Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Sabun Padat dari Ekstrak Air Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Staphylococcus aureus Mukarromah, Milda Lailatul; Wuryandari, Wahyu; Andini, Dinda Ayu; Wulandari, Tri Dewi Indah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v12i2.16120

Abstract

Turmeric (Curcuma domestica) contains flavonoids and curcumin, which exhibit antibacterial properties, making it a suitable active ingredient for solid soap production. Solid soap must pass physical, chemical, and antibacterial activity assessments to ensure quality. This study evaluates the physical, chemical, and antibacterial properties of turmeric rhizome water extract-based solid soap against Staphylococcus aureus. The research was conducted experimentally, using turmeric rhizome water extract obtained through the maceration method. Antibacterial activity was assessed using the well diffusion method. The solid soap was formulated through saponification, incorporating thick extract (F1) and liquid extract (F2) of turmeric rhizome as active ingredients. Findings indicate that soap F1 has a solid texture, odourless, brown, and homogeneous, with a foam height of 13.63 cm±0.35, a moisture content of 7.52%±0.37, a pH of 10.03±0.05, a free alkali of 0.094%±0.008, and an inhibition zone diameter of 22.38 mm±0.58, classified as very strong antibacterial. Soap formulated F2 demonstrated comparable characteristics, with an 18.60 mm±0.96 inhibition zone, categorised as strong antibacterial. The soap F1 complies with pharmaceutical standards and effectively inhibits Staphylococcus aureus growth.
Edukasi dan Pendampingan Gapoktan Desa Bantur Dalam Standarisasi dan Optimasi Formulasi POC-PGPR Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Raharjo, Sentot Joko; Syarifah, Anisa Lailatusy; Mukarromah, Milda Lailatul
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2025.005.02.178

Abstract

Gabungan Kelompok Tani Bantur Berkah Mandiri (BBM) merupakan mitra komunitas petani yang ingin mengembangkan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai bahan pengembangan tanaman organik di Desa Bantur dan sekitarnya. Teknologi pengembangan POC ini adalah penerapan teknik mikrobiologi menggunakan biodekomposer PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) yang memanfaatkan bonggol pisang, limbah ternak, sisa sayuran yang tersedia sebagai bahan pupuk organik cair terutama dalam optimasi formulasi POC dan standarisasinya. Program pendampingan Poltekkes Putra Indonesia Malang ini bertujuan melakukan edukasi dan pendampingan mitra dalam standarisasi dan optimasi formulasi POC. Urgensinya untuk meningkatkan level keberdayaan mitra dari aspek produksi dan manajemen. Metode pendekatannya menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), yaitu dengan cara membantu mitra untuk mengembangkan potensi yang sudah ada dengan target memberikan hasil peningkatan produksi dan pendapatan serta bertambahnya kebutuhan tenaga kerja di wilayah sekitar. Tahapan yang sistematis ini diharapkan dapat menciptakan produk POC yang lebih efektif, bernilai jual tinggi, dan mendukung pertanian dan ketahanan pangan disekitarnya. Permasalahan yang dihadapi Mitra pada aspek produksi, manajemen dan pemasaran dalam optimasi dan standarisasi POC ini akan meningkatkan kualitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani serta keberlanjutan lingkungan. Target luaran, pada aspek produksi dapat memahami optimasi dan standarisasi pupuk organik, sedangkan aspek manajemen dapat meningkatkan keterampilan mitra  yang merupakan kelompok masyarakat produktif dalam pengolahan pupuk organik cair, dan aspek pemasaran dapat memasarkan produk pupuk organik atau bahkan sebagai unit usaha yang bekerjasama dengan Pemerintah setempat dan instansi terkait untuk memasok pengadaan pupuk organik cair dalam produksi pangan sehat yang mendukung Ketahanan Pangan Nasional.