pada bentuk dan fitur morfemsuprasegmental pada teks pidato pengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Tujuanpenelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan fitur morfem suprasegemntal pada teks pidatopengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Teori yang dipergunakan berupa analisisfonologi kewacanaan yang dikombinasikan dengan analisis wacana kritis (AWK) untukmencermati intonasi, tekanan, durasi, dan aksen tertentu yang memuat makna terselubung.Metode penelitian yang dipergunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulandata dilakukan dengan metode simak dan catat serta menggunakan peranti lunak SpeechAnalyzer (SA) sebagai penentu frekuensi suara dan ELAN sebagai penentu lokasi waktututuran dalam pidato. Penganalisisan data dilakukan dengan tahap reduksi, tahap penyajian,dan tahap penyimpulan/verifikasi. Penganalisisan data dilakukan dengan deskripsi kualitatifkuantitatif.Data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian diperoleh korelasisecara fonologis morfem suprasegmental terhadap produksi makna, situasi, dan ideologidalam teks pidato yang menunjukkan posisi pembicara dalam pidato yang disampaikan.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI BERKELANJUTAN PADA GURU BIDANG STUDI DI SMA Irma Setiawan; Khosiah Khosiah; Raden Sudarwo; Sintayana Muhardini
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.6508

Abstract

Abstrak: Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan kegiatan yang sangat penting bagi seorang guru yang profesional serta kompeten di bidangnya. Kegiatan ini tidak saja dilakukan dalam rangka untuk memperoleh angka kredit untuk kenaikan pangkat ataupun untuk keperluan akreditasi, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru, sehingga perlu ada upaya untuk mendorong dan memotivasi para guru untuk melakukan pengembangan profesi, dengan salah satunya yakni melakukan kegiatan pedampingan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi guru. Metode pendampingan yang dilakukan berupa Focus Grup Discussion (FGD) dengan tujuan untuk menciptakan suasana pendampingan yang harmonis dan bersahabat. Hal ini mengingat sasaran kegiatan guru bidang studi berusia 40-55 tahun, sehingga memerlukan perlakuan khusus untuk meningkatkan motivasi dan kesadaran menulis. Berdasarkan hasil pedampingan menunjukkan Guru-guru peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pendampingan yang ditunjukkan dengan sambutan ramah, tim dijamu dengan standar protokol kesehatan, panitia pelaksana dapat memberikan rasa aman dan nyaman dalam berkegiatan; Guru merasa lebih percaya diri karena sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI); Guru memiliki pengetahuan bagaimana cara melakukan publikasi ilmiah pada journal-journal nasional; masih ada beberapa peserta yang belum maksimal dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah, hal ini dikarenakan faktor usia yang sudah senior sehingga perlu pedampingan ekstra dari tim.Abstract: Scientific Writing (KTI) is a very important activity for a teacher who is professional and competent in his field. This activity is not only carried out to obtain credit numbers for promotion or accreditation purposes, but more importantly to improve the professionalism of teachers, so there need to be efforts to encourage and motivate teachers to do professional development, with one of them is to do activities to write Scientific Papers (KTI) for teachers. The mentoring method is carried out in the form of a Focus Group Discussion (FGD) to create a harmonious and friendly mentoring atmosphere. This is considering the target of the activities of teachers aged 40-55 years, so it requires special treatment to increase motivation and awareness of writing. Based on the results of the statement showed that the participating teachers were very enthusiastic to participate in mentoring activities shown with a friendly welcome, the team was hosted with health protocol standards, the organizing committee can provide a sense of security and comfort in activities; Teachers feel more confident because they already have knowledge and experience in compiling Scientific Papers (KTI); Teachers know how to conduct scientific publications in national journals; There are still some participants who have not been maximal in compiling Scientific Papers, this is due to the age factor that has been senior so it needs extra downsizing from the team.
PENDIDIKAN DAN LATIHAN PENGUATAN DIMENSI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DI KOTA MATARAM Maemunah Maemunah; Sri Maryani; Abdul Sakban; Syaharuddin Syaharuddin; Agus Herianto; Irma Setiawan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.084 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1280

Abstract

Abstrak: Kepala Sekolah memegang peranan penting dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya. Oleh sebab itu, pemerintah telah melakukan terobosan baru guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme kepala sekolah melalui penguatan kepala sekolah dengan melibatkan lembaga penyelenggara diklat baik dari perguruan tinggi, pemerintah, maupun lembaga terkait lainnya. Kegiatan diklat dilakukan dengan metode diskusi kelompok berbasis lembar kerja yang harus dituntaskan oleh para peserta dengan menilai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penilaian kinerja penyelenggaraan rata-rata sebesar 3,80, dengan nilai rata-rata sebesar 3,80, dan (4) evaluasi terhadap narasumber dan tengajar, dengan nilai rata rata sebesar 3,98.Kata Kunci: Kepala Sekolah; Peningkatan Profesionalisme; Diklat Penguatan.Abstract:  The headmaster played an important role in managing the school he led. Therefore, the Government has made a new breakthrough to improve the ability and professionalism of the headmaster through the strengthening of the school principal by involving training institutions from universities, governments, and institutions other related. Training activities are conducted by a method of discussion of worksheet-based groups that must be completed by the participants by assessing aspects of knowledge, attitudes, and skills. The results of the average maintenance performance assessment of 3.80, with an average value of 3.80, and (4) evaluation of the resource and center, with a average value of 3.98.Keywords: Headmaster; Increased professionalism; Training.
MORFOLOGITEKS DEBAT CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014–2019 Irma Setiawan; Halus Mandala
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i1.3869

Abstract

Abstrak: Afiks me(N)-, dan -kan berfungsi untuk membentuk kata kerja atau verba.  Proses pembentukan  verba dapat direkonstruksikan dari kata berkelas nomina (N), adjektif (Adj.), dan adverbia (Adv.). Lebih lanjut, terdapat juga verba yang tidak mengalami perubahan kelas, meskipun telah melalui proses afiksasi. Kedua fenomena ini dipahami sebagai derivasional dan infleksional. Sistem penurunan dan perubahan status verba ini diaplikasikan pada Teks Debat Capres RI periode 2014 – 2019. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan sistem derivasi dan infleksi pada teks debat capres. Konsep derivasi dan infleksi terbentuk berdasarkan beberapa kriteria, seperti kelas atau status dan keberterimaan dalam klausa. Data penelitian hanya berfokus pada teks debat capres. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat dokumen teks untuk pemolaan dan pemilahan data. Hasil penelitian pada teks debat capres menunjukkan terjadinya proses derivasi pada kelas N→V, A→V, dan  Adv→V.  Kemudian infleksi tidak mengubah kelas suatu verba, seperti: V→V. Namun, dalam pandangan yang berbeda, perubahan V→V bisa dianggap sebagai derivasi, dengan alasan dapat mengubah fitur semantik dalam klausa.Abstract: The affix me(N) – kan  are used to derive verbs. The derived verbs can be constructed  from nouns, adjectives, and adverbs. Moreover, there are also derived verbs which do not change the class, although it has undergone the process of affixation. These phenomena are known as derivation and inflection. Derivation system and status change of these verbs applied to the debate text of RI presidential candidates in the period of 2014 – 2019. This study aims to describe the derivation and inflection system in the candidates’ debate texts. The concept of derivation and inflection is formed based on several criteria, such as class or status and acceptance in the clause. The data analysis only focuses on the candidates debate texts. The data were collected by writing the text documents for patterning and sorting. The result of the research on the candidates’ debate texts is that a derivation process occurs in class N → V, A → V, and Adv → V. Moreover, inflection does not change the class of verb, V → V. However, in a different view, the change of V → V can be considered as derivation, with the basis that it can change the semantics and clause.
Strategi Tindak Tutur Komisif dalam Kampanye Politik Pilkada Serentak 2018 Habiburrahman Habiburrahman; H. Arsyad Abd Gani; Irma Setiawan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.116 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v5i1.1683

Abstract

Abstrak: Tindak tutur komisif sangat berperan dalam rangka mengikat penuturnya untuk melaksanakan segala hal yang disebutkan dalam ujarannya pada beberapa tindakan yang akan datang seperti menjanjikan, bersumpah, menawarkan, mengancam dan memanjatkan doa. Sementara kampanye diartikan sebagai serangkaian usaha dan tindakan komunikasi yang terencana untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah besar khalayak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terorganisir dalam suatu proses pengambilan keputusan dan dilakukan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara simultan, yaitu kegiatan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau menarik simpulan. Ketiga kegiatan tersebut saling berinteraksi, berawal dari pengumpulan data dan berakhir pada selesainya penulisan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penggunaan fungsi tindak tutur komisif dalam kampanye politik Pilkada Serentak 2018 di Desa Bajur ada dua, yaitu 1) strategi langsung, dan 2) strategi tidak langsung. Kedua strategi tersebut terdapat dalam empat penggunaan fungsi tindak tutur, yaitu 1) strategi langsung tindak tutur komisif dengan cara menjanjikan, 2) strategi langsung tindak tutur komisif dengan cara menawarkan, 3) strategi tidak langsung tindak tutur komisif dengan cara  mengancam dan 4) strategi tidak langsung tindak tutur komisif dengan cara memanjatkan doa.Abstract: Commissive speech acts are very important in order to bind the speaker to carry out all the things mentioned in his utterance in a number of future actions such as promising, swearing, offering, threatening and saying prayers. While the campaign is defined as a series of planned efforts and communication actions to get support from a large number of audiences carried out by a person or group of people in an organized manner in a decision making process and carried out continuously in a certain period of time.. In accordance with this view, this research is classified as a qualitative descriptive study. Data collection in this study relates to the following matters: (1) preparation of data collection, (2) observation techniques, and (3) interview techniques. Qualitative data analysis in this study consists of three activities that occur simultaneously, namely data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. The three activities interact with each other, starting with data collection and ending with the completion of the research report writing. The results showed that the strategy for using the commissive speech act function in the 2018 Simultaneous Local Election political campaign in Bajur Village was twofold, namely 1) direct strategy, and 2) indirect strategy. The two strategies are contained in the four uses of the speech act function, namely 1) the direct strategy of commissive speech act by promising, 2) the direct strategy of commissive speech act by offering, 3) the indirect strategy of commissive speech act by threatening and 4) the strategy of indirect speech direct commissive speech acts by saying prayers.
Prinsip-Prinsip Kesantunan pada Novel Jilbab Traveler Love Sparks In Korea Karya Asma Nadia Baiq Ayu Winarsih; Irma Setiawan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5475

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bentuk penggunaan prinsip-prinsip kesantunan menurut Leech dalam novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia. Teori dasar yang digunakan peneliti adalah teori prinsip kesantunan Leech, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Keenam prinsip kesantunan tersebut sebagai acuan untuk menganalisis maksud prinsip kesantunan. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa hasil analisis bentuk penggunaan prinsip-prinsip kesantunan berbahasa dalam novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia yaitu 1) variasi bentuk yang mematuhi maksim kebijaksanaan sebanyak 2 data yakni bermaksud memberikan nasehat, 2) variasi bentuk yang mematuhi maksim kedermawanan sebanyak 9 data yakni menawarkan bantuan, 3) variasi bentuk yang mematuhi maksim penghargaan sebanyak 6 data yakni bermaksud memuji mitra tutur, 4) variasi bentuk yang mematuhi maksim kesederhanaan sebanyak 4 data yakni menjelekkan diri sendiri dan menyatakan permohonan maaf terhadap kesalahan yang diperbuat, 5) variasi bentuk yang mematuhi maksim permufakatan sebanyak 29 data, yakni menganggukkan kepala, mengacungkan jempol, mengatakan setuju terhadap saran, dan mengatakan setuju disertai dengan fakta, 6) variasi bentuk yang mematuhi maksim kesimpatisan sebanyak 3 data, yakni bermaksud untuk mengungkapkan rasa simpati baik itu sebuah kemalangan maupun  sesuatu yang menyenangkan terhadap pihak lain. This study describes the form of using the principles of politeness according to Leech in the novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea by Asma Nadia. The basic theory used by the researcher is Leech's theory of politeness principles, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of appreciation, the maxim of simplicity, the maxim of consensus, and the maxim of sympathy. The six principles of politeness serve as a reference for analyzing the intent of the principle of politeness. Based on data analysis, it is concluded that the results of the analysis of the use of politeness principles in the novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea by Asma Nadia are 1) variations of forms that comply with the maxim of wisdom as much as 2 data, namely intending to give advice, 2) variations of forms that comply with the maxims generosity as many as 9 data, namely offering assistance, 3) variations in forms that comply with the maxim of appreciation as much as 6 data, namely intending to praise the speech partner, 4) variations in forms that comply with the maxim of simplicity as much as 4 data, namely vilifying oneself and expressing apologies for mistakes made, 5 ) variations of forms that comply with the maxim of agreement as many as 29 data, namely nodding their heads, giving thumbs up, saying agree to suggestions, and saying agree accompanied by facts, 6) variations of forms that comply with the maxim of sympathy as many as 3 data, which intends to express good sympathy a misfortune or something pleasant to the other party.
Variasi Verba Memukul Bahasa Sasak di Kecamatan Kediri: Kajian Metabahasa Semantik Alami Umi Puji Rahayu; Halus Mandala; Irma Setiawan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2622

Abstract

Abstrak: Verba merupakan merupakan kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba memukul BSs di Kecamatan Kediri memiliki beberapa variasi leksikon. Tindakan memukul  dalam Bahasa Sasak (BSs) memiliki sebutan yang berbeda-beda sesuai dengan alat, cara dan sasaran dari pukulan tersebut. Tujuan dari tindakan memukul ini akan mengacu pada alat serta bagaimana tindakan itu dilakukan. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis setiap leksikon pada tindakan memukul BSs adalah Metabahasa Semantik Alami (MSA). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang ada di Kecamatan kediri. Pengumpulan data dengan metode cakap dan metode simak serta pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga pada penelitian ini peneliti mendapatkan 26 variasi leksikon verba memukul BSs yang ada di Kecamatan Kediri yaitu : [pərEntOK], [jagur],[pəlAŋgI?], [siku?], [Gebug], [təmpElEK], [kəpAK], [lanjAK], [təpEK], [gədig], [pəcut], [pAntOK], [pEpIK], [rəbəs], [gətoK], [təpEs], [bəgəndaŋ], [kəpuŋ], [gədor], [tuja?] [rampEk], [palu?], [tOtOk], [pOpOK],[pAntOk Aji], [OmpEh]. 26 leksikon verba memukul ini diklasifikasikan berdasarkan: (1) variasi verba memukul berdasarkan tujuan pukulan, (2) variasi verba memukul berdasarkan cara pukulan, dan (3) variasi verba memukul berdasarkan alat. Setiap leksikon memukul BSs ini dieksplikasikan sesuai dengan yang diusulkan oleh Weirzbicka. Tindakan pukulan yang dilakukan oleh pengalam juga memiliki makna tersendiri sesuai dengan konteks mengapa tindakan itu terjadi.Abstract: Verb are a word that describes process, deed, or occurrence. A verb hitting the Sasak language (BSs) in Kediri sub district have several variations of lexicon. The strokes in the Sasak language (BSs) have differing names according to the tool, the way, and the object of the blow. The purpose of this spanking refers to the instrument as well as to how is is done. The approach used to analyze each lexicon for the hitting action is natural semantic metalingual. This kind of research is qualitative description. The subject of this study is society in Kediri district. Data collection using proficient methods and listening methods as well as sampling using purposive sampling techniques so that the researcher  gained 26 variations of lexicon verbs the Sasak language there, namely[pərEntOK], [jagur],[pəlAŋgI?], [siku?], [Gebug], [təmpElEK], [kəpAK], [lanjAK], [təpEK], [gədig], [pəcut], [pAntOK], [pEpIK], [rəbəs], [gətoK], [təpEs], [bəgəndaŋ], [kəpuŋ], [gədor], [tuja?] [rampEk], [palu?], [tOtOk], [pOpOK],[pAntOk Aji], [OmpEh]. 26 lexicon version hits here is classified according to: (1) variety of verbal hits based on purpose, (2) variety of verbal hits based on the way, and (3) variety of verbal hits based on tools. Every hit’s lexicon was exited according to what Weirbicka proposed. The act of strokes performed by the force also has its own meanings in harmony with the context of why the action occurs
VERBA LEMPAR BAHASA SASAK: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI Irma Setiawan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.809 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v3i1.222

Abstract

Verba  lempar  dalam bahasa Sasak (BSs) memiliki beberapa variasi leksikon yang menunjukkan perbedaan konteks makna yang diacu. Kegiatan melempar memiliki penyebutan berbeda, bergantung pada cara dan benda yang digunakan dalam melempar, akibat yang dapat ditimbulkan pada sasaran juga berbeda-beda, dan intensitas tindakan dalam setiap aksi lempar  berkorelasi dengan dampak tindakan. Telaah verba ini dikaji dalam perspektif Metabahasa Semantik Alami (MSA) sebagai salah satu bentuk pengkajian semantik modern yang digagas Wierzbicka (1996) yang bertujuan untuk memerikan makna leksikal, gramatikal, dan ilokusi dalam suatu bahasa. Penelahaan ini tentu didasari atas 65 makna asali yang telah diformulasikan dalam MSA. Proses yang dipergunakan dengan teknik eksplikasi (parafrase) dalam memerikan verba  lempar.  Hasil yang diperoleh bahwa verba  lempar memiliki pengkategorian berdasarkan intensitas  (time), media  (attributes), dan dampak tindakan yang ditimbulkan.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - A., Ratna Yulida Abdul Rasyad Abdul Sakban Abdul Wahab Achmad Abdul Hawabi Adiman Fariadin Agus Herianto Agus Herianto Agusman Agusman Agusman, Agusman Akhmad Akhmad Al-Faruq, Suhaib Alanggi, Gio Anik Suryani Anwar Efendy Ardyawin, Iwin Ariani, Wika Ayuningsih, Fitria Baiq Ayu Winarsih Barmansyah, Muh. Sastrawan Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Debi Yatri Eka Fitriani Fatmala Sari Oktaviani H. Arsyad Abd Gani Habiburrahman Habiburrahman Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hakim, Mahrizal Halus Mandala Harry Irawan Johari Hasanuddin Chaer Herlina Eva Cahya Trisnawati Dewi Hermawan, Nandang Hidayatullah Hidayatullah Husnawati Husni, Saadillah I Ketut Darma Laksana I Made Suyasa I Nyoman Udayana Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idayanti, Rini Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Intan Dwi Hastuti Intiana, Rohana Hariana Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Isnaini Januari Rizki Pratama R. Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidin Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Karoluslina, Karoluslina Khaerul Anam Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Lana, Indah Rosita M Taufik Rachman M. Saleh M. Sobry M. Ulfatul Akbar Jafar Maemunah Maemunah Mahsun Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mahyuni Mahyuni Mahyuni Mahyuni, - Mardiyah Hayati Mariyati, Yuni Marlinda Ramdhani Martin, Nurhidayat Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mayasari, Deviana Ma’bar, M. Fadin Miftahul Jannah Milandari, Baiq Desi Monika Handayani, Monika Muallifah Anugrah Muhaimin, Ahmad Helmi Muhammad Ali Muhammad Sukri Murojatul Aslamiah Musaddat, Syaiful Najamudin Najamudin Nandang Hermawan NFN Bakri Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurkomariah, Nurkomariah Nurmawarti Nurmawarti Nurmiwati, Nurmiwati Nurul Huda Nurul Inayah Paridi, Khairul Puput Bestar R., Januari Rizki Pratama Raden Sudarwo Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Ramdhani, M. Wahyu Razip, Muhammad Khaerul Rifaid Rifaid S, Aswandikari Saddam Saddam Safitri, Yuniar Andini Samsinari Samsinari Sapiin Sapiin, Sapiin Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siska hardiyanti Siti Hasanah Siti Rohana Hariana Intiana Sri Maryani Sri Rejeki Sudarta Sudarta Sudarwo, Raden Sudarwo, Raden Sudika, I Nyoman Sudika, Nyoman Sukri sukri Sukri, sukri Sukuryadi, Sukuryadi Susanti, Pipit Aprilia Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syaharuddin Syamsinas Jafar Syarifuddin Tamrin Tamrin Umi Puji Rahayu Wika Wahyuni Winarsih, Baiq Ayu Yudhi Lestanata Yudistira Yudistira Yulia Sumbawati Zaenudin Zaenudin Zedi Muttaqin